Selasa, 30 Juni 2009

Tahta Sang Putri

Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.

Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?

Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.

Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.

Bagaimana jalan keluarnya?

Konsultan angkat tangan.

Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.

Dibentangkannya persoalan secara gamblang.

Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing

memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.

Dialog pun dimulai.

Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.

"Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku, " kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.

Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.

"Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku, " katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. "Budget maksimum Rp1 juta," tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.

Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.

"Bagus, besok giliranmu," kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.

"Oke, besok giliranmu," kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.

"Lho, kok kosong?" tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.

Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.

"Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari," katanya kalem.

Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar.

Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri.

"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya."

Menjual Sisir pada Biksu???

Pertanyaan :
- Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul) -- Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda ?
a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.


Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)

Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
" Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. C menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"

MORAL DARI CERITA

Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :

1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.

Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."

"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." (Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3)

Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"

Senin, 29 Juni 2009

Tuhan Besertaku

Diane, seorang gadis yang hidup di sebuah desa berusia 17 tahun. Suatu ketika ia ada kegiatan di sekolah yang mengharuskannya pulang sampai sore. Semua teman-temannya sudah pulang dan ia sendirian. Terpaksa ia harus pulang dengan berjalan kaki ke rumahnya. Malam itu ia memilih tidak naik bus karena ia ingin menikmati angin malam.

Tepat pertigaan lembah sebelum rumahnya berada, di sebuah tempat yang gelap, ia melihat di dalam kegelapan di ujung jalan sosok seorang pria. Tiba-tiba saja ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dan firasat buruk. Ia pun berhenti di bawah pohon ek dan kemudian berdoa.

"Tuhan, sertai hambaMu dalam perjalanan pulang supaya bisa tiba di rumah dengan selamat. Amin."

Dan segera ia selesai berdoa, ia tiba-tiba saja merasa nyaman dan keberaniannya muncul. Ia pun berjalan ke dalam kegelapan malam dan melewati pria itu dan kemudian tiba di rumah dengan selamat.

Keesokan harinya, ia membaca headline koran pagi itu yang berisikan bahwa seorang gadis diperkosa di tempat pria itu tepat beberapa menit setelah Diane melintasi daerah itu. Diane merasa sangat lega. Ia bisa saja yang menjadi korban pemerkosaan itu. Tetapi ia luput. Dan ia langsung berlutut mengucap syukur kepada Tuhan karena penyertaanNya.

Diane berpikir ia bisa menolong wanita korban itu, dan langsung menuju kantor polisi dan memberikan kesaksian. Ia langsung memberikan ciri-ciri pria "remang-remang" itu dan tak berapa lama, pemerkosa itu berhasil diciduk polisi. Setelah beberapa investigasi dan interogasi, akhirnya pria itu mengakui kalau ia lah pelakunya.

Saat ditanya, bisa saja Diane yang jadi korbannya mengapa ia tidak "berani" memperkosa Diane (padahal saat itu Diane sedang sendirian), pelaku itu menjawab, "Saya tak berani karena cewek itu berjalan dengan dua orang tinggi besar berpakaian putih-putih di kiri kanannya."

Sobat JINS, percayakah Anda kalau Anda dekat dengan Allah, Ia akan meluputkan kita dari hal-hal musibah dan maut. Ketika kita mengandalkanNya dalam segala hal, Ia akan mengirimkan malaikat-malaikatNya untuk menjagai kita. Ketika kita bersandar padaNya, kita akan selamat sampai tujuan.

Sudahkah Saudara menyerahkan kekuatiranmu dan hidupmu pada Tuhan hari ini?

Kamis, 25 Juni 2009

Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang

Arti Kata "Amin"

Di sebuah sekolah minggu, seorang guru sedang memberi pertanyaan kepada anak-anak.

Guru :"Siapa yang tahu arti kata Amin....???, yak Priska."

Priska :"Amin artinya pasti, benar."

Guru :"Ya benar..kalau kamu Budi, apa artinya Amin ?"

Budi :(sambil membuka mata lebar-lebar karena ngantuk) "Amin artinya bangun, karena kotbahnya sudah selesai.."

Guru :"?!?!?!"


Tidak Kenal

Seorang wanita setengah baya terkena serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit. Ketika berada di meja operasi, ia koma.

Dalam koma, ia melihat Tuhan dan bertanya, "Apakah waktuku sudah habis?" Tuhan menjawab, "Belum, umurmu masih 40 tahun 2 bulan dan 8 hari lagi."

Setelah pulih, wanita itu memutuskan untuk tinggal di rumah sakit dan menjalani operasi wajah, bibir, dan penghilangan kerut wajah. Ia bahkan meminta orang datang untuk mengecat rambutnya.

Ia melakukan semua itu karena ia pikir umurnya masih panjang, jadi ia harus tampil sebaik mungkin.

Setelah semua selesai, ia keluar dari rumah sakit. Ketika menyeberangi jalan, ia tertabrak oleh mobil ambulans dan tewas.

Berada di hadapan Tuhan (lagi), ia bertanya, "Kata-Mu umurku masih empat puluh tahun lagi, mengapa Engkau mengambilku sekarang?"

Tuhan menjawab, "Oh ..., rupanya kamu! Aku minta maaf, Aku tidak mengenalimu tadi!"


Berdoa dengan Cara Menirukan

Jesica, seorang gadis kecil berusia 3 tahun sering berkata kepada ibunya bahwa dia takut kepada hantu. Oleh karena itu ibunya mengajarkan Jesica berdoa supaya ia tidak takut kepada hantu.

Ibu : "Jesica, Tuhan Yesus sangat berkuasa dan hantu takut dengan Tuhan Yesus. Nah, kalau Jesica takut, Jesica harus usir hantu itu dalam nama Tuhan Yesus."

Ibu Jesica sangat bangga karena sekarang anaknya tidak takut lagi setelah diajarkan bagaimana mengusir hantu, bahkan Jesica berhasil mengingat semua kata-katanya dengan benar berulang-ulang.

Ibu : "Bagus! Coba sekarang ulang sekali lagi."
Jesica : "DALAM NAMA TUHAN YESUS, HANTU PERGI!!!"

Pada saat yang lain ibu Jesica mengajarkan Jesica berdoa makan dengan cara memintanya menirukan kata-kata yang ibunya ucapkan.

Ibu : "Tuhan Yesus ...."
Jesica : "Tuhan Yesus ...."
Ibu : "Jesica mau makan ...."
Jesica : "Jesica mau makan ...."
Ibu : "Terima kasih untuk makanan ini ...."
Jesica : "Terima kasih untuk makanan ini ...."
Ibu : "Dalam nama Tuhan Yesus ...."
Jesica : "HANTU PERGIII ... !!!"
Ibu : "???...... Amin."
Jesica : "Amin."

Emas atau Kuningan

Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka.. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, 'Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?'

Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.'

Lalu tanya prajurit itu lagi: 'Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?'

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis.'

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya,

'Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?'

Jawab orang kaya itu, 'Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. '

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, 'Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,'Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?'

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, 'Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? '

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: 'Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.'

'Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.' Tanya prajurit itu lagi.

'Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting.' Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, 'Mengapa bisa begitu?'

'Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.'

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, 'Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil.'

'Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?' Tanya prajurit lagi.

'Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI.

Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni.'

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,'Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu.
Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.'

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, 'Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. '

Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas
rakyatnya.

(Dikutip dari: 'When We Have to Choice' / Kumpulan Sharing & Cerpen)

Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:

BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN

(setengah hari untuk memilih)

MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN

(setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG
LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI.

Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. 'CINTA SELALU BERJUANG' Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.

Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH

(setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas.

Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya.
Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi??
Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.

Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...

Selasa, 23 Juni 2009

Positive Mindset

Thomas Alfa Edison gagal--ratusan, bahkan ribuan kali gagal. Tetapi dia bukanlah orang yang mudah menyerah. Tiap kali gagal, dia bangkit dan mencoba lagi.

Ketika sekolah, dia gagal. Terlalu banyak berimajinasi dan duduk di belakang kelas, dia tak menggubris para guru yang mengajar.

Ketika mulai menjadi penemu, dia gagal. Ribuan bahan filamen harus dia coba-- ribuan kegagalan.

Ketika dia ditanya, mengapa begitu keras kepala, jawabannya: "Sukses saya baru datang ketika kegagalan telah habis.

dan uniknya, saat ia berhasil menemukan lampu yg menyala, namanya masuk dalam HEADLINE koran, yg bunyinya :

"Setelah 9.955 kali GAGAL menemukan lampu, akhirnya edison berhasil menemukan lampu yg menyala"

lucu nya, Edison MARAH dengan bunyi Headline tsb, ia mendatangi redaksi Koran tsb dan minta bunyi Headline nya diganti..

Akhirnya, besoknya koran itu mengganti headline nya menjadi :

"Setelah 9.955 kali BERHASIL menemukan lampu yg 'Gagal Menyala' , akhirnya Edison berhasil menemukan lampu yang menyala"

Hahaha.. ini namanya POSITIVE MIND SET..

Filipi 4:8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. "

Senin, 22 Juni 2009

Cincin Pernikahan


Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban :

1. Pertama, rapatkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…

4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.

7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Real love will stick together ever and forever

Thumb represent parents
Second finger represent brothers & sisters
Centre finger represent own self
Fourth finger represent your partner
Last finger represent your children

Jumat, 19 Juni 2009

Hari-hari Baik

Ryutaro Asada, ahli bedah luar biasa, pemimpin Team Medical Dragon itu kembali beraksi. Operasi jantung dengan teknik Batista pertama di Jepang berada dalam tanggung jawabnya. Ia memang terkenal pemberontak jika system birokrasi dan bisnis rumah sakit dijadikan tolok ukurnya. Tetapi jika, tolok ukurnya adalah pasien. Asada adalah seorang pahlawan. Kepalanya, tidak pernah dipusingkan dengan kata persaingan, apalagi berbagai politik atas nama uang dan nama besar, yang kerap kali berseliweran di rumah sakit. Di kepala itu hanya ada pasien. Menyelamatkan Nyawa Pasien, itu diatas segala-galanya.

Dan sungguh aneh, justru karena fokus pada kepentingan pasien itulah, Asada Ryutaro memperoleh embel-embel yang lain yang biasa kita uber-uber. Nama beken, harta, posisi dan lain sebagainya. Yang menarik adalah ketika, salah seorang team bertanya mengenai apakah hari ini adalah hari baik untuk menjalankan operasi jantung Batista pertama. Asada menjawab, "Hanya diri kita yang bisa membuat apakah hari ini akan menjadi hari baik ataukah hari buruk".

Memang ini hanya merupakan adegan sebuah serial film jepang. Team Medical Dragon, demikian judul film seri tersebut. Awalnya saya ingin menonton film ini karena ingin menyaksikan teknik lighting yang tidak biasa. Tetapi akhirnya jatuh cinta pada karakter, alur cerita dan ajaran hidup yang luar biasa didalamnya. Tetapi sejujurnya.. .saya percaya sekali dengan sebuah ucapan Asada.. bahwa tidak ada hari baik atau buruk.

Semua hari sudah diciptakan TUHAN demikian adanya. Sekarang tinggal kita yang mewarnai hari-hari itu, entah hitam entah putih, entah untung, entah sial, entah baik, entah buruk. Tetapi satu hal ketika pikiran kita terfokus kepada pelayanan, komitmen, client, maka kita cendrung akan menjadi hari-hari didepan kita menjadi lebih baik.

Kejadian 1:31a "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik."

Sumber : email kiriman Bapak Made Teddy Artiana

Rabu, 17 Juni 2009

LAPORAN KEMENANGAN KKR ARMY OF GOD


Shallom,

masih ingat acara KKR Army Of God yang digelar di Lapangan Terbang Juanda lama Surabaya? Vaness Wu, Jaeson Ma, semuanya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Surabaya dan kepada banyak orang demi komitmen mengembalikan Asia kembali kepada kemuliaan Yesus.

Tak terasa sudah tiga hari yang istimewa, 14-16 Mei 2009 berlalu. Namun yang pasti tiga hari tersebut telah menjadi momen yang takkan mungkin terlupakan.
Sejarah telah terjadi, sejarah telah terukir, sejarah telah ditorehkan kepada banyak hati, pribadi, sahabat, rekan, keluarga, kelompok, gereja, kota dan bahkan bangsa-bangsa.

Gereja Mawar Sharon pusat - Surabaya, telah menjadi tuan rumah bagi segala bangsa, melalui sebuah konferensi. Konferensi Asia Bagi Yesus, yang dikenal dengan Asia For Jesus, Surabaya - Indonesia. Acara Konferensi yang diadakan pagi hingga sore, lalu malamnya berlanjut dengan acara Kebaktian Kebangunan Rohani. Sebuah acara yang begitu gegap gempita, riuh rendah suara nyanyian tentara-tentara Tuhan dalam KKR Army of God, di Juanda (Lapangan Udara, Surabaya yang lama).

Lawatan dan manifestasi Allah serta kuasa kasihNya dicurahkan begitu dahsyat. Tidak satupun terlewatkan oleh jamahanNya, terlalu nyata mujizatNya, terlalu nyata kuasaNya.
Cuaca yang kurang mendukung pada saat hari H tidak membuat tentara-tentara Tuhan menjadi ciut nyalinya, melainkan, apa pun kondisi nya, mereka tetap komitmen untuk menantikan Tuhan menyatakan Kasih dan KuasaNya pada acara KKR Army Of God.

Ya, Dialah Allah Ya dan Amin, Allah yang tiada tandingannya, awan dan hujan dihalauNya, dan Kuasa KasihNya dicurahkan. Tiga hari lawatan Allah yang telah menunggangbalikkan dan mengalahkan kerajaan kegelapan, dengan merebut banyak jiwa, dimenangkan dan dibaptis. (wooww..!! Awesome God)

Banyak kisah yang takkan pernah cukup untuk dituliskan, banyak kisah dan hal-hal menarik yang mungkin takkan pernah terungkap dalam 3 hari bersama AFJI dan AOG. KemuliaanNya terlalu agung untuk bisa terungkap dalam segala hal.
Namun yang pasti segala pujian dan hormat hanya bagi Dia dan "Greater Things are still to be done in this City (Surabaya)".

So, let's keep on fire the Army of God!! and SEE ON AFJI 2011!!

God bless.


Berikut adalah LAPORAN KEMENANGAN AOG, 14-16 Mei 2009 yang bisa disampaikan:

1. Kehadiran di acara AOG
Hari Pertama: 15.000 orang lebih
Hari Kedua : 16.000 orang lebih
Hari Ketiga : 21.000 orang lebih

2. Mereka yang menerima panggilan untuk menerima Tuhan Yesus:
Hari Pertama : 1158
Hari Kedua : 1046
Hari Ketiga : 2052

3. Mereka yang memberi diri dibaptis:
Hari Pertama : 494
Hari Kedua : 228
Hari Ketiga : 513

4. GMS LIVE! Online Service
(salah satu sejarahm bahwa ribuan orang meyaksikan sebuah tayangan rohani melalui internet)
Tayangan AOG dan AFJI, LIVE melalui http://gms.or.id/live
(beberapa orang berkumpul bersama dan menyaksikan tayangan online ini)
a. Jumlah Pemirsa:
Hari Pertama : 6282
Hari Kedua : 6665
Hari Ketiga : 7140
(angka di atas bisa lebih, mengingat ada beberapa pemirsa, menggunakan satu komputer dan saksikan secara
berkelompok)

b. Total visitor yang klik pada decision button (*keputusan untuk menerima Tuhan Yesus secara online dan juga
yang membutuhkan dukungan doa/prayer request) adalah 2300 hits (selama 2 hari, 15-16 Mei 2009)
c. Dari Total 2300 orang yang klik:
- 45 menyetujui untuk mengisi form menerima Yesus sbg Tuhan (counted by incoming mail)
- 85 mengisi form permintaan untuk didoakan/prayer request (counted by incoming mail)

d. Dari mana saja mereka akses GMS LIVE ini: (Traffic Source)
- 68% GMS Website
- 27% Direct (ke Str3aming.com)
- 5% Facebook

e. Pengunjung Online/Visitors
42% Indonesia
7% Australia
38% USA
2% China
2% Singapore
1% Taiwan
1% Canada
1% Japan
1% Malaysia
5% Other

f. Terima kasih Khusus dari GMS, kepada: (*yang berhubungan dengan GMS LIVE)
- Bp. Ferdy (Australia) dan tim (Str3aming.com) buat akses international user ke server anda. (cool)
- Bp Romi dan tim dari Mitra net (Surabaya), untuk akses upstreaming international dari lokal Juanda.
(akses lancar, hanya beberapa di indonesia masih ada yang putus-putus (internet koneksi mereka
sendiri), tapi secara keseluruhan berjalan dengan baik dan luar biasa)
Kendala:
hari pertama: sempat down sebentar sebelum acara dimulai
hari kedua : sempat down sebentar namun masih sempat pindah channel ke hotspot area.
hari ketiga : lancar dan luar biasa
- Tim multimedia GMS
- Tim ITM GMS
sehingga tayangan GMS LIVE online streaming ini bisa berjalan dan dapat dinikmati dari seluruh kota-kota
di indonesia dan bahkan seluruh dunia.

5. Terima kasih kepada seluruh Panitia/Tim dan Volunteers dari seluruh departemen GMS.
dan dari semua pihak yang telah bergandengan tangan pada acara ini agar gospel diberitakan
sampai kedatanganNya yang kedua.



Terima Kasih,
Tuhan Yesus memberkati.







Selasa, 16 Juni 2009

Daftar Contacts

Puji Tuhan, anda telah dapat menelponNya setiap saat !!!
Anda hanya perlu untuk memanggilNya sekali dan Tuhan mendengar anda.
Karena Yesus, anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata : “Ini AKU”.

Ketika anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini :

• Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14
• Ketika Dikecewakan Sesama, putar Mazmur 27
• Jika anda Ingin Berbuah, putar Yohanes 15
• Ketika anda Berdosa, putar Mazmur 51
• Ketika anda Kawatir, putar Matius 6 : 19 – 34
• Ketika anda Dalam Bahaya, putar Mazmur 91
• Ketika Tuhan Terasa Jauh, putar Mazmur 139
• Ketika Iman anda Perlu Dikuatkan, putar Ibrani 11
• Ketika anda Merasa Sendiri dan Takut, putar Mazmur 23
• Ketika Hidup anda Sedang Dalam Kepahitan, putar I Korintus 13
• Untuk Rahasia Kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12 – 17
• Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15 – 19
• Ketika anda Merasa Kecewa dan Ditinggalkan, putar Roma 8 : 31 – 39
• Ketika anda Menginginkan Kedamaian dan Ketenangan, putar Matius 11 : 25 – 30
• Ketika Dunia Terlihat Lebih Besar dari Tuhan, putar Mazmur 90
• Ketika anda Ingin Jaminan Kekristenan, putar Roma 8 : 1 – 30
• Ketika anda Meninggalkan Rumah untuk Bekerja atau Bepergian, putar Mazmur 121
• Untuk Penemuan / Kesempatan Besar, putar Yesaya 55
• Ketika anda Membutuhkan Keberanian untuk suatu Tugas, putar Josua 1
• Supaya dapat Bergaul dengan Baik terhadap Sesama, putar Roma 12
• Ketika anda Memikirkan Kekayaan, putar Markus 10
• Saat anda Mengalami Depresi, putar Mazmur 27
• Jika anda Kesulitan Keuangan, putar Mazmur 37
• Jika anda Kehilangan Kepercayaan terhadap Orang, putar I Korintus 13
• Jika Orang disekitar kita tampak Berlaku tidak Baik, putar Yohanes 15
• Ketika anda Putus Asa dengan Pekerjaan, putar Mazmur 126
• Jika anda menemukan bahwa dunia mengecil, dan anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan.
Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari.


Bagikan Daftar Telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita. Mana tahu, mungkin mereka sedang membutuhkannya. Jika perlu ajaklah berdoa bersama.

Senin, 15 Juni 2009

Yudas dan Petrus

Orang cenderung mengatakan bahwa dibandingkan Petrus, dosa Yudas jauh lebih besar di hadapan Allah. Itu sebabnya ia tidak layak untuk diampuni. Pernyataan ini sesungguhnya keliru. Sebab sebesar dan sekecil apapun dosa kita, Allah dapat mengampuninya. Hanya masalahnya apakah si pendosa mau bertobat atau tidak. Demikian juga dengan Petrus dan Yudas. Yang membedakan keduanya bukan besar kecilnya dosa, melainkan pertobatan.

Yudas memang menyesali perbuatannya. Hal itu ditandai dengan mengembalikan uang hasil penjualan Yesus kepada imam-imam dan tua-tua. Sayangnya, bukannya kembali ke jalan Tuhan ia malah memilih untuk mengakhiri hidupnya. Lain halnya dengan Petrus. Setelah tiga kali menyangkal Yesus, ia menyesali segala perbuatannya. Ia pun melarikan diri meninggalkan jati dirinya sebagai murid dan kembali lagi menjadi nelayan. Akan tetapi, ketika Tuhan Yesus menjumpai Petrus setelah kebangkitanNya, Petrus menyerahkan dirinya kembali lagi kepada Tuhan.

Allah memang membenci dosa, tetapi Ia mengasihi orang berdosa. Allah tidak akan membuang orang berdosa yang mau kembali lagi kepadaNya. Allah pasti mau menerima orang yang mau datang kepadaNya, siapa pun kita, tanpa kecuali. Dosa sebesar apapun pasti akan Allah ampuni asal kita mau menyesalinya dan sungguh-sungguh bertobat. Menyesal berarti mengakui bahwa kita bersalah dan berduka karenanya. Sedangkan bertobat artinya mau meninggalkan dosa itu dan menyerahkan diri kepada Allah.

Jumat, 12 Juni 2009

Dance with My Father

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then


Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved


If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I'd play a song that would never, ever end
How I'd love, love, love to dance with my father again


Ooh, ooh


When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He'd make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said


Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me


If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I'd play a song that would never, ever end
'Cause I'd love, love, love to dance with my father
again


Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear her, mama cryin' for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me


I know I'm prayin' for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don't do it usually
But Lord, she's dyin' to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream


(I dedicated this song for my friend Deon and Frengky, and for all of you who loves your parents.)

Kamis, 11 Juni 2009

Chance

Saya sekeluarga hanya bertiga saja. Mama, koko (sebutan untuk kakak laki-laki) dan saya sendiri. Sejak ditinggal papa tahun 2002 silam, kami hanya hidup bertiga di sebuah rumah yang sederhana. Meskipun single parent, mama saya adalah seorang luar biasa. Beliau bekerja dan mampu menghidupi kami bertiga hingga akhirnya tahun 2006 lalu saya pun bisa duduk di bangku kuliah. Mama saya seorang yang hebat!!!

Tapi tidak begitu dengan koko saya. Koko saya berusia dua tahun lebih tua, tapi sifatnya sangat kekanak-kanakan. Kami sering berkelahi. Ia tidak pernah mau mengalah. Dan parahnya lagi, koko saya jatuh ke dalam jeratan obat-obatan terlarang. Kami pernah berkelahi secara fisik sampai berdarah-darah. Wuih, pokoknya saya sama sekali tidak menghargai koko saya ini. Dan kurasa dia juga tidak pantas untuk menerima penghargaan dariku.

Setiap kami berkelahi, mama selalu menangis sedih. Tapi koko saya tidak mau mengalah. Saya sendiri pun kepala batu sehingga kalau ada permasalahan, selalu saya ladeni sampai tuntas. Tidak peduli bertengkar mulut, atau berkelahi fisik, pokoknya saya harus menang.

Tahun 2006 yang lalu, entah kenapa, koko saya yang biasanya brutal ini mulai berubah! Ia mulai terlepas dari dosa obat-obatan. Ia mulai bertingkah laku lebih sabar dan lebih bijaksana. Ia juga sering pulang-pergi gereja bahkan mendalami salah satu pelayanan di sana. Hey, ada apa ini?

Setiap kali bertemu denganku ia selalu menyapa duluan (padahal dulu seperti anjing dengan kucing). Kadang-kadang ia membelikanku beberapa keperluan kuliah yang sebenarnya tidak terlalu kubutuhkan. Dan intinya, ia berubah!!!

Lambat laun saya pun mulai mengampuninya. Dan suatu hari ketika saya diantar koko saya menuju airport, saya ingin sekali memeluknya. Entah kenapa hati saya tergerak untuk memeluknya dan berkata, "Aku sayang kamu, ko." Tapi mungkin karena canggung dan perasaan tidak nyaman, akhirnya saya mengurungkan niatku.

Dan itu terakhir kalinya saya melihatnya.

Dua hari kemudian, saya mendapat telepom dari rumah yang mengabarkan kalau koko saya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Tak terbayang perasaanku waktu itu. Hati saya bagai dipukul palu godam! Pikiran saya kalut! Hati saya perih seperti diiris. Dan air mataku tumpah begitu saja. Saya menangis dengan sangat....

Hati saya sangat menyezal. Dada saya sesak dan saya terus berteriak, "Andaikan saja waktu itu saya mengampuni koko saya...", "Andaikan saat itu saya memeluknya...". Hatiku terus diliputi perasaan bersalah dan menyesal.

Seminggu kemudian, ayah angkat koko saya (seorang pendeta) datang ke rumah saya. Ia mulai bercerita tentang kehidupan koko saya, bagaimana ia bisa berubah dari seorang yang brutal menjadi seorang yang bertobat dan mulai memperhatikan keluarganya. Pak pendeta itu juga bercerita bagaimana ketika koko saya mulai diubahkan Tuhan dan menjadi sangat radikal dalam Tuhan.

Tetapi yang paling menyedihkan adalah ketika papa angkat koko saya bercerita segala sesuatu yang berhubungan denganku.

Setiap malam koko saya ingin meminta maaf kepada saya, ia selalu takut. Ia tidak berani dan berpura-pura tidur memunggungi saya.

Setiap kali saya menawarkan kepada koko hal-hal yang kecil, bagi dia itu adalah sesuatu yang luar biasa yang menyentuh hatinya (contohnya saya menawari dia menggoreng kentang goreng).

Dan ia juga sangat ingin berdamai denganku, melihatku sampai lulus kuliah dan bekerja, lalu menikah dan punya anak dst dst....

My God!!!! Mendengar cerita itu seolah membuat saya semakin sedih lagi. Mengapa waktu itu saya tidak memeluknya dan mengampuninya? Mengapa semuanya sudah begitu terlambat? Kepergiannya, pertobatannya, pelayanannya... semua begitu singkat!!

Sungguh ini adalah sebuah penyesalan pribadi saya yang sangat mendalam. Tapi semuanya itu sudah terjadi. Dan belajar saya dari kehidupanku dulu, saya berjanji pada diri saya untuk jangan lagi terlambat dalam memberikan pengampunan. Tidak ada kata terlambat lagi untuk mengatakan, aku mengasihimu. Saya tidak tahu kapan orang itu akan pergi atau saya sendiri yang akan pergi, tetapi sebelum semuanya terlambat, saya sudah harus melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik akan apa yang kupunya.

Selasa, 09 Juni 2009

Asuransi Jesus Life

Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (Mazmur 103:3) Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! (Luk 12:28)
Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Flp 4:19)

Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14:1)

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20)

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27)

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2)

Alasan-alasan untuk ikut serta dalam Jesus Life Insurance
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua didunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Asset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.

Premi : {Roma 5:8}
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Prosedur aplikasi : {Kis 5:8}
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Kis 16:31 : "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,......"
Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar Lunas oleh Yesus!

Senin, 08 Juni 2009

1 Korintus 13

Di Alkitab, pasal dan ayat paling favoritku ada di kitab Korintus pasal 13. Di sana saya mendapatkan banyak sekali penghiburan dan penguatan. Dan ketika semalam saya membuka-buka Alkitab mencari bahan renungan, mata saya terpaku pada pasal favorit itu lagi.

1 Korintus 13 : 1
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing."

Dalam beberapa gereja kita diajarkan tentang karunia berbahasa roh. Ketika kita menerima baptisan Roh Kudus (baptisan selain air), kita akan dapat menyembah Tuhan kita dengan bahasa-bahasa roh yang tidak kita mengerti. Dan itu adalah sebuah karunia.

Tetapi di ayat ini dikatakan, sekalipun kita bisa berbahasa roh dengan fasih sekalipun, bila kita tidak mempunyai kasih, maka itu pun akan sia-sia. Sekalipun kita tahu cara berkomunikasi dengan Allah kita lewat doa-doa, sekalipun kita adalah seorang motivator yang baik, atau bahkan kita bisa berbicara bermacam-macam bahasa, namun tanpa kasih itu semua sia-sia. Kata Alkitab, kita hanya bagaikan tong kosong nyaring bunyinya!!

Mungkin kita juga seorang penghibur yang baik. Ketika ada teman kesusahan dan dia curhat, kita menghiburnya dan dia kembali ceria. Namun apabila yang kita lakukan itu hanya asal-asalan dan sekedar "membuat senang" tanpa dilandasi kasih, maka perbuatan itu tidak ada artinya di mata Tuhan.

1 Korintus 13 : 2
"Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."

Contohnya, seorang teman saya berprofesi sebagai bos di salah satu perusahaan multi nasional terbesar di Indonesia. Ia mempunyai mobil mewah, rumah mewah, kekayaan yang luar biasa banyaknya. Ia pintar berbisnis, pintar main golf, punya wajah yang tampan, seorang motivator yang luar biasa. Ideal? Belum tentu.

Ternyata selama ini ia di kantor bagaikan seekor harimau. Semua anak buahnya takut kepadanya. Ia suka marah-marah, memaksa karyawannya bekerja di luar jam kerja dan sangat sulit memberikan tunjangan atau pinjaman kepada bawahannya.

Dan Alkitab berkata tentang orang ini: "PERCUMA".

Ia mempunyai segalanya, tapi tanpa kasih. Percuma!!! Ia tidak akan memperoleh perkenanan Allah. Karena di ayat 13 sudah dikatakan, yang paling besar di antara semua hal adalah kasih!!

Sedikit sharing, dua tahun lalu, saya tumbuh menjadi seorang pemuda egois. Saya tidak bisa mencintai, mengasihani, memperhatikan orang lain. Rasanya kalau bertemu orang susah, saya selalu berkata: "Ya urusanmu...". Atau ketika saya melihat seseorang yang baru kenal, saya selalu meledeknya dalam hati, "Dasar cupu!" atau "Amatir". Kalau saya sedang duduk dalam satu forum, saya selalu tidak menghiraukan cerita orang lain tapi selalu menuntut orang lain untuk mendengarkan ceritaku dan kisahku. Pokoknya semuanya tentang aku aku dan aku.

Sampai suatu hari saya bertemu dengan seorang teman yang memberiku ayat ini. Dengan jamahan Roh Kudus, hati saa dihancurkan hingga berkeping-keping tak bersisa. Itulah titik awal pertobatan saya. Dari sana saya mulai berubah.

Saya lebih peduli dengan keluarga saya, saya lebih memperhatikan teman-teman di sekitar saya. Saya mulai belajar untuk mencintai dan mengasihi. Kalau duduk dalam satu forum, saya belajar untuk menempatkan diri pada posisi orang yang sedang bercerita. Saya belajar untuk merendahkan diri saya. Saya belajar untuk mencintai orang lain, menempatkan diri pada posisi orang itu untuk turut merasakan kesenangan atau kesusahan orang itu.

Tidak mudah memang untuk membuang jauh-jauh rasa egois dan kepentingan diri sendiri. Hingga hari ini, saya sudah banyak berubah. Tapi tak bisa dipungkiri rasa egois itu masih ada dalam diriku, meski tidak dominan. Tapi tidak apa-apa. Toh kita semua manusia, dan manusia itu makhluk egois, tul ga?

Butir Padi

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.

Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.

Bagaimanakah kita mampu membangun persaudaraan yang diwarnai kasih seperti kisah di atas tadi? Kedua orang saudara tadi belajar memahami kebutuhan satu sama lain. Yang masih lajang, dapat melihat tentulah lebih banyak kebutuhan saudaranya yang sudah berkeluarga daripada kebutuhannya sendiri. Sementara yang sudah berkeluarga mampu memahami saudaranya yang masih lajang itu tidak memiliki siapa-siapa, dia lebih membutuhkan kekayaan daripada dirinya. Kemampuan untuk memahami itu bisa menjadi kenyataan dalam perbuatan kalau mereka tidak lagi menjadikan kekayaan sebagai satu-satunya sumber kehidupan. Mereka lebih menomorsatukan bagaimana orang lain bisa hidup layak di dunia ini, dengan konsekuensi, diri merekapun lalu dinomorduakan. Apakah kaitannya renungan ini dengan bacaan-bacaan yang baru saja kita dengar tadi?

Dalam Bacaan I, Abram mempersembahkan sepersepuluh dari hasil jarahannya (kekayaan hasil perebutan dalam perang) kepada Melkisedek sebagai Imam Agung waktu itu. Kerelaan untuk memberikan sepersepuluh bukanlah hal yang mudah untuk dibuat, padahal sepersepuluh itu bukan aturan maksimal, tapi minimal. Orang sulit mempersembahkan kekayaannya karena menganggap kekayaannya sebagai satu-satunya sumber hidup dan andalan masa depan hidupnya. Demikianlah juga dikisahkan Matius dalam bacaan Injil, para rasul malah meminta kepada Yesus untuk menyuruh orang banyak itu pergi untuk mencari penginapan dan makanan, padahal mereka dalam kondisi tidak memiliki penginapan dan tidak memiliki makanan. Aneh bukan? Orang yang sudah tidak punya rumah dan tidak punya makanan malah diminta pergi. Pendeknya, "Jangan ganggu kami, kami ini repot! Memikirkan kebutuhan sendiri saja pusing kok memikirkan kebutuhanmu! Ah..EGP (Emangnye Gue Pikirin)!!”

Apa reaksi Yesus? Yesus meminta para murid untuk memberi mereka makan!! "Kamu harus memberi mereka makan!!" Padahal bekal yang ada hanya lima roti dan dua ikan! "Bagaiamana mungkin!!" pikir para murid-Nya? Di situlah letak "kekurang percayaan para murid pada Yesus!" Siapakah Yesus itu? Sudah sekian lama bergaul dan bersama Yesus, mereka toh juga belum menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya. Karena itu dibenak para rasul yang ada itu "Kemustahilan” untuk memberi 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Dalam keraguan dan kebimbangan karena "jalan buntu", Yesus mengajak para murid-Nya untuk memohon kepada Allah Bapa, "Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucap berkat, kemudian membagi-bagi roti dan memberikannya kepada para murid supaya dibagikan kepada orang banyak!"

Dengan mengajak para murid bersyukur dan mengucapkan berkat, Yesus mau mengubah gaya berpikir mereka dari kesempitan cinta diri menjadi sikap murah hati. "Kelaparan" manusia bukanlah sekedar kelaparan makanan dalam arti soal makan nasi dsb. Lebih dari itu, ada banyak orang yang "memiliki kekayaan yang berlimpah" tetapi tidak mampu membagikan kepada orang lain karena dirinya sendiri masih "lapar", yakni lapar rohani...Dia masih merasa kurang dicintai Allah dan sesamanya. Bagaimana orang akan yang kering cinta itu bisa berbagi kepada sesama.

Dengan mengucapkan berkat, para murid dan orang banyak itu diajak Yesus untuk menyadari diri mereka masing-masing bahwa kita itu diambil dan diciptakan Allah karena dicintai. Harga diri dan nilai martabat kita tidak ditentukan oleh "segala milik" kita, melainkan ditentukan oleh cinta Allah. Orang yang mengalami dirinya sungguh diterima dan diperhatikan Allah, dia akan mudah untuk tergerak berbagi dengan sesama. Keyakinan "dicintai Allah” itulah yang senantiasa diperbaharui oleh Roh Kudus setiap kali kita ikut dalam perayaan Ekaristi.

Demikianlah juga orang banyak yang diajak Yesus berdoa, akhirnya mereka menyadari dicintai Allah walau hidup tanpa penginapan. Tetapi orang bepergian, pastilah dari sekian banyak orang mereka membawa bekal. Namun, siapa orang yang tidak cemas dan kuatir kalau diminta membagikan kepada sesama yang lebih kurang padahal bekal mereka sendiri sedikit. Nah doa Yesus kepada Bapa, meneguhkan iman mereka supaya mereka tidak cemas dan kuatir akan masa depan mereka melainkan tetap penuh pengharapan berbagi bekal dengan sesama. Apa yang terjadi kemudian? Ada 12 bakul penuh makanan tersisa.

Itulah sebabnya, setiap kali kita merayakan Ekaristi kita diajak untuk hidup seturut gaya hidup Kristus yang mau berbagi hidup-Nya bagi sesama, bahkan dengan resiko kematian sekalipun. "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" .... "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" (1 Kor 11:25-26)

Marilah kita mohon Roh Kudus, agar kita yang "masih lapar" karena belum merasa dicintai Tuhan dan sesama, kita pun akan mengalami kasih Allah itu, sehingga akhirnya kita juga mau berbagi hidup dengan sesama.

Jumat, 05 Juni 2009

Pelukan yang Menyelamatkan

Ada sebuah kisah mengenai sepasang anak kembar yang baru dilahirkan. Salah satu dari bayi tersebut dilahirkan dengan satu kondisi jantung yang serius dan tidak memungkinkan untuk hidup. Hari-hari berlalu dan kondisi bayi tersebut semakin kritis, bahkan para Dokter sudah tidak dapat bertindak apa-apa lagi, bayi itu hampir mati.

Suatu saat seorang perawat yang bekerja di rumah sakit itu melihat si bayi sedang kritis tersebut dalam sebuah inkubator, tiba-tiba muncul ide dibenaknya untuk memasukan saudara kembar bayi tersebut kedalam inkubator itu untuk menemani bayi yang kritis tersebut. Walaupun sempat dilarang Dokter karena melanggar aturan rumah sakit, akhirnya ide perawat tersebut dilaksanakan. Saudara bayi kembar tersebut ditaruh berdampingan dalam inkubator yang sama, dengan posisi sama seperti saat meeka masih dalam kandungan.

Dan entah bagaimana, bayi yang sehat itu dapat menjangkau dan menaruh lengannya disekeliling saudaranya yang sakit itu. Dan tak lama kemudian, bayi yang sakit tersebut pelan-pelan jantungnya mulai stabil dan sembuh, tekanan darahnya menjadi normal, suhu badannya pelan-pelan normal. Sedikit demi sedikit bayi tersebut membaik. Hingga kini mereka berdua telah menjadi anak-anak yang sehat sempurna.

Saat ini seseorang entah dimana mungkin membutuhkan pelukan dan kasih dari Anda, mereka membutuhkan jamahan dari Anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi ada kesembuhan dalam tangan-tangan dan suara Anda. Tuhan ingin memakai Anda untuk mendatangkan harapan, kesembuhan, kasih, dan kemenangan kepada orang-orang kemanapun Anda pergi. Jika Anda mau berani mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda. Mengalihkan pikiran dari kebutuhan-kebutuhan Anda, dan berusaha menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan melakukan lebih banyak lagi bagi Anda dibanding yang Anda bahkan dapat minta atau pikirkan.

Diambil dari Buku “Your best life Now” by Joel Osteen

Rabu, 03 Juni 2009

Mendengarkan DIA

Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin,
atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap.
Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. ,
seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete,
nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".

Tapi sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara - hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.



Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Selasa, 02 Juni 2009

Malaikat di Perempatan Patung Kuda

Kemarin sore ketika saya pulang dari kantor, ada satu pengalaman menarik.

Sehari-harinya saya naik sepeda motor pulang-pergi kantor-rumah. Soalnya rumah saya jauh dan dengan alasan lebih irit dan praktis saya memakai sepeda motor. Dan sepeda motor yang saya naiki bukan sepeda motor baru. Banyak sudah kekurangan di sana sini. Salah satu contohnya mungkin jarum penunjuk jumlah bahan bakar di dashboard sudah tidak lagi berfungsi. Dan gara-gara itu, saya semakin malas untuk mengecek isi bahan bakar sepeda motor saya.

Kemarin sore, seperti biasa saya pulang kantor. Dan di tengah-tengah jalan saya merasakan kalau gas saya jadi terasa berat. Perasaanku sudah tidak enak. Mudah ditebak, pasti bensinnya habis. Dan benar-benar, sepeda motor saya berhenti dan saya langsung menepi.

Wuih, pikir saya, pom bensin masih sekitar 2 kilometer lagi. Dan saya harus berjalan sebegitu jauhnya. Mana tekstur jalan tidak rata. Naik turun. Benar-benar akan sangat melelahkan. Tapi apa boleh buat tidak ada penjual bensin eceran di pinggir jalan. Mau tak mau saya harus menuntun sepeda motor saya.

Tak berapa lama berjalan, keringat udah bercucuran. Maklum, Surabaya banyak debu dan panas. Sore-sore pun panas. Ketika saya sedang berjalan tiba-tiba, "Mas, kenapa motornya?". Seseorang memanggilku dari arah belakang. Seorang bapak-bapak, naik sepeda motor menepi. Wajahnya agak gemuk namun kelihatannya baik.

"Kehabisan bensin, pak" ujarku sambil terus menuntun jalan motorku.

"Sini saya bantu," ujarnya.

What...?!? Wow.. bapak itu langsung memintaku naik ke motorku sendiri dan ia langsung mendorong motorku dari belakang. Wohooooooo.... motorku pun meluncur kembali. Tapi kali ini dengan dorongan motor lain, bukan dengan bensin sendiri.

Sesampainya di pom bensin, ia melambai padaku, aku mengucapkan terima kasih dan itulah pertemuan singkatku dengan bapak itu.

Bagiku, bapak itu seorang malaikat yang dikirimkan padaku. Ia yang membantuku untuk keluar dari kesulitan itu. Dan sepanjang perjalanan pulang, aku mengucap syukur, sambil memberiku cukup waktu untuk merenung.

Alangkah indahnya dunia ini bila semua orang seperti bapak itu. Saling membantu satu sama lain tanpa mengharapkan pamrih apa-apa. Baik kepada orang yang dikenal maupun yang tak dikenal.

Seorang bapak yang tidak dikenal saja bisa membantuku tanpa diminta. Padahal di kantorku, ada seorang rekan kerja saya yang kalau dimintai tolong selalu mengelak, "Itu bukan urusan saya."

Jadilah malaikat bagi orang lain.