Jumat, 30 Oktober 2009

Cukup!!


Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Rabu, 28 Oktober 2009

Mencobai Tuhan


"Janganlah kamu mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa" (Ulangan 6:16)

Sobat JINS, mungkin membaca judul ini, Anda berpikir bahwa Anda tidak pernah mencobai Tuhan. Apakah pemikiran itu sepenuhnya benar? Mari kita lihat ilustrasi berikut.

Ada seorang pria hidup di sebuah perkampungan. Suatu hari perkampungan itu terkena banjir bandang. Mulanya banjir itu hanya setinggi lutut orang dewasa. Semua penduduk sudah mengungsi. Ia hanya dia di rumahnya bersantai. Ketika anaknya yang sulung kembali untuk meminta ayahnya mengungsi, pria itu menjawab, "Tuhan itu akan menolongku."

Tak lama, air makin naik dan meninggi hingga setinggi pinggang orang dewasa. Pria itu tidak juga mengungsi padahal kapal penyelamat sudah datang menjemputnya. "Aku yakin Tuhan akan membantuku dan menyurutkan banjir ini," dan ia tetap pada pendiriannya.

Tak lama kemudian, air sudah makin meninggi hingga terpaksa kakek itu naik ke atas atap. Di sana juga ada helikopter yang datang untuk menyelamatkannya. Tapi masih ditolak dengan alasan yang sama.

Akhirnya banjir semakin parah dan pria itu meninggal. Di Surga, ketika pria itu berhadapan dengan Tuhan, ia protes mengapa Tuhan tidak menolongnya padahal ia yakin dan percaya dengan iman. Tuhan menjawab, "Saya sudah mengirimkan bantuan kepadamu tiga kali tapi kamu sendiri yang menolaknya."

Sobat JINS, pria itu beriman tapi tidak berhikmat. Ia bodoh dan ia mencobai Tuhan. Sikap pria ini seperti bangsa Israel pada masanya. Mereka mencobai Tuhan dengan memaksa Tuhan memberikan air kepada mereka. Baca di Keluaran 17:1-7. Mencobai Tuhan artinya memperbudak Tuhan, karena mencobai Tuhan adalah meragukan kuasaNya dengan memintaNya menunjukkan kuasaNya kepada kita.

Tuhan sudah berfirman kalau jangan pernah mencobaiNya. Jangan pernah meragukan kuasaNya karena Ia adalah Allah yang Maha Bisa. Jangan pernah memaksaNya melakukan sesuai dengan kehendakmu. Jangan seperti pria itu.

Contoh sederhana mencobai Tuhan adalah ketika kita sakit, kita terus berdoa saja tapi tidak mau meminum obat. Kita percaya Ia akan menyembuhkan, tapi kita sendiri tidak minum obat. Contoh lainnya, ketika ujian kita berdoa saja tanpa mempersiapkan materi ujian. Atau juga berkendara tanpa memakai helm/seat belt karena kita percaya Tuhan melindungi kita.

Itu semua adalah mencobai Tuhan. Tuhan itu memang Maha Bisa, tapi janganlah kita meragukan dan memaksaNya menunjukkan kuasaNya. Sebaliknya, belajarlah dari Daniel. Ketika Daniel dibebaskan dari gua singa, ia tidak memaksa Tuhan, melainkan ia berserah. Nah selanjutnya, terserah Tuhan berkehendak bagaimana. Jangan seperti pria tenggelam itu.

Selasa, 27 Oktober 2009

Kebiasaan Melahirkan Keahlian


Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.

Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

Pendengar yang budiman,

Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!

Salam sukses luar biasa!!

(disadur dari buku Andrie Wongso: "16 Wisdom and Success, Classical Motivation Stories")

Senin, 26 Oktober 2009

Jesus Is My Inspures


Bagiku Ia seperti pemulung.. mencari dan mengubahku yang kotor ini untuk menjadi baru kembali

Bagiku Ia seperti ayah, saat aku ingin sesuatu Ia memberikan nya untuk ku..

Bagiku Ia seperti ibu,saat aku ingin bermanja-manja ataupun susah hati,dengan senyumNya dan Peluknya ia meredakan galau hatiku

Bagiku Ia seperti guru, Ia perhitungkan setiap yang ku kerjakan. dan di mataNya setiap yang kukerjakan sempurna adanya..

Bagiku Ia seperti sahabat,saat aku ingin curhat. 24 jam Ia stand by hanya untuk ku.

Bagiku Ia seperti presiden, di setiap sisi dlm hidup ku Ia memerintah,namun setiap perintahNya adalah baik (baca: sempurna) adanya

Bagiku Ia seperti dokter ^^ saat aku datang dengan segala sakit penyakitku dgn sabar Ia memeriksa dan menyembuhkanku

Bagiku Ia seperti tentara, kemanapun aku pergi Ia selalu di sisiku untuk melindungiku

dan yang terakhir,bagiku Ia adalah Bapa yg penuh kasih dan amat baik karena Ia telah mati bagiku dan menyediakan semua hal yang terbaik & terindah untuk menghiasi hidupku

He is My Everything . My Lord. My dearest. My love.

original based concept idea by: Jesus Is my Inspires By Kevin Nathan

Minggu, 25 Oktober 2009

Bosan?


Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi. Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu : “Contohnya?”

Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”
Lalu Tamu itu pun pergi. Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

Jumat, 23 Oktober 2009

Aktivitas Sehari-hari


1. Wake Up (Bangunlah) – ambil keputusan untuk menyambut setiap hari baru dengan penuh sukacita.
~ “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.” (Mazmur 118:24)

2. Dress Up (Berdandanlah) – cara yang paling baik untuk berdandan adalah dengan tersenyum. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membuat penampilan Anda menjadi lebih baik, yang perlu Anda lakukan hanyalah TERSENYUM.
~ “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

3. Shut Up (Berdiamlah) – ucapkanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar. Tuhan memberikan kepada kita dua telinga dan satu mulut dengan maksud agar kita mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.
~ “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya.” (Amsal 13:3)
~ “Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” (Amsal 20:19)
~ “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19:20)

4. Stand Up (Berdirilah) – dan pegang teguh apa yang Anda percayai. Jika Anda tidak berpegang teguh pada sesuatu, maka Anda akan mudah jatuh dalam hal apa pun.
~ “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” ( Galatia 6:9-10)

5. Look Up (Pandanglah) – kepada Tuhan.
~ “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

6. Reach Up (Raihlah) – atau kejarlah sesuatu yang lebih tinggi. Berusahalah selalu untuk membuat diri Anda menjadi lebih baik.

7. Lift Up (Angkatlah) – Doa-doa Anda.
~ “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Kamis, 22 Oktober 2009

Pecandu Internet Butuh Bantuan Penyembuhan


Ben Alexander menggunakan waktunya hampir setiap menit untuk bermain video game "World of Craft". Hasilnya ia dikeluarkan dari perguruan tinggi tempat ia menempuh pendidikan, Univeristy of Iowa.

Seperti ditulis Nicholas K. Geranios dari Associated Press (AP)/Fall City Washington, Alexander yang berusia 19 tahun, memerlukan bantuan untuk mengatasi kecanduan internet yang telah merusak kehidupannya, seperti halnya kecanduan obat-obatan atau alkohol.

Ia menemukan tempat di pinggir kota di Seattle, tempat yang diklaim sebagai pusat perawatan pertama bagi penduduk yang kecanduan internet yang membuka pintunya di Amerika Serikat.

Pusat perawatan itu disebut ReStart, yang secara ironis terletak di dekat Redmond, yakni Markas Microsoft dan pusat industri komputer dunia. ReStart buka pada bulan Juli dengan menawarkan biaya 14 ribu dolar AS untuk program 45 hari termasuk membantu seseorang menghentikan dengan sendirinya dari penggunaan komputer patologi, termasuk penggunaan secara obsesif terhadap video game, texting, facebook, eBay, twitter dan pembunuh waktu lainnya yang berkaitan dengan teknologi.

"Kita sudah melakukan perawatan terhadap pasien rawat jalan beberapa tahun," kata Hilarie Cash, seorang terapis dan eksekutif direktur pusat perawatan tersebut. "Hingga saat ini kami belum memiliki tempat untuk mengirim mereka," katanya.

Kecanduan internet tidak dikenal sebagai suatu penyakit terpisah oleh Asosisasi Psiatri Amerika, dan perawatan itu secara umum tidak masuk dalam asuransi. Namun, banyak pusat-pusat perawatan semacam itu di China, Korea Selatan dan Taiwan, dimana kecanduan internet dianggap masalah serius dan banyak psiater mengatakan kecanduan internet adalah hal yang nyata dan menyakitkan.

Pusat perawatan di Fall City, timur Seattle, dapat mengatasi enam pasien saat itu. Sejauh ini Alexander satu-satunya pasien dalam program tersebut yang menggunakan pendekatan "cold turkey". Ia meluangkan waktunya untuk konseling dan sesi psikoterapi, dengan mengerjakan pekerjaan rumah, bekerja di taman dan masak-memasak.

Apakah program tersebut bisa berjalan dalam jangka panjang masih perlu dilihat. Seperti halnya, internet bisa saja terjadi, bahkan hampir tidak mungkin untuk menolak, seperti halnya menggantikan kebiasaan minum alkohol di bar, kata Cash.

Dampak dari kecanduan itu, salah satunya adalah tidak mau bercanda, mereka kehilangan pekerjaan atau pernikahannya hancur atau mengalami kecelakaan lalulintas saat mereka mengendarai mobil bagi mereka yang tidak bisa menghentikan melakukan "texting" sambil menyetir mobir.

Beberapa orang meninggal usai bermain video game selama beberapa hari tanpa berhenti, akibat penggumpalan darah yang terjadi akibat tidak berpindah-pindah.

Sementara itu, psiatri lainnya, Cossete Dawna Rae, telah memiliki pusat perawatan "bucolic" sejak 2004, dan saat ini sedang berusaha mencari tempat baru untuk bekerja sama dengan Cash. Mereka memutuskan menghindari merawat seseorang yang kecanduan seks internet, karena sebagian tinggal di pusat perawatan itu bersama keluarganya.

Menurut Dr Kimberly Young dari Pusat Penyembuhan Ketergantungan Internet di Bradford, Pennsylvania, memberikan sejumlah tanda-tanda kecanduan inernet, termasuk orang yang selama ini beranggapan bahwa internet dan menggunakannya itu untuk melarikan diri dari masalah atau perasaan depresi.

Yang jelas respon yang ada masih bisa diberdebatkan. Contohnya, ketergantungan pada internet dapat dijadikan sebagai gejala sakit mental, seperti depresi atau kondisi seperti autis, kata serang ahli.

"Seperti apa yang pernah kita kenal, beberapa orang menyebut "Kecanduan Internet, adalah penyakit seseorang yang terserang depresi, "anxiety disorder" atau gejala fobia sosial yang membuat mereka sulit hidup secara utuh, hidup berimbang dan sulit membuat kesepakatan untuk melakukan pertemuan dengan orang lain," kata dr Ronald Pies, Guru Besar Psiatri dari SUNY Upstate Medical University di Syracuse, New York.

"Hal itu mungkin terjadi, kecuali kita mengobati secara garis besar masalah mereka, yakni beberapa bentuk baru `kecanduan` yang akan muncul ke permukaan," katanya.

Asuransi

Masih terus diberdebatkan tentang apakah kecanduan internet sebagai bentuk penyakit, yang terpisah dalam edisi berikutnya "Diagnostic dan Statisal Manual of Mental Disorders" 2012 yang menetapkan sakit mental dapat dicakup dalam asuransi.

Pies dan Dr. Jerald Block dari Oregon Health Sciences Univerity di Portland mengatakan, belum ada cukup penelitian untuk menetapkan itu.

"Diantara para psiatri, ada pengakuan secara umum bahwa banyak pasien mengalami kesulitan mengendalikan ketertarikan mereka untuk melakukan "chating" secara "online", bermain komputer game atau menyaksikan film porno," kata Balck. "Perdebatannya bagaimana mengklasifikasikan itu?," katanya.

Menurut Cash, penulis buku "Video Games and Your Kids", pertama kali berhubungan dengan kecanduan internet pada tahun 1994, dengan pasien yang banyak mengonsumsi video games sehingga ia harus kehilangan pekerjan dan kehancuran pernikahannya.

Alexander adalah sosok pria muda berpostur tinggi, tenang dan selalu mendapat nilai bagus di sekolah dan bercita-cita ingin menjadi ahli biologi. Pada awalnya ia mulai bermain "World of Warcraft" yakni permainan multiplyer game yang terkenal dan banyak penggemarnya di media online, setahun lalu dan terperangkap di dalamnya.

"Pada awalnya bermain dalam beberapa jam sehari," katanya. "Namun dalam perjalanan selanjutnya pada semester pertama saya main hampir 16 sampai 17 jam sehari," katanya.

"Sekolah tidak lagi menyenangkan," katanya. Sampai akhirnya ia menemukan tempat untuk perawatan di Fall City pada bulan Juli. Ia berfikir itu adalah pilihan terbaik untuk dirinya mengobati kecanduan internet yang membuatnya dia harus di keluarkan dari sekolah.

Tanda-tanda

Beberapa tanda-anda seseorang itu kecanduan internet, di antaranya meningkat jumlah waktu luang yang ia gunakan untuk internet, gagal mengendalikan prilaku, keranjingan yang sangat tinggi terhadap internet dan selalu memahatkan waktunya untuk internet, hanya sedikit istirahat kalau dia tidak di internet.

Selain itu, gejala yang berbahaya adalah tidak memperhatikan teman dan keluarganya, internet mengganggu jam sekolah dan pekerjaannya, selalu merasa bersalah terhadap dirinya sendiri dan malu atas tingkah lakunya, mengubah jam pola tidur dan menarik diri dari aktivitas umum lainnya.