Rabu, 24 September 2008

Kupu-kupu

Suatu ketika, ada seorang bocah hendak menangkap kupu-kupu. Ia meletakkan sebuah toples kaca di atas sebuah bangku. Di dalamnya ia isi dengan bunga yang harum.

Tak lama kemudian, seekor kupu-kupu yang cantik masuk. Langsung cepat-cepat anak itu mengambil tutup toples dan langsung menutupnya. Kupu-kupu di dalam itu masih tidak sadar kalau ia sudah terkurung. Ia masih menikmati madu dari bunga-bunga yang harum di dalamnya.

Suatu hari kupu-kupu itu melihat ada sebuah taman yang indah yang dipenuhi dengan banyak sekali bunga. Bunga yang berwarna-warni ditambah dengan sinar matahari yang cerah... Wah.. sungguh menyenangkan. Ia ingin sekali menuju ke sana.

Ia mulai mengepakkan sayapnya dan terbang tetapi DUUKKK... Ia menabrak kaca toples tersebut. Tidak menyadari, ia terus terbang dan DUKK.. menabrak lagi. Masih tak sadar kalau ia sudah terkurung dan ada sebuah kaca yang transparan, ia mencoba dan terbang sekali lagi. Dan hasilnya juga sama...

Beberapa hari berlalu dan akhirnya kupu-kupu itu berhenti mencoba dan akhirnya mati di dalam toples itu.

Sobat JINS, betapa kita manusia juga sama dengan kupu-kupu itu. Kita senang dengan kebahagiaan sementara. Kita bergumul dan bermain-main dengan dosa, untuk memperoleh kesenangan sesaat. Tanpa sadar, kita sendiri telah terkurung di dalamnya. Saat kita baru menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Kita melihat adanya suatu kebahagiaan di luar, suatu keindahan yang beratus-ratus kali lipat dibandingkan dengan apa yang ada di dalam toples. Kita mencoba melepaskan diri dari kurungan itu, tetapi dosa dan maut itu seperti kaca: transparan, tidak kelihatan dan membunuh pelan-pelan.

Sobat JINS, detik ini juga, minta seseorang untuk membuka tutup toples tersebut. Selamatkan jiwa Anda dari maut. Hindari segala dosa dan ketidakbenaran. Minta seseorang untuk melepaskan Anda. Orang itu adalah Yesus.

Tidak ada komentar: