Kamis, 07 Agustus 2008

Pelukis

Alkisah, hiduplah seorang pelukis yang sangat terkenal. Ia baru saja menyelesaikan lukisan masterpiece-nya yang sangat bagus. Sebuah lukisan yang terindah yang pernah ia buat.

Pelukis itu sangat senang dan terus mengagumi lukisan itu. Karena lukisan itu berukuran sangat besar (4 x 8 meter) maka ia harus mundur perlahan untuk dapat melihat keseluruhan dari lukisan tersebut. Ia mundur sambil terus mengagumi hasil karyanya sendiri. Ia mundur dan terus mundur, tanpa sadar kalau ia tengah berada di ujung dari tempat kerjanya yang tinggi. Satu langkah mundur lagi dan ia akan jatuh.

Seorang temannya melihat pelukis itu sedang dalam posisi "kritis" hendak berteriak untuk mengingatkannya. Tapi tak jadi karena ia sadar ia akan dapat membuat pelukis itu kaget dan bisa-bisa jatuh. Temannya kemudian mengambil seember cat dan langsung menyiramkannya ke lukisan tersebut hingga lukisan tersebut hancur tak karuan.

Pelukis itu jadi marah dan segera maju mendatangi temannya dan langsung ingin memukulnya. Beberapa orang yang berada di dekat situ langsung memegangi pelukis itu dan menunjukkan posisi di mana tadi ia hampir saja jatuh kalau tidak disadarkan temannya.

Blogger terkasih, terkadang kita menggambarkan masa depan yang indah tentang diri kita sebegitu indahnya. Namun kadang-kadang Tuhan terpaksa harus "mengacaukannya". Bukan karena Tuhan tidak suka dengan impian-impian kita, tetapi Dia merasakan kalau kita terancam bahaya. Kadang-kadang kita marah sama Tuhan gara-gara semuanya ini, tetapi percayalah. Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada kita.

Blogger terkasih, hal ini juga yang kurasakan akhir-akhir ini. Terkadang sebuah teguran lembut tidak akan kita dengarkan. Tetapi Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Tuhan terpaksa harus menegur kita dengan keras supaya kita berubah dan menurut. Sakit sih memang. Tapi semuanya itu demi kebaikan kita. Dan kali ini Tuhan kembali menegurku dengan keras lewat kata-kata yang sangat mengena dari sahabatku...

Tuhan memberkati!

Tidak ada komentar: