Minggu, 01 Februari 2009

Rendah vs Kaya

Kegemaranku adalah fitness. Sejak dua tahun lalu aku selalu berambisi untuk memenangkan salah satu dari sekian banyak body contest atau model search yang diadakan. Banyak sudah usaha yang kulakukan. Mulai dari diet rendah kalori, latihan keras, suplemen yang super mahal, hingga berganti-ganti pelatih. Dan selama ini hasilnya nihil! Aku terlalu sibuk diet, berlatih, tidur hingga aku melupakan satu hal yang sangat penting.

Baru-baru ini aku berganti pelatih lagi. Biasanya pelatih yang lalu-lalu hanya mengajarkan latihan dan teori diet. Namun pelatihku kali ini beda. Ia seorang Kristen dan ia mengajarkan aku satu rahasia lagi untuk menjadi seorang juara.

Seperti pelajaran di taman kanak-kanak dulu, pelatihku itu mengatakan kepadaku kalau ada "4 sehat 5 sempurna" yang berpengaruh besar dalam jadi atau tidaknya sebuah bentuk tubuh yang ideal. 4 sehat itu adalah makanan, latihan, istirahat dan suplemen; sedangkan yang kelima dan yang terpenting untuk menjadi sempurna adalah ibadah.

Suatu malam, pelatihku memberiku satu perikop di Yakobus 1:9-11. Aku mulai membacanya. Mulanya aku tidak mengerti maksudnya apa miskin dan kaya itu. Aku bertanya pada pelatihku kemudian ia menjelaskan.

(Sobat JINS baca ayatnya dulu ya.. biar ngerti lanjutannya).


Di ayat itu tidak pernah tertulis kata "miskin". Di situ hanya ditulis "orang yang rendah". Jadi bukan miskin vs kaya, melainkan rendah vs kaya. Maksudnya orang kaya di situ bukan berarti orang yang kaya secara materi (punya rumah besar, mobil mewah). Atau kalau dalam konteks bodybuilding, kaya bukan berarti punya badan yang memang sudah kekar dan berotot dari awalnya.

Maksud orang kaya di sini adalah orang yang selalu mengandalkan kekuatan sendiri. Orang kaya cenderung merasa dirinya memiliki segala sesuatu, kuat dan semuanya bisa dikerjakan olehnya. Orang kaya di sini terlalu sok. Dan Allah sangat membenci orang kaya macam ini.
Sebaliknya, orang berkedudukan rendah menunjukkan ciri-ciri orang yang selalu berharap padaNya. Orang yang tidak bisa bekerja sendiri dan bukan dengan usahanya sendiri. Orang rendah ini cenderung menyerahkan semuanya pada Bapa, mengandalkan kekuatanNya. Orang inilah yang dikasihi oleh Bapa di Surga.

Di ayat 11 juga dikatakan, "Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap." Artinya semua usaha orang yang tidak mengandalkan Tuhan itu akan sia-sia! Pelatihku selalu menekankan kepadaku untuk memenangkan sebuah kontes harus mengandalkan "4 sehat 5 sempurna"-nya Tuhan. Jangan seperti orang kaya yang mengandalkan diri sendiri. Di sini berbicara bukan hanya konteks bodybuilding saja. Apapun yang menjadi impian dan cita-citamu, apakah itu bisnismu, rumah tanggamu, pendidikanmu, apabila tidak mengandalkan Tuhan akan seperti rumput di bawah terik matahari yang akan segera lenyap.

Kaya secara materi, tapi rendah di hadapan Tuhan; itulah kehendakku, Bapa.

Tidak ada komentar: