Senin, 29 Desember 2008

Tiga Ekor Harimau

Suatu hari ada seorang perdana menteri kerajaan memberi tahu kaisarnya, "Yang mulia, ada laporan dari seseorang katanya ada seekor harimau di jalan. Apakah baginda mempercayainya?" Kaisar itu menjawab, "Tidak. Aku tak percaya. Mana mungkin ada harimau lepas di jalan.

Beberapa menit kemudian perdana menteri itu masuk lagi dan memberitahukan kalau sudah ada dua orang yang melaporkan ada harimau di jalanan. "Apakah baginda mempercayainya?" tanya perdana menteri itu lagi. Kali ini kaisar itu tampak ragu-ragu.

Beberapa menit kemudian perdana menteri itu masuk lagi dan memberitahukan, "Yang mulia, sudah ada tiga orang yang melaporkan ada harimau di jalanan. Apakah baginda masih meragukannya?" Akhirnya kaisar itu menjawab, "Ya, aku percaya."

Kemudian perdana menteri itu berkata, "Maafkan saya, bagina, tapi harimau itu sama sekali tidak ada. Hanya karena ada tiga orang yang mengatakan hal itu baginda jadi percaya. Baginda harus berhati-hati terhadap rumor-rumor yang beredar."

Sekedar berbagi saja, minggu-minggu ini saya bermasalah dengan yang namanya "lidah". Baik lidah saya sendiri maupun lidah orang lain.

Lidah mampu menyebarkan berita baik, menyampaikan penghiburan dan memberitakan Injil. Lidah juga bisa menyebarkan gosip, memfitnah orang dan mengejek orang. Dengan kata lain, bila lidahmu baik, engkau akan disukai orang lain. Bila lidahmu kurang baik, akan mencoreng namamu sendiri atau bahkan merugikan orang lain.

Yang terjadi padaku minggu-minggu ini, seorang sahabat yang kupercayakan sebuah rahasia malah berbalik menggunakan rahasiaku itu sebagai "senjata" untuk menjatuhkan citraku. Wow... luar biasa kuasa dari sebuah lidah. Sebuah lidah bisa menyebarkan rumor hingga ribuan kilometer. Seperti quotation seorang temanku yang sangat kusuka, "Panjang Surabaya-Jakarta bisa diukur. Tapi panjang omongan ga bisa diukur."

Di Yakobus 3 : 3-10 mengatakan bahwa lidah ibarat binatang liar yang sangat sulit untuk dijinakkan. Kecil namum mematikan. Bisa dibuat untuk hal baik, bisa untuk hal kurang terpuji.

Memfitnah, mengejek, mengolok-olok, gosip, mengadu domba, itu semua perkara besar yang bisa dilakukan sebuah lidah yang kecil. Sebaliknya memuji Tuhan, menyebarkan Injil, memuji orang lain, makan, merasakan rasa adalah yang sebaiknya kita lakukan untuk menjinakkan lidah kita dan menjadi berkat untuk orang lain.

So, sobat JINS, hati-hatilah terhadap lidahmu.

Kamis, 25 Desember 2008

Tepuk Tangan Dengki

Aku marah!

Aku benci!

Aku sakit!!!

Mengapa dunia ini seolah tidak adil padaku? Mengapa dunia ini tidak pernah adil? Mengapa Tuhan tidak memperlakukan kita sama? Mengapa!?

Mengapa di setiap hal aku selalu yang jadi nomor terakhir? Mengapa di setiap kompetisi yang kuikuti selalu aku yang kalah? Dan sakitnya lagi, mengapa yang selalu juara adalah sahabat terbaikku sendiri?

Aku pulang dengan langkah gontai. Aku marah! Aku dendam! Setiap kali pikiranku menerawang wajah sahabatku, kuanggap seperti monster yang menjijikkan! Seorang monster yang telah merebut sesuatu yang berharga dariku. Mataku kabur, becek oleh air mata. Aku mau menangis tapi aku malu karena aku lelaki. Aku marah! Aku marahhhh!!!!

Rasa terluka itu masih membekas dalam. Aku iri. Mengapa setiap perlombaan selalu dia? Mengapa tak pernah memberikan kesempatan kepadaku? Dalam pikiranku terbayang percakapan-percakapan imajinatif yang kulakukan dengan sahabatku itu. Ribuan kata-kata telah kusiapkan kalau ia hendak menghiburku, ribuan kata-kata yang memenangkanku.

Betul juga. Mengapa tak terpikir olehku?

Aku bisa menang darinya. Aku bisa mencaci makinya, membongkar setiap kelemahan dan celah yang ia tunjukkan waktu lomba tadi. Aku bisa mengkritiknya habis-habisan. Aku bisa mengungkapkan sederetan kesalahan yang pernah ia lakukan. Aku bisa menang lewat kata-kata!

"Lalu, apa gunanya?" tanya seseorang tiba-tiba.

Aku tidak akan mengikuti lomba lagi. Setiap tepuk tangan kemenangan yang ia peroleh merupakan tepukan dengki dariku. Aku tidak menghargainya. Aku kesal karena ternyata aku tak bisa lebih baik darinya. Pada kenyataannya aku hanyalah seorang....


pecundang.


PS: Sebuah coret-coret sederhana. Karena aku prihatin dengan banyaknya anak-anak, teman-teman, dan semua orang yang selalu merasa dirinya kecil, tidak bisa diandalkan, tidak berharga, selalu kalah dan tersisih. Karena di luar sana, ada seseorang yang akan berusaha keras menjadi teman mereka.

Tradisi Natal

Banyak kebiasaan Natal berdasarkan pada kelahiran Kristus. Misalkan saja tradisi memberi kado didasarkan pada orang-orang Majus yang memberikan kado kepada Yesus ketika Ia lahir. "Christmast carol" atau nyanyian natal menggambarkan kelahiran Yesus, kandang domba, orang-orang Majus dan binatang di sekeliling Yesus.

Tapi beberapa tradisi merayakan natal sama sekali tidak berhubungan dengan kelahiran Kristus itu sendiri. Banyak yang sudah mengalami perkembangan jaman.

200 tahun setelah kematian Yesus, orang-orang Kristen belum tahu cara merayakan kelahiranNya (atau bahkan tidak dirayakan). Tidak ada yang tahu tanggal kelahiranNya secara pasti. 25 Desember dipilih karena diyakini tanggal itu akan mengalihkan orang-orang dari perayaan/liburan lain.

Saturnalia, adalah salah satu hari Raya di Roma yang dirayakan bulan Desember. Hari raya itu mereka makan-makan dan berpesta. Di Eropa utara, ada satu hari raya yang disebut Yule. Di hari raya itu mereka membuat api unggun dan menari mengelilinginya. Hari raya Yule adalah perayaan akan berakhirnya musim dingin.

Seiring waktu, natal "menggusur" perayaan-perayaan ini. Tapi tradisi-tradisi ini tidak dihilangkan, melainkan dilebur. Saat ini di beberapa daerah di Eropa masih mengadopsi tradisi natal membuat api unggun, makan-makan dan berpesta. Kata Yule masih dipakai untuk menggambarkan tradisi natal sekarang.

Seiring waktu, beberapa tradisi baru ditambahkan. Salah satunya pohon natal. Jaman dahulu di Jerman, ketika mereka berpindah ke suatu daerah yang baru mereka membawa pohon sebagai bagian dari tradisi mereka.

Dan yang lainnya adalah kisah Santo Nicholas. Ada seorang yang bernama Nicholas yang tinggal di daerah Turki. Tidak banyak yang tahu soal dia. Konon katanya ia suka membantu anak-anak yang kelaparan dan tidak punya rumah. Bertahun-tahun kemudian, Nicholas meninggal dan diangkat menjadi seorang santo: Santo pelindung anak-anak.

Dan masih banyak tradisi-tradisi natal yang sudah berkembang seiring dengan berkembangnya jaman. Dan hari ini masih dalam suasana Natal, JINS mengucapkan Selamat Hari Natal! Semoga semangat Natal kita tidak akan padam dan bukan di bulan Desember saja. Melainkan setiap hari kita berapi-api untukNya dan mennebar kasih di manapun kita ditempatkan.

Merry Christmas!!!!!

Selasa, 23 Desember 2008

Selamat Hari Natal



Mengucapkan Selamat Hari Natal dalam berbagai bahasa:



Afrikaner [Afrikaans]
"Geseënde Kersfees"

Albanian
"Urime Krishtlindjet"

Amharic
"Enkwan laberhana ledat abaqqawot" OR "Melkam amat ba`al yehunellachihu"

Arabic
"Milad Majid" OR "Milad Saeed"

Argentine
"Feliz Navidad"

Armenian
"Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand"

Bohemian
"Vesele Vanoce"

Brazilian Portuguese
"Feliz Natal"

Briton
"Nedeleg laouen na bloavezh mat"

Bulgarian
"Tchestita Koleda" OR "Tchestito Rojdestvo Hristovo"

Cambodian
"Soursdey Noel"

Chinese [Mandarin]
"Sheng Dankuai Le"

Chinese [Cantonese]
"Sing Daan Faai Lok"

Cornish
"Nadelik Lowen"

Croatian
"Sretan Bozic"

Czech
"Velike Vanoce"

Danish
"Glædelig Jul"

Dutch
"Vrolijk Kerstfeest"

English [American]
"Merry Christmas"

English [Australian]
"'Ave a bonza Chrissy, Mate"

English [UK]
"Happy Christmas"

Esperanto
"Gojan Kristnaskon"

Estonian
"Roomsaid Joulu Puhi"

Farsi
"Christmas-e-shoma mobarak bashad"

Faroese
"Gleðilig Jól"

Filipino
"Maligayang Pasko"

Finnish
"Hauskaa Joulua"

French
"Joyeux Noël"

Frisian
"Noflike Krystdagen en in protte Lok en Seine yn it Nije Jier"

Gaelic
"Nollaig Shona Dhuit"

German
"Froehliche Weihnachten"

Greek
"Kala Christouyenna"

Hawaiian
"Mele Kalikimaka"

Hebrew
"Mo'adim Lesimkha. Chena tova"

Hindi
"Shub Badadin"

Hungarian
"Boldog Karácsonyt"

Icelandic
"Gledileg Jol"

India
"Tamil Nadu - Christmas Vaazthukkal "

Indonesian
"Selamat Hari Natal"

Iraqi
"Idah Saidan Wa Sanah Jadidah"

Irish
"Nollaig Shona Duit"

Italian
"Buon Natale"

Japanese
"Meri Kurisumasu"

Klingon
"QISmaS Quch Daghajjaj"

Korean
"Sung Tan Jul Chuk Ha"

Latvian
"Prieci'gus Ziemsve'tkus un Laimi'gu Jauno Gadu"

Lithuanian
"Linksmu Kaledu"

Malay
"Selamat Hari Natal dan Tahun Baru"

Maltese
"Il-Milied it-tajjeb"

Maori
"Meri Kirihimete"

Navajo
"Ya'at'eeh Keshmish"

New Guinea Pidgin
"Meri Christmas"

New Zealand
"Happy Christmas"

Norwegian
"Gledelig Jul"

Pennsylvania German
"En frehlicher Grischtdaag"

Peru
"Felices Fiestas" OR "Feliz Navidad"

Polish
"Wesolych Swiat Bozego Narodzenia"

Portuguese
"Feliz Natal"

Punjabi
"Hacahi Ke Eide"

Rumanian
"Sarbatori Fericite"

Russian
"S Rozhdestvom Kristovym"

Serbian
"Hristos se rodi"

Slovakian
"Sretan Bozic" OR "Vesele vianoce"

Samoan
"Manuea le Karisimasi"

Scots Gaelic
"Nollaig chridheil huibh"

Slovak
"Vesele Vianoce. A stastlivy Novy Rok"

Slovene
"Srecen Bozic"

Spanish
"Feliz Navidad"

Swahili
"Heri ya Krismasi"

Swedish
"God Jul"

Tagalog [Philippines]
"Maligayang Pasko"

Tahitian
"Ia ora'na no te noere"

Telugu
"Santhasa Krismas"

Thai
"Suksan Christmas"

Turkish
"Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun"

Ukrainian
"Z Rizdvom Krystovym" OR "Veselogo Rizdva""

Urdu [Pakistan]
"Shadae Christmas"

Uzbek
"Yangi Yiligiz Mubarak Bolsun"

Vietnamese
"Chuc Mung Giang Sinh"

Welsh
"Nadolig Llawen"






MERRY CHRISTMAS!!!

Senin, 22 Desember 2008

Kotak Korek Api

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korekapi. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,"Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotakkorek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung.

Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api.
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna,tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.
Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasidan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter ditelevisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta,tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia . Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, HelenKeller, Andre Wongso, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.


Sobat JINS, jangan pernah menanggapi kotak-kotak korek api ini. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Kembangkan kepercayaan dirimu dan biarkan kemampuan Anda melesat tinggi. Tunjukkan pada kotak-kotak korek api ini kalau Anda pun bisa dengan semangat dan perjuangan. Buat mereka malu dengan tindakan mereka di masa lalu.

Pecahkan kotak korek itu dan melompatlah 300 kali lipat dari mimpi Anda!! Semangat!!!

(disadur dari: Give Thanks)

Ibu

Ketika kita dilahirkan ke dunia, Ibu menangis kesakitan.
Meskipun sakit, ia tetap menahan dan memaksakan diri.


Ketika kita masih bayi, Ibu menggendong kita sepanjang hari.
Kita masih belum bisa apa-apa.
Ia yang menggantikan popok kita, memberi kita minum susu, dan merawat kita.


Ketika kita masih kanak-kanak dan sakit, Ibu yang menunggui kita seharian di samping tempat kita tidur.
Sesekali ia memegangi dahi kita untuk memastikan panas kita sudah turun.


Ketika hari pertama kita ke sekolah, Ibu mengantarkan kita.
Kita takut dengan lingkungan baru, teman baru, kelas baru. Tapi ibu selalu ada di luar dan tersenyum kepada kita.


Ketika kita berbuat salah, ia yang menegur kita dengan kasih.
Dalam hatinya ia tidak ingin melakukannya, tapi ia ingin agar hidup kita menjadi rusak.


Dan setiap bulan Ibu menabung untuk bekal masa depan kita.


Ketika kita mengetahui kita telah dewasa untuk pertama kali, kita menanyakan hal itu kepada Ibu.


Di kencan pertama kita, Ibu memandang kita lewat jendela sambil tersenyum dan berpikir, "Anakku sudah dewasa."


Ketika kita sudah bekerja, Ibu yang menghangatkan makanan dan menunggui kita sampai pulang larut karena lembur.


Ketika kita menikah, Ibu menangis terharu dan berharap yang terbaik untukmu.


Dan...


Setiap malam Ibu berdoa untukmu.


Keluaran 20:12
"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. "


Selamat hari Ibu.

Minggu, 21 Desember 2008

Lift

Orang kreatif pasti tidak akan kelaparan, ya kan? Apakah kita sudah kreatif? Yak, topik hari ini adalah tentang "kreatifitas".

Apakah kreatif itu?
Menurut kamus wiki, kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru. Kreatif adalah melakukan sesuatu yang dipandang "tidak biasa" untuk mencapai sebuah tujuan yang merupakan peningkatan atau pembaharuan terhadap suatu solusi.

Kreatif: siapa dia?
Siapa yang mempunyai kreatifitas? Menurut sebuah penelitian, anak-anak taman kanak-kanak mempunyai 90-95% kreatifitas. Sedangkan seiring dengan bertambahnya usia, rata-rata orang dewasa hanya memiliki 5-15% kreatifitas dalam pemikirannya. Wah mengapa ini bisa terjadi? Karena manusia punya kecenderungan untuk bermain di zona aman.
Suatu kreatifitas adalah proses "melencengkan" cara yang sudah baku untuk menemukan sesuatu yang baru. Manusia cenderung terbiasa dengan apa yang dilakukannya dan sangat membenci perubahan. Maka dari itu orang dewasa sulit untuk mengembangkan kreatifitas.

Bagaimana menjadi kreatif?
Ada banyak cara untuk menjadi seseorang yang kreatif. Kita bisa meniru dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Kita bisa benar-benar menciptakan sesuatu yang berbeda. Cobalah untuk menyikapi suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Pikirkan kebalikan dari solusi yang sudah baku. Pikirkan jalan yang lain.
Banyak melihat dan mendengar juga merupakan suatu cara. Siapa yang pernah membaca huruf "qwertyuiop"? Yup, itu adalah huruf dari deretan ketiga di keyboard Anda. Namun berapa dari Anda yang menyadarinya? Banyak-banyaklah melihat, mendengar dan mempelajari.

Beberapa waktu lalu saat produk lift pertama diluncurkan, banyak orang yang mengeluh kepada perusahaan lift. Mereka mengeluhkan takut dan terlalu lama waktu yang dibutuhkan sebuah lift untuk naik/turun dari satu lantai ke lantai lainnya. Seolah-olah "waktu"-lah yang menjadi masalah bagi sebuah lift. Sehingga perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan performa untuk menaikkan kinerja derek dan katrol agar lebih cepat.

Tapi ada sebuah perusahaan yang memikirkan satu cara yang "melenceng". Menurut mereka, "waktu" bukan masalah utama. Masalah utama ada pada penumpangnya itu sendiri. Mereka menarik sebuah kesimpulan kalau para penumpang takut sehingga waktu naik terasa lama. Dengan sedikit kreatifitas, akhirnya dibuatlah sebuah lift dengan dinding yang dipasangi cermin.

Para penumpang yang menaiki lift tersebut akhirnya tidak mengeluh lagi. Dengan sebuah cermin, mereka sibuk sendiri. Ada yang membenarkan make-up, rambut dan melihat dirinya apakah sudah rapi atau belum. Manusia cenderung suka memandangi dirinya sendiri di cermin. Akhirnya, lift dengan kecepatan dan performa yang sama dengan lift lama tapi dengan cermin di dalamnya laris manis dan menjadi lift seperti sekarang ini.

See? Kreatifitas adalah memandang sesuatu dari sisi yang lain. Bukan dengan peraturan baku yang berlaku. Orang kreatif tidak akan kelaparan. Jadi, mulai sekarang kembangkan kreatifitas Anda dan jadilah seorang yang "berbeda" di lingkungan Anda. Tuhan memberkati.

Rabu, 17 Desember 2008

Kecil

Alkisah dahulu ada seorang tabib yang sangat terkenal. Ia bisa menyembuhkan penyakit apapun.


Suatu hari tabib itu diminta memeriksa kesehatan seorang bangsawan. Selesai memeriksa, tabib itu kemudian memberikan pendapatnya bahwa ada sebuah penyakit kulit yang diderita bangsawan itu.


"Tuan, ada penyakit kulit yang menyerang Tuan. Kalau tak segera diobati bisa semakin parah," kata tabib itu.


Bangsawan itu tersinggung dan menjawab, "Penyakit apa? Saya ini sehat dan normal 100%, kamu jangan mengada-ada ya." (Jaman dahulu penyakit kulit adalah sesuatu yang menjijikkan.)


Dua minggu kemudian, tabib itu diminta untuk memeriksa lagi. "Tuanku, sekarang penyakit ini sudah masuk ke otot dan daging tuan. Bisa berbahaya kalau tidak cepat-cepat diobati." Bangsawan itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil acuh tak acuh.


Dua minggu kemudian lagi, tabib itu datang dan memeriksa kesehatannya. "Tuanku, penyakit ini sudah menyebar ke perut dan usus tuan. Harus cepat diobati, kalau tidak bisa gawat." Bangsawan itu sekali lagi berkata dengan ketus, "Saya ini BAIK-BAIK saja. Normal!"


Dan terakhir dua minggu lagi, tabib itu datang. Kali ini setelah ia memeriksa, ia hanya diam dan menggelengkan kepalanya lalu pulang. Penasaran, bangsawan itu menyuruh ajudannya ke rumah tabib itu dan menanyakan kondisi tubuhnya.


"Katakan pada tuanku bangsawan. Enam minggu lalu ketika masih berupa penyakit kulit, masih bisa dengan mudah disembuhkan dengan koyo dan salep. Empat minggu lalu ketika di dalam daging masih bisa disembuhkan dengan akupuntur. Dan dua minggu lalu ketika sudah berada dalam perut dan usus masih bisa disembuhkan dengan minum ramuan dan supku.


"Sekarang penyakit itu sudah menyerang sum-sum tulang belakangnya. Mustahil untuk disembuhkan."


Moral cerita:
Ketika penyakit masih menunjukkan "gejala" atau masih ringan, sebaiknya dicegah dan disembuhkan. Karena kalau penyakit sudah memasuki tahap parah, maka sulit untuk disembuhkan.

Masalah seperti penyakit. Ketika masalah itu masih kecil, sebaiknya diselesaikan. Jangan menunda-nunda sampai ruwet baru dicari jalan keluarnya. Kalau sudah begitu, banyak pihak akan disakit nantinya.



Ketika saya membaca tulisan ini, saya teringat dengan beberapa masalah saya dan perselisihan dengan teman saya. Memang masalah dan perselisihan masih tahap "awal", tapi saya berpikir alangkah baiknya bila saya bisa cepat mencari jalan keluar dari masalah sebelum masalah itu semakin runyam. Pernah juga pengalaman saya dan teman saya membiarkan suatu permasalahan di antara kami berdua berlarut-larut. Hingga tiga bulan lewat hubungan kami serasa ada ganjalan tapi seolah tidak ada masalah. Ataukah masalah ini sudah terlalu lama sehingga kami sendiri pun kesulitan untuk menemukan akar masalah dan mengapa kami sampai berselisih. Itu karena ketika di awal perselisihan kami, kami tidak segera menyelesaikannya.


Lebih baik menyembuhkan penyakit di awal sakitnya daripada sudah parah dan sukar disembuhkan.

Selasa, 16 Desember 2008

14 Guidance of Human Life


Di Cina ada 14 kalimat/pepatah bijak untuk menggambarkan kehidupan manusia di bumi ini. Well, beberapa di antaranya gue banget. What about you?
disadur dari: aizhongwen

  1. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri.

  2. Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan.

  3. Kebodohan terutama manusia adalah menipu.

  4. Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati.

  5. Kesalahan terutama manusia adalah merusak diri sendiri.

  6. Sifat manusia yang paling terpuji adalah semangat untuk terus maju.

  7. Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka memberi.

  8. Hadiah terbesar dari manusia adalah pengampunan.

  9. Sifat yang paling dikasihani dari seorang manusia adalah rasa rendah diri.

  10. Harta manusia yang paling berharga adalah kesehatan.

  11. Dosa terbesar manusia adalah membohongi diri sendiri.

  12. Kekurangan terbesar manusia adalah bersungut-sungut dan selalu merasa kurang.

  13. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa putus asa.

Manusia tidak ada yang sempurna. Tetapi alangkah baiknya kita selalu menyempurnakan diri setiap harinya agar kita semakin serupa denganNya hari demi hari.

Tuhan memberkati!

Pulang

Alkisah ada seorang tentara yang ingin pulang ke rumah setelah perang di Vietnam berakhir. Sebelum pulang ia menelepon kedua orang tuanya di rumah.

"Ayah, Ibu, besok saya akan pulang. Tugasku sudah usai," kata tentara itu gembira.

"Bagus!" jawab ibunya, "kami semua merindukanmu di sini."

"Tapi ayah, ibu, saya mempunyai satu permintaan. Saya akan pulang bersama dengan seorang temanku, dan ia akan tinggal bersama kita," katanya.

"Seperti apa temanmu itu?" tanya ibunya.

"Dia terluka parah saat perang. Dia menginjak ranjau dan ranjau itu meledak, merenggut kedua kakinya dan satu tangannya. Dia tidak punya siapa-siapa, bolehkah dia tinggal bersama kita?"

Ibu dan ayahnya berpikir sejenak. "Anakku," jawab ayahnya, "orang seperti ini akan merepotkan kita. Dia tidak bisa mandiri. Ke mana-mana pasti minta dibantu. Sudah pasti orang ini hanya akan menjadi beban kita."

"Ayah yakin?" tanya anaknya.

"Iya, anakku," jawab ayahnya, "sebaiknya suruh ia tinggal di tempat lain saja."

Dan begitulah kemudian pembicaraan itu berakhir. Tapi lewat beberapa minggu kemudian, anak itu tak kunjung pulang. Orang tuanya mulai cemas. Masa ia pergi perang lagi? Tak mungkin! Tapi kenapa koq tak pulang-pulang?

Tepat tiga minggu setelah pembicaraan telepon itu, seseorang datang ke rumah mereka.

"Bapak, Ibu, benarkah ini rumah Justin?" tanya orang itu.

Suami-istri itu menganggukkan kepala bersamaan.

"Mohon maaf, ada kabar buruk. Anak Anda baru saja bunuh diri dengan melompat dari atap gedung. Kata-kata terakhirnya, ia tak punya tempat pulang. Ini jenasahnya saya kembalikan untuk keluarganya."

Dan betapa terkejutnya kedua suami-istri itu mendapati jenasah sang anak tidak mempunyai kaki dan kehilangan sebelah tangan.

Matius 22:39
"Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

For My Best Friends

Cinta dimulai dengan sebuah senyum, bertumbuh dengan sebuah kecupan dan berakhir dengan air mata.

Jangan menangisi seseorang yang tidak akan menangisimu.

Sahabat sejati sulit dicari, lebih sulit lagi untuk ditinggalkan dan mustahil untuk dilupakan.

Kamu hanya bisa pergi sejauh kamu memaksa.

Tindakan berbicara lebih keras dibandingkan kata-kata.

Hal paling menyakitkan adalah melihat seseorang yang kamu cintai mencintai orang lain.

Jangan biarkan masa lalu menghalangi langkahmu. Kamu akan ketinggalan hal-hal indah di depan.

Hidup itu singkat. Jangan lewatkan hal-hal di sekelilingmu. Kamu akan merindukannya.

Sahabat sejati seperti daun semanggi berdaun empat. Sulit ditemukan dan akan beruntung jika mendapatkannya.

Bila kamu berpikir kalau dunia tidak ada artinya bagimu, pikirkan lagi. Mungkin yang kamu maksudkan adalah dunianya seseorang yang lain.

Ketika menyakitkan untuk menoleh ke belakang, terlalu takut untuk menatap ke depan, lihatlah di sisimu. Sahabatmu akan selalu ada di sana.

Persahabatan sejati tidak akan pernah berakhir.

Teman itu sejati.

Sahabat bagai bintang. Mereka tidak selalu kelihatan, tetapi kamu tahu mereka ada di sana.

Janganlah cemberut. Kamu bisa membuat seseorang menyukaimu hanya dengan sebuah senyum.

Apa yang akan kamu lakukan apabila orang yang bisa membuatmu berhenti menangis juga adalah orang yang membuatmu menangis?

Tidak ada manusia yang sempurna hingga kamu mencintai mereka apa adanya.

Segala sesuatu akan berakhir dengan baik. Bila akhirnya tidak baik, percayalah itu bukan akhir dari segalanya.

Mungkin saat ini ada seseorang yang sedang memikirkanmu dan berharap dirimu ada di sisi mereka. Itulah persahabatan sejati. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Perselisihan dan kemarahan akan datang dan pergi, tetapi persahabatan sejati tidak akan memudar. Untuk setiap detik yang kamu habiskan untuk kemarahan, kamu membuang satu menit kebahagiaanmu.

Hargailah temanmu, cintai mereka, maafkan mereka dan jagalah persahabatanmu tetap sehat di dalam Tuhan.

PS: for my bro, Nathan, God loves you and so do I. GBU

Minggu, 14 Desember 2008

Bercakap-cakap dengan Yesus di Atap

Malam itu malam yang sangat dingin. Baru saja hujan deras di Surabaya. Cuaca sangat dingin dan angin yang bertiup dinginnya sangat menusuk.

Aku berdiri di atas atap sebuah gedung lantai dua belas. Karena di Surabaya jarang ada gedung pencakar langit, pemandangan kota di malam hari terlihat dengan jelas dan sungguh indah. Aku bisa melihat kendaraan yang lalu lalang di bawahku. Aku bisa menghirup udara dan bau tanah yang masih segar. Dan di atap itu gelap dan tidak ada siapapun, kecuali aku dan Yesus.

Kami bersandar di sebuah tembok pembatas dan memandangi seluruh kota yang gemerlap di malam hari. Aku menoleh pada Yesus. Pandangannya masih menerawang jauh. Aku bisa melihat wajahNya yang cerah dan tersenyum melihat kota Surabaya ini.

"Aku punya impian," kata Yesus tiba-tiba, "Aku rindu seluruh kota ini dipakai untuk kemuliaan BapaKu."

Aku menoleh pada Yesus. Aku hanya diam.
"Masih banyak orang-orang di kota ini yang belum mengenal Aku dan BapaKu. Ada juga yang sok kenal saja... tapi Aku kenal mereka semua."

Aku memandang ke kejauhan, melihat kendaraan yang lalu lalang di bawah. Saat itu aku menyadari bahwa kita, manusia, begitu kecil. Kalau dilihat dari lantai dua belas saja sekecil ini, apalagi Bapa yang memandang dari langit sana. Tapi hebatnya, Bapa mengenal kami satu per satu.

"Yesus," kataku, "memangnya kota ini bukan milikmu?"

Yesus menoleh padaku. SenyumNya sangat menawan dan menarik. KataNya, "Bukan. Dunia ini bukan milikKu. (Matius 4:8-9)"

Sepi lagi.

Iseng-iseng aku melongok turun ke bawah. Jantungku serasa seperti melorot ke bawah. Perutku langsung jadi mules. Perasaan takut bercampur gentar ketika melihat betapa tingginya posisi saat ini aku berada. Bukannya aku takut ketinggian, tapi membayangkan jatuh dari lantai dua belas... wuih!

Aku menoleh lagi pada Yesus. Tiba-tiba entah kenapa aku jadi teringat akan ketika Yesus dicobai Iblis; ketika Ia disuruh melompat dari atap sebuah Bait Allah. Apa perasaan Yesus saat itu? Takut ketinggian? Atau kuatir kalau malaikat tidak menatang Dia?

"Tidak," jawab Yesus tiba-tiba, "Aku tidak takut ketinggian dan Aku yakin malaikatKu akan menatangku. Hanya Aku tidak mau tunduk kepada Iblis. (Matius4:6-7)"

Whew... padahal aku hanya berandai-andai dalam pikiranku, tapi ternyata Yesus bisa membaca pikiranku. Ia mengerti semua isi hatiku.

"Lalu, apa yang Engkau harapkan pada kota ini?" tanyaku.

Yesus menoleh lagi padaku dengan senyumnya yang luar biasa manis. "Aku menghendaki seluruh kota ini menjadi muridKu dan bukan hanya mengenalKu. Murid adalah seorang yang mau diajar dan dibentuk. Murid adalah seorang yang mau menerima proses dari sebuah jalan menuju kemuliaan. Aku tidak mau warga kota ini bersantai-santai dan tertidur. Setiap dari mereka harus bangun dan berjaga-jaga untuk mempersiapkan kedatanganKu yang kedua kali."

"Lalu, apakah aku sudah Kau akui sebagai muridmu, Tuhan?" tanyaku.

Yesus hanya tersenyum.

*Sebuah coret-coret dari inspirasi yang kudapat - pengalaman pribadi bersama Yesus di atap Empire Building. Thank you Lord for your presence there that night.*

10 Reasons Why...

10 alasan mengapa aku telat masuk kerja hari ini:
1. Aku terlambat bangun karena kemarin bergadang menonton bola.
2. Aku sakit perut dan tidak bisa menemukan koran pagi.
3. Aku keasyikan membaca koran pagi.
4. Aku memang bangun pagi, lalu aku tertidur lagi. Eh... keterusan.
5. Macet.
6. Aku tidak mendapatkan angkot.
7. Sepeda motorku mogok lagi.
8. Hujan deras, bos!
9. Aku harus mengantarkan anak ke sekolah dulu.
10. Aku ada perlu, jadi aku harus mampir dulu sebelum ke kantor.

10 alasan mengapa aku tidak mencapai target bulan ini:
1. Target terlalu tinggi.
2. Susah mencari nasabah.
3. Cuaca buruk, sehingga tidak bisa bekerja.
4. Aku bekerja di bawah tekanan.
5. Banyak calon nasabah menolak.
6. Aku banyak urusan dan pekerjaan lain.
7. Atasanku suka menindasku.
8. Aku sedang malas sekarang.
9. Aku sibuk pelayanan.
10. Aku sudah punya pacar sekarang dan waktuku untuk dia.

10 alasan mengapa aku tak menyukai temanku yang satu itu:
1. Dia cerewet.
2. Dia orangnya suka menjelek-jelekkan orang lain.
3. Dia orangnya suka menumpang.
4. Dia tidak sehobi denganku.
5. Dia suka menindasku.
6. Dia pinjam uang padaku dan belum mengembalikan sepeser pun.

7. Dia suka menyindirku.
8. Dia tidak mendengarkan kata-kataku.
9. Dia selalu mengacuhkanku.
10. Dia menusukku dari belakang.

See? 30 alasan ini kuketik dengan begitu mudah tanpa perlu berpikir panjang. Begitu mudahnya untuk mencari-cari alasan. Begitu sepelenya untuk mencari kejelekan-kejelekan orang lain. Begitu mudah mengkritik sesuatu. Begitu gampangnya berpikiran NEGATIF terhadap seseorang.

Coba sekarang sobat JINS pikirkan:
10 alasan mengapa datang di kantor lebih awal;
10 alasan mengapa Anda dipromosikan;
10 alasan mengapa Anda mau mengampuni teman kita yang satu itu.

Bandingkan waktu Anda memikirkan jawaban-jawaban itu. Di sela-sela Anda pasti membuka satu "celah" kecil yang memberikan komentar negatif terhadap diri Anda atau teman Anda atau atasan Anda.

Memang sulit untuk berpikir POSITIF. Berpikir positif adalah kebiasaan, bukan karena orang itu mempunyai sesuatu yang positif untuk dipuji. Jadi, daripada kita berpikir yang macam-macam yang membuka celah bagi Iblis untuk menanamkan keminderan, kebencian dan kejengkelan.

Sekarang,
10 alasan mengapa aku masuk kerja lebih awal hari ini:
1. Aku cinta pekerjaanku.
2. Aku bangun lebih pagi hari ini.
3. Urusanku lebih cepat selesai hari ini.
4. Aku fokus ke bidangku saat ini.
5. Semangatku sedang terbakar.
6. Aku berpikir seperti seorang manager. Dan seorang manager harus memberikan contoh yang baik.
7. Perusahaanku membutuhkanku.
8. Karyawan lain membutuhkanku.
9. Sistem relasi perusahaan membutuhkanku.
10. Aku ingin memberi lebih lagi untuk perusahaanku.

10 alasan aku suka temanku yang satu itu:
1. Dia perhatian.
2. Dia rajin dan ulet.
3. Dia pintar bermain musik.
4. Dia pintar melawak.
5. Dia sabar.
6. Dia selalu membelikanku makan siang ketika dompetku ketinggalan.
7. Wajahnya seperti Spongebob.
8. Dia yang mengajariku cinta Tuhan.
9. Dia suka membantuku.
10. Dia cantik/ganteng.

Jadi, mulai hari ini terapkan pikiran POSITIF akan setiap hal yang Anda lihat dan temui hari ini. Berhentilah mencari-cari alasan dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Jumat, 12 Desember 2008

Sesuatu Tidak Kelihatan

Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.

Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itulenyap. Ketika malaikat yg lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yg lebih tua menjawab,"Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah.Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai,petani itu mempersilahkan keduamalaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya, malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.Malaikat yg lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yg lebih tua, "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yg retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?"Malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."

"Ketika kita bermalam di basement, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding ituagar ia tidak menemukan emas itu.""Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya."

"Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagai mana adanya."Kadang-kadang itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidakseharusnya terjadi.Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yangterjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba...

Rabu, 10 Desember 2008

Lemak, Kawan atau Lawan?

Lemak atau minyak biasanya diidentikkan dengan kegemukan, penyakit jantung, hipertensi dan kolesterol. Well, tidak sepenuhnya benar anggapan ini. Lemak juga dibutuhkan oleh tubuh kita karena menghasilkan lebih banyak energi ketimbang karbohidrat dan protein. Di samping itu, lemak dapat melarutkan vitamin seperti A, D, E dan K. Lemak harus diwaspadai, tapi bukan dihindari.

Lemak ada macam-macam. Tipe pertama adalah lemak trans. Lemak ini terdapat dalam kue kering, margarin, makanan cepat saji dan lain-lain. Tipe kedua adalah lemak jenuh, yang merupakan lemak hewani. Tipe ketiga adalah lemak tak jenuh yang terdapat dalam beberapa minyak goreng dan ikan. Omega 3, omega 6 dan omega 9 adalah contoh dari lemak tak jenuh.

Di tahun 2001-2002 sebuah penelitian mengatakan total konsumsi minyak di seluruh dunia mencapai 92 juta meter kubik. 29 juta di antaranya adalah minyak kedelai dan 25.4 adalah minyak palem. Kedua jenis minyak ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh minyak kedelai rendah lemak jenuh dan tinggi lemak trans. Sebaliknya minyak palem tinggi akan lemak jenuh dan hampir tidak mempunyai lemak trans. Lemak jenuh tidak baik untuk kesehatan.

Lemak trans merupakan salah satu dari penyebab penyakit jantung. Lemak ini diperoleh dengan hidrogenasi parsial dari minyak goreng yang hasilnya kita kenal dengan nama margarin. Hidrogenasi parsial dilakukan untuk menaikkan kestabilan oksidasi sehingga aromanya tidak akan berubah pada waktu yang lama. Secara alami, lemak trans juga diproduksi oleh mamalia seperti sapi. Oleh sebab itu susu sapi dan keju mengandung 2%-5% lemak trans.

Di Indonesia, margarin tidak melalui proses hidrogenasi parsial sehingga tidak mengandung lemak trans. Namun lemak trans ditemukan dalam beberapa produk yang lain seperti biskuit dengan isi krim, snack, kue-kue kering dan kentang goreng. Lemak trans dapat membuat produk seperti kue terasa lebih lembut di mulut, lebih gurih dan lebih enak. Biasanya anak-anak suka. Lemak ini tidak bisa dideteksi dengan indra perasa kita. Kita bisa tahu lewat komposisi dan tabel nilai gizi. Hanya saja, nama "lemak trans" disamarkan dengan nama yang lebih panjang seperti "partially hidrogenated vegetables oil" atau "lemak terhidrogrenasi".

Lemak trans lebih beresiko dibandingkan lemak jenuh. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol dalam darah lebih cepat dibandingkan lemak jenuh sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung.

Sejak Januari 2006 Badan Pangan Amerika (FDA) menginstruksikan penulisan informasi lemak trans di packaging karena ini adalah informasi yang penting yang harus diketahui konsumen.

Hati-hati dalam memilih makanan Anda. Apapun alasannya, lemak itu tidak baik selama dikonsumsi berlebihan. Jaga makanan Anda supaya umur Anda panjang.

Work

Suatu hari Brenda dengan muka lesu dan gundah mengajak seorang sahabatnya untuk bertemu. Ia sedang galau dan gelisah. Karena ia kini sedang terlibat di antara dua pilihan yang sulit.


Brenda bekerja sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan. Gajinya lumayan dan fasilitas yang ia dapatkan tidak buruk. Di samping itu, ia juga memiliki beberapa usaha kecil sebagai sampingan di luar jam kerjanya.


Tapi beberapa hari yang lalu Brenda diberi tawaran yang sangat menarik oleh seorang pemilik supermarket. Ia akan didudukkan pada jabatan manager dengan banyak fasilitas. Gaji yang akan diterimanya sudah pasti dua kali lipat dari gajinya sekarang. Ia juga akan mendapatkan sebuah mobil yang akan menjadi miliknya bila ia bekerja empat tahun.


Hanya saja... pekerjaan baru menuntutnya berada di kota kecil sedangkan usaha dan bisnisnya baru saja mulai berkembang hari-hari ini. Brenda benar-benar bingung. Ia harus memilih bisnisnya atau pekerjaan baru dengan segudang tawaran menggiurkan?


Kemudian ia mulai mencurahkan semua pergumulannya pada sahabatnya. Sahabatnya mendengarkan dengan penuh sabar dan mendengarkan sampai selesai.


Sahabat Brenda hanya menatap mata Brenda dalam-dalam lalu berkata, "Brenda sayang, sekarang, apa tujuanmu bekerja? Jawablah dahulu baru kamu akan bisa memilih pekerjaan mana yang cocok buatmu."


Sekarang bayangkan Anda berada di dalam dua pilihan yang sulit, katakanlah, memilih di antara dua pilihan yang sangat menguntungkan Anda di mana hanya boleh salah satu saja yang Anda ambil. Bila Anda menjadi Brenda, mana yang akan Anda pilih?


Sulit?


Baiklah, seperti kata sahabat Brenda, "Apa tujuanmu dalam bekerja?" Sudahkah Anda memikirkan tujuan Anda dalam bekerja? Apakah tujuan Anda dalam bekerja? Uang? Karir? Materi? Atau bahkan pasangan hidup?


Di Alkitab dijelaskan soal perihal bekerja. Dalam perumpaan tentang talenta (Matius 25:14-30) dikatakan, hamba yang tidak mengembangkan talentanya akan dihukum. Alias, manusia yang tidak bekerja tidak akan berkenan kepada Allah juga.


Bekerja berbicara soal pelayanan kita kepada Tuhan. Apapun bentuk pekerjaanmu, selama itu halal dan berkenan pada Tuhan, kita sudah melayaniNya. Kita tidak harus hidup selibat, ataupun pelayanan di gereja, ataupun menjadi seorang full timer di gereja baru disebut melayani Tuhan. No! Bekerja di dunia sekuler juga melayani Tuhan!


Lantas kalau bekerja adalah melayani Tuhan, apa tujuannya dalam melayani Tuhan? Ada 3 hal tujuan dalam melayani Tuhan:


1. Untuk membalas kebaikan kasihNya.
Melayani sama saja dengan membalas kebaikan Tuhan. Ia sudah mati di kayu salib demi menyelamatkan Anda dan saya, mengapa kita masih perhitungan denganNya? Kita tidak akan bisa membalas budi pada Tuhan. KasihNya terlalu besar! Tapi kita bisa melayaniNya dengan sepenuh hati kita.


2. Untuk kemuliaan Tuhan di muka bumi.
Masyurkan namaNya di seluruh bumi, buat seluruh bumi menjadi muridNya. Dalam bekerja, usahakan selalu memancarkan pribadi Yesus dalam setiap perbuatan kita (Matius 5:16). Buat semua teman-teman kita menjadi terberkati dan bukan dirugikan. Pancarkan kasih Yesus supaya setiap orang melihat besarnya Allah dalam diri kita.


3. Untuk tetap hidup.
Tanpa bekerja, siapa yang dapat hidup. Alkitab berkata, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati. Kita beriman tapi kita tidak pernah benar-benar turun tangan, apalah gunanya? Dengan bekerja kita akan tetap hidup. Dan dengan kehidupanlah kita akan bisa bekerja. Dunia orang mati tidak akan bisa melayani Tuhan


Alkitab mengupas banyak sekali tentang pekerjaan. Mulai dari kewajiban, pelayanan, hingga kemuliaan namaNya. So, suatu hari bila Anda dihadapkan lagi pada situasi tentang pekerjaan yang harus Anda pilih, ingatlah akan tujuan Anda bekerja, bukalah Alkitab Anda dan tanya Tuhan yang sejelas-jelasnya. Biarkan Tuhan yang menjadi panutan dalam jalan Anda karena pekerjaan Anda toh akan demi kemuliaanNya suatu hari nanti.

Jadi, apa tujuan Anda bekerja?

Senin, 08 Desember 2008

Kiat Sukses Ala Tiger Woods

10 kiat sukses ala Tiger Woods:


1. Pengharapan untuk menang.
Tanamkan dalam dirimu, kalau kamu adalah seorang pemenang.

2. Percaya diri.
Biarkan lawanmu tahu kalau dirimu tangguh dan tak ada keraguan sedikitpun.


3. Bekerja, berlatih, bekerja lebih giat lagi, berlatih lebih semangat lagi.
Bahkan ketika ada di puncak kesuksesannya, dia masih terlihat memukul bola di malam hari.


4. Bertingkahlakulah seperti seorang pemenang.
Bagian ini membuat bagian penyemangat dirimu lebih dominan.


5. Punya selera. Jangan mencarinya, tetapi kamu akan mengenalnya ketika kamu melihatnya.
Kamu tidak perlu mencari ketenaran. Tetapi ketika itu datang kepadamu, kamu tahu bagaimana cara merawatnya.


6. Tahu selalu ada ruang untuk bertumbuh.
Menjadi yang terbaik bukan berarti kamu tidak bisa lebih baik lagi.


7. Bergaul dengan para pemenang.
Mereka mengerti akan tekanan dan situasi yang dialami yang mana yang akan kamu alami kemudian.


8. Posisikan dirimu pada situasi di mana kamu bukan seorang yang sukses di sana.
Susah memang, tapi akan tetap membuatmu membumi.


9. Hargai dan lindungi waktu luangmu dan lakukan apa yang kamu sukai.
Kedisiplinan dari seorang pemenang butuh sebuah rem untuk alasan keamanan dari waktu ke waktu.


10. Ingat kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
Di suatu tempat dan di suatu waktu, seseorang akan membantumu - jangan lupa balas budi.

Kamis, 04 Desember 2008

New entry - new agenda

Yeah... tak terasa 22 hari lagi kita akan menginjak tahun 2009 nih. 22 hari itu cepet lohhh... Tak terasa malam hari kita menutup mata, begitu buka eh tau tau udah keesokan hari. Udah hitungan hari nih menyongsong 2009.

Sudah siap-siap
membesihkan kamar? Sudah siap membuang barang-barang usang yang udah ketinggalan jaman di tahun 2008? Atau barang-barang usang tersebut masih disimpan sampai tahun depan sampai membusuk?

Yak, mulai hari ini sudah boleh beres-beres. Pemberesan hati dengan orang-orang yang pernah disakiti, pemberesan hati dengan orang-orang yang pernah menyakiti, dan terutama pemberesan hati dengan Tuhan. Buang semua sampah-sampah hati.

Setelah semua barang usang disingkirkan, setelah ruangan hati menjadi lebih lapang, kini saatnya mengisinya dengan perabotan baru (baca: agenda baru). Tahun 2009, apa saja yang ingin Anda capai. Apakah cita-cita Anda bisa diwujudkan dalam tahun ini? Apakah di tahun 2009 Anda menarget sesuatu yang lebih tinggi? Apakah ada yang harus Anda kerjakan dan selesaikan di tahun baru ini?

Tapi pertanyaan terpenting adalah: Apakah Anda sudah merencanakannya? Atau jangan-jangan terpikirkan pun belum pernah? Ayo, tinggal hitungan hari lagi. Bila Anda tidak berencana mulai sekarang, nanti tahun 2009 juga akan Anda jalani dengan biasa-biasa saja. Tidak ada satu perasaan greget yang penuh semangat. Dan Anda sudah pasti akan membuang waktu satu tahun lagi.

Langkah-langkah menyiapkan new entry 2009:

1. Berdoa
Awali segala sesuatu dengan berdoa. Tanya pendapatnya Tuhan apakah Ia sudah menyiapkan rencana-rencana khusus untuk tahun depan. Minta penyertaannya dalam planning ini. Jangan kerja sendiri, minta penyertaan Roh Kudus juga.

2. Beres-beres
Masih ada ganjalan? Masih ada kepahitan? Masih ada masalah dengan orang yang dikasihi? Masih ada permusuhan dengan sesama? Mengapa tak coba untuk membereskan semua ini mulai dari sekarang? Datangi orang-orang yang Anda benci/yang membenci Anda. Dalam hati, berdoa dan berkatalah kepada Tuhan kalau Anda sudah memaafkannya. Atau dengan terus terang meminta maaf kepada orang itu. Sesudah itu buatlah satu komitmen dalam diri Anda kalau Anda sudah benar-benar memaafkan orang itu atau Anda tidak akan membuat kesalahan yang sama dua kali.

3. Tulis agenda
Ambil secarik kertas (sebaiknya buku).. Pejamkan mata Anda sejenak. Bayangkan apa yang Anda inginkan untuk terwujud di tahun depan. Pikirkan rencana-rencana yang harus Anda realisasikan tahun depan. Pastikan rencana Anda masih "membumi". Jangan terlalu mengkhayal. Yang pasti-pasti saja.
Kemudian, tarik napas panjang. Buka mata Anda. Hembuskan. Dan mulai tulis harapan-harapan Anda di atas kertas atau buku. Selesai? Simpan baik-baik kertas/buku itu. Buka lagi tahun depan.

4. Buat komitmen
Buat komitmen-komitmen yang Anda ingin realisasikan di tahun depan seperti berhenti merokok, menelepon nenek setiap Minggu pagi, hemat dalam belanja baju, fitness dua kali sehari, dan sebagainya. Usahakan patuhi komitmen Anda. Buat satu perubahan dalam hidup Anda. Masakan Anda mau hidup seperti ini sampai tua?

5. Berdoa lagi
Tanyakan kepada Tuhan apakah Ia berkenan dengan rencana-rencana yang sudah Anda buat. Parameternya sangat sederhana. Bila Anda memiliki perasaan damai sukacita, maka Tuhan berkenan. Bila Anda bimbang dan ragu dalam kepastiannya, berarti ada yang perlu diubah.

Sudah? Lihat lagi dan review lagi apa yang sudah Anda tulis. Mulai hari ini juga, Anda harus mulai merealisasikannya. Jangan tunda-tunda lagi. Menunda adalah salah satu dari rencana Iblis untuk menjauhkan hidup Anda dari perubahan. So, mulailah 2009 dengan agenda yang baru. Pikirkan dan lakukan mulai dari SEKARANG. Kalo bukan sekarang, kapan lagi?

Menilai Penampilan

Seorang wanita paro baya yang berpakaian tidak begitu rapi turun dari kereta api di Boston bersama dengan suaminya. Mereka berjalan malu-malu di depan kantor rektor. Sekertaris rektor itu memberitahu kalau mereka tidak layak untuk bertemu dengan rektor Universitas Harvard, bahkan ia juga meledek mereka dengan berkata mereka bahkan tak layak untuk di Cambridge.

"Kami mau bertemu dengan rektor," kata pria paro baya itu.

"Beliau sibuk," jawab si sekertaris ketus tanpa melihat kepada pasangan suami-istri tersebut.

"Kami akan tunggu," jawab wanita itu.

Selama berjam-jam, sekertaris itu mengacuhkan mereka, berharap mereka akan bosan dan pulang. Tapi mereka tetap di sana. Sekertaris itu menjadi agak jengkel dan akhirnya memutuskan untuk memanggil rektor (meskipun dia ragu-ragu). "Mungkin setelah bertemu pak rektor mereka akan pulang," dia memberitahu pak rektor. Dan rektor itu pun setuju. Ia kemudian berjalan keluar ruangannya dan dengan raut wajah yang tegas (baca: tidak ramah) ia mendatangi pasangan suami istri yang memakai pakaian kusut dan setelan rumahan yang tak rapi.

Sang istri memberitahu rektor, "Kami mempunyai seorang anak laki-laki yang pernah kuliah di sini. Ia sangat mencintai Harvard. Ia bahagia di sini. Tapi setahun lalu ia meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sekarang saya dan suami saya meminta dengan hormat, dapatkah Anda membuatkan sebuah memorial atau tugu sederhana untuk anakku?"

"Bu," jawab rektor dengan ketus, "Kita tidak bisa begitu saja membangun sebuah tugu untuk orang-orang yang pernah masuk Harvard dan kemudian meninggal. Tempat ini akan kelihatan seperti pemakaman!"

"Oh bukan, Anda salah paham!" jawab sang istri cepat, "Kita bukan mau sebuah tugu. Kita mau sebuah gedung di universitas kami dinamai nama anak kami. Kita yang akan memberi Harvard sebuah gedung baru, maksud kami, membangunkan."

Rektor itu mengamati wanita itu dari atas ke bawah dan ke atas lagi. Seorang wanita dengan baju lusuh dan setelan rumah. Kemudian jawabnya, "Sebuah gedung? Pernahkah Anda berpikir berapa uang yang akan dihabiskan untuk membangun sebuah gedung? Untuk membangun sebuah Harvard yang mewah seperti ini kita menghabiskan tujuh setengah juta dolar!!!" ujarnya sambil mengejek.

Untuk beberapa saat, wanita dan suaminya itu terdiam. Rektor itu merasa senang karena akhirnya menemukan cara untuk mengusir mereka.

Sang istri berpaling kepada suaminya, "Cuma segitukah untuk membangun sebuah universitas? Mengapa tak terpikir dari dulu saja kita membangun satu?" Rektor itu bingung dan tidak mengerti.

Dan begitulah Tuan dan Nyonya Leland Standford pergi ke Palo Alto, California dan mereka membangun sebuah universitas dengan nama anak mereka. Sebuah memorial yang tidak dianggap oleh Harvard.

Moral dari kisah ini yaitu jangan menilai seseorang dari penampi....? .. Lan!! Seratus, anak-anak!

Rabu, 03 Desember 2008

Panggung Sandiwara

Masih ingat dengan lirik lagu Nike Ardilla "Dunia ini... panggung sandiwara yang harus kita mainkan." Well, topik ini masih sangat mengusikku. Setelah beberapa hari yang lalu saya menulis "Topeng", kini saya ingin memperdalam lagi dengan tulisan ini.

Mengutip dari blog seorang teman yang menuliskan tentang "Topeng" juga, saya sangat terinspirasi oleh tulisannya. Tapi kini "panggung sandiwara" yang saya tuliskan di sini agak berbeda dengan persepsi om Udin.

Lalu, tentang apa panggung sandiwara di sini?

OK, bayangkan Anda pernah mempunyai seorang sahabat (bisa pacar, bisa sahabat. Tapi yang di sini saya ambil contoh sahabat). Dengannya, Anda bisa dekkkeeeeeettttt sekali. Anda bercerita banyak ke dia. Mulai dari keluarga, teman, sampai ke permasalahan Anda. Anda bahkan sudah berbagi rahasia pribadi diri Anda dengannya. Anda percaya dengannya. Anda begitu menghargainya. Anda sangat menghormatinya seolah Anda tidak pernah bersahabat begitu dekat sebelumnya dengan orang lain.

Begitu pula dengannya. Dia juga sering mengatakan kepada Anda, "Kamulah sahabatku." Dan juga dia sudah membawa Anda lebih mengenal ke dalam kehidupan pribadinya. Dia sering meminta saran Anda dan sering menelepon Anda.

Paling tidak untuk sekian waktu dia membantu Anda. (Topengnya KEREN SEKALI!!! Wajah aslinya saja sampai tidak kelihatan!)

Tapi kemudian, seolah tidak ada angin tidak ada petir, tiba-tiba saja hujan (halah...). Maksudnya tiba-tiba saja dia meninggalkan Anda, menjauhi Anda, tidak menyapa Anda lagi, begitu sombong, begitu dingin. Ketika Anda berpapasan dengannya, seolah dia tidak melihat. Ketika Anda menyapanya, dia cuma tersenyum kecut. Ketika Anda berusaha menanyakan "Ada apa di antara kita?" atau "Aku salah apa?", dia hanya menjawab, "Tidak apa-apa" atau "Kamu koq kek anak kecil aja" dan menjawab seolah tidak ada apa-apa di antara kalian.

Kemudian Anda mulai instropeksi dan bertanya-tanya, sebenarnya Anda salah apa. Anda mulai melihat ke dalam diri Anda dan mulai menelaah satu per satu latar belakang yang mungkin menghalangi persahabatan kalian. Dan Anda menemukan sesuatu. Satu jawaban yang cukup memuaskan diri Anda.

Dia sudah tidak ada kepentingan lagi denganmu. Manisnya dah habis. Sisa sepahnya saja. Mana bisa dimakan lagi? Ya apa boleh buat, buang aja deh...

Hey, man!! Saya adalah salah satu dari sekian milyar manusia yang sangat sangat sangat menjunjung tinggi namanya PERSAHABATAN itu! Saya sangat sangat sangat menghargai seorang sahabat (sejenis maupun lawan jenis) dan saya akan memberikannya yang terbaik. Dan saya akan sangat marah dan kecewa kalau ada oknum-oknum yang memanfaatkan ajang yang namanya "PERSAHABATAN" hanya untuk "disedot manisnya" saja.

Memang dunia ini panggung sandiwara! Semua dari kita adalah pemerannya. Ada protagonis ada antagonis. Ada yg tulus ada yang palsu. Mau "manis"nya seseorang? Gampang, tinggal tepe-tepe aja (tepe itu tebar pesona, red). Begitu orang itu terjerat, sedotttt... Manisnya hilang, di-lepeh (bahasa Indonesianya: dibuang) saja! Apa yang manusia lihat kan cuma 'topeng'.

Inilah yang kurasakan ketika saya menulis "Topeng" dan "Panggung Sandiwara" ini. Saya belajar untuk menanggalkan topeng saya dan menunjukkan wajah asliku. Cuma saya juga harus siap dengan wajah teman-temanku yang mungkin akan menanggalkan topengnya. Nggak boleh kabur ya... Hehe..

Sobat JINS, ingat-ingatlah hal ini. Pakai topeng, sah-sah saja. Banyak teman, dapat promosi dan sebagainya. Toh manusia melihat topeng dan rupa. Cuma ingat satu hal. Tuhan melihat hati. Ia bahkan tidak terpengaruh sama sekali dengan segala macam topeng yang kita kenakan.

Dunia ini panggung sandiwara, yang harus kita mainkan. Ada peran wajar, ada peran berpura-pura... Tapi tak peduli di pentas manapun Anda main, pastikan sutradaranya Yesus ya. Peace!!

Selasa, 02 Desember 2008

Burung Hantu dan Elang

Udah lama ga nulis dongeng... Hari ini nulis ahh....
Suatu hari, karena suatu hal, seekor elang berhutang budi pada seekor induk burung hantu. Untuk membalas budinya, burung elang tersebut akan menjanjikan satu hal kepada si burung hantu.

"Apa yang kamu minta, burung hantu?" tanya elang.

"Satu hal kecil saja. Jangan makan anak-anakku lagi," jawab induk burung hantu itu.

"Oh itu bukan masalah. Bagaimana aku bisa mengenali kalau itu anakmu?" tanya burung elang.

"Gampang. Anak-anakku adalah burung paling imut di dunia. Mereka paling lucu dan berbulu. Dan mereka sangattttt... imut," jawan burung hantu.

"OK," jawab burung elang dan mereka berpisah.

Suatu malam ketika si elang terbang dalam perjalanan pulang, ia merasa lapar. Kemudian ia melihat ke bawah ke dahan sebatang pohon yang tidak terlalu tinggi. Di sana ia melihat beberapa ekor anak burung (tanpa pengawasan induknya) sedang tidur. Karena lapar yang tidak tertahankan akhirnya ia turun.

Pikirnya dalam hati, "Burung hantu memintaku jangan makan anaknya. Mudah-mudahan ini bukan sarangnya."

Ia mengamat-amati anak-anak burung yang sedang tidur itu. Kemudian pikirnya lagi, "Jelek, tidak imut, tidak lucu, matanya besar-besar dan agak botak. Pasti deh ini bukan anaknya burung hantu." Dan tanpa pikir panjang lagi ia langsung memakan anak-anak burung itu. Setelah kenyang, ia kemudian terbang pulang.

Tak lama kemudian induk burung hantu pulang dengan membawa sejumlah makanan untuk anak-anaknya. Tapi alangkah terkejutnya kalau semua anak-anaknya sudah hilang. Yang tinggal hanya bulu-bulu dan bekas darah.

Sobat JINS, setiap orang tua pasti menganggap anaknya paling lucu, paling imut dan paling hebat sedunia. Tapi kadang-kadang kita tidak perlu mengatakannya kepada orang lain. Terkadang terlalu memuji anak sendiri juga tidak baik bagi anak kita, bahkan bisa mencelakakan anak itu sendiri. Mungkin bagi mereka yang belum punya anak, ada baiknya kita juga jangan terlalu memuji anak rohani atau sahabat-sahabat kita. Pujian baik untuk dilakukan, tapi apabila terlalu sering dilakukan akan kelihatan murahan dan bisa-bisa mencelakakan orang tersebut.

So, hati-hati dalam melontarkan satu pujian.