Tampilkan postingan dengan label spark. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spark. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2009

Kiash di Balik Cerita "Jejak-jejak Kaki"


Tahukah anda cerita di balik terciptanya sajak “FOOTPRINTS”. Sajak itu telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul “Jejak” (aslinya : “Footprints”) sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau.

Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis. Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih.

Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya. Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya. Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman, jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan. “Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak … !”

Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut. “Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada,” ucap Margaret mengenang masa kecilnya.

Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya di kelasnya. “Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar.

Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku. Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan.

Selama beberapa hari aku terbaring sakit. Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan,” kenang Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan. Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit yang tidak tersembuhkan.
Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak “Jejak” ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul. Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin retret. Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah.
“Mari kita jalan di pantai,” usul Margaret.

Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka dipasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu. “Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,”
seru Margaret.
“Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air,” lirih Margaret.
“Jangan berpikir begitu,” protes Paul.
“Aku malah melihat lambang yang indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akan
menjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang.”
Mereka berjalan terus. “Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi.”
Paul menatap Margaret dengan tajam, “Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini…”
Lalu Paul mengangkat Margaret yang bertubuh kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya.

Malam itu setibanya mereka di tempat retret, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi… Seolah-olah bermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan.Tetapi… dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi !
Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur.

Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul “Aku Bermimpi”. Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul “Jejak”.

Pada hari itu juga dalam kebaktian, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, “… ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit.Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhan sedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita.” Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :


One night I dreamed a dream. I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand, One belong to me and one to my Lord. When the last scene of my life shot before me, I looked back at the footprints in the sand.
There was only one set of footprints. I realized that this was the lowest and the saddest times of my life. This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.
“Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way.
But I’m aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints.
I just don’t understand why, when I need You most, You leave me.” He whispered, “My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings.
When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you.”

Seluruh peserta retret duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarang pun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan Yesus membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan. Telapak kaki kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas.


Mana telapak kaki kita ? Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.
----------------------------------------------------------------------------------------
Mazmur 37
-------------
23: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
24: apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
25: Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
26: tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
27: Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

Senin, 23 November 2009

ATTITUDE


IF
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
IS EQUAL TO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

HARD WORK
H+A+R+D+W+O+R+K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

KNOWLEDGE
K+N+O+W+L+E+D+G+E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

LOVE
L+O+V+E
12+15+22+5 = 54%

LUCK
L+U+C+K
12+21+3+11 = 47%
(Don't most of us think this is the most important?)

Then what makes 100%?
Is it MONEY?... NO!!!
M+O+N+E+Y
13+15+14+5+25 = 72%

LEADERSHIP? ... NO!!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
12+5+1+4+5+18+19+9+16 = 89%

Every problem has a solution, only if we perhaps change our attitude.
To go to the top, to that 100%,
A Small Truth To Make Life 100%

what we really need to go further... a bit more...

ATTITUDE
A+T+T+I+T+U+D+E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

It is OUR ATTITUDE towards Life and Work that makes OUR Life 100%!!!

ATTITUDE IS EVERTHING

Change Your Attitude...
And You Change Your Life!!!

Now that you know the answer...
WHAT WILL YOU DO ABOUT IT ?

THE LEAST YOU CAN DO IS TO SHARE THIS MESSAGE WITH THOSE YOU CARE

Rabu, 07 Oktober 2009

Kakek tua


Ada sebuah cerita menarik bagi sobat JINS.

Dulu ketika saya masih berprofesi sebagai penyiar radio saya sering disuruh mengikuti rangkaian acara roadshow yang diadakan oleh radioku. Yang ingin saya ceritakan bukan betapa menariknya mengikuti roadshow itu melainkan seorang kakek-kakek yang aktif mengikuti setiap roadshow yang diselenggarakan.

Radio dulu tempat saya bekerja memiliki pangsa pendengar orang-orang di atas usia 40 tahun sebanyak 96%! Jadi setiap roadshow yang diadakan seringkali diadakan untuk para kaum senior.

Ada satu orang kakek-kakek berusia hampir tujuh puluh tahun yang sangat aktif dan mengikuti hampir setiap rangkaian roadshow (mulai dari acara kecil-kecilan di radio hingga konser akbar). Di setiap acara kakek itu selalu membawa kameranya. Tidak, bukan pocket kamera, melainkan kamera Nikon yang berat dan bagus itu selalu digantungkan di lehernya.

Padahal, boleh percaya boleh tidak, kakek itu sudah renta dan bahkan jalannya sudah selangkah demi selangkah (dan langkah pendek2). Tapi tidak peduli dengan kondisi tubuhnya, ia yang biasa memakai celana pendek plus kaos oblong selalu siap mengambil foto-foto.

Dan kakek ini sering menjadi gunjingan kami para penyiar. Bukan menggunjingkan hal yang jelek, melainkan kami salut akan kesanggupannya masih bisa berjalan dan mengambil foto2. Kami kagum dengan semangatnya yang meskipun jalan sudah pelan-pelan. Kami juga kagum dengan kesederhanaannya.

Kakek ini membuat kami yang muda-muda ini jadi berpikir. Di usia serenta ini, masih saja mau untuk melakukan hobinya. Padahal begitu banyak anak2 muda yang masih muda tapi sudah bermalas-malasan.

Kakek tua itu rela bangun pagi2 hanya untuk standby di lokasi, sedangkan banyak di antara kami yang masih muda bilang malas kalau nge-job pagi.

Kakek tua itu rela berjalan memutari panggung hanya untuk mengambil gambar dari angle berbeda sedangkan kami yang masih muda ini bilang capek untuk mengantar barang ke sisi panggung satunya.

Kakek tua itu rela membawa kamera yang berat di lehernya sedangkan kami selalu menunjuk orang lain kalau disuruh membawakan sesuatu.

Ternyata orang muda tidak lebih baik daripada orang tua. Banyak di antara kita sudah menjadi malas dan enggan mengerjakan sesuatu. Di hari Minggu orang muda lebih suka tidur sampai siang. Hal ini memalukan sekali bila dibandingkan dengan orang-orang tua yang bangun jam 4 pagi untuk senam di lapangan. Ketika orang-orang muda yang masih kuat untuk berjalan memilih diam di rumah, hal ini mengenaskan karena banyak sekali kaum senior yang ingin berpetualang di alam bebas.

Mumpung kita masih muda, pergunakan masa muda kita dengan sebaik-baiknya. Hargai setiap menit setiap detik yang kita punyai. Karena kita tidak selamanya muda, suatu hari kita akan tua juga. Kalau kita masih muda, lakukan apa yang kau bisa sebelum suatu hari kau sesali di hari tuamu. Jangan malas!!

Kamis, 16 Juli 2009

Oprah Winfrey

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumahtangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luar biasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Senin, 06 Juli 2009

Andy

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?" "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta." "Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah´pulang sekolah?" "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."

Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan´altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa, paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi, tolong Tuhan! Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu, Tuhan. Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ......?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut, ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'

"Kurang ajar kamu bocah! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa??!!! Keluar.!!!"
Andy begitu terkejut, "Dimana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ...."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah ..kamu akan mendapatkannya !!!"

Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini? Apakah anda mengenalnya ?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata, "Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran... Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal?" "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak. "Apa katanya ?" Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy darinya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu.

"Apa yang dia katakan?" "Dia berkata kepada puteraku.." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku."

Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia. Aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta. Siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali dengan Tuhan."

Rabu, 11 Maret 2009

Semangkuk Nasi Putih

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi. Dengan sifat yang segan dan
malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.

"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan, "Dapatkah Ibu menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?"

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum, "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir: "Kuah sayur gratis." Lalu ia memesan semangkuk lagi nasi putih. "Semangkuk tidak cukup anak muda? Kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawanya pulang. Besok saya akan membawa nasi itu ke kampus sebagai makan siang saya!"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin di luar kota. Demi menuntut ilmu ia datang ke kota dan mencari uang sendiri untuk kuliah. Kesulitan dalam keuangan, itu sudah pasti ia alami.

Berpikir sampai di situ pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan di bawah nasi. Kemudian ia membungkus nasi tersebut, sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja, dan memberikannya kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini. Hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi? Suaminya kemudian berbisik kepadanya, "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan
merasa bahwa kita bersedekah kepadanya. Harga dirinya pasti akan tersinggung. Lain kali dia tidak akan datang lagi. Jika dia makan ke tempat lain dan hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah?"

"Engkau sungguh baik hati. Sudah menolong orang, masih juga engkau menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?"

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikkan badan, melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi ya! Engkau harus tetap bersemangat! " kata sang suami sambil melambaikan tangan. Dengan perkataannya itu ia bermaksud mengundang pemuda ini agar jangan segan-segan datang lagi besok.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu. Mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka. Sama seperti biasa setiap hari ia hanya memesan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari sampai pemuda ini tamat kuliah. Selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami isteri ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah pengumuman bahwa rumah makan mereka harus digusur. Tiba-tiba mereka akan kehilangan mata pencaharian. Dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar
negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuklah seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek, kelihatannya seperti seorang Direktur dari kantor bonafide.

"Apa kabar? Saya adalah Wakil Direktur dari sebuah perusahaan. Saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semuanya. Kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian ke sana. Keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan."

"Siapakah direktur di perusahaan kamu? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran-heran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik Direktur kami. Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian. Hanya itu yang saya tahu, yang lain dapat kalian ketahui setelah kalian bertemu dengannya."

Akhirnya, pemuda yang biasa memakan semangkuk nasi putih ini muncul. Setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang Presiden Direktur yang sukses. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya, dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi Direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam ia berkata kepada mereka, "Bersemangat ya! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian. Sampai bertemu besok!"

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. Terharu? Ayo, jangan sungkan untuk berbuat baik hari ini... You never know what will happen tommorow.

"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang." (Galatia 6:10)

Senin, 02 Maret 2009

Life is Unfair (2)

Seringkali kita merasa bahwa hidup kita tidak adil. Itu karena sesuatu yang terjadi tidak seperti apa yang kita mau. Kita tidak terima. Kita menolak kenyataan itu dan merasa dunia tidak adil kepada kita.

Pola pikir seperti ini sangat tidak sehat dan dapat menghancurkan kita dari dalam. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita bisa mengubah pola pikir ini dengan cepat menjadi sesuatu yang dapat membangun.

1. Bangun dan sadarlah.
Pandangi diri Anda di cermin dan katakan pada diri Anda sendiri, "Hellooo.... Dunia terus berputar dan tidak pernah berhenti. Kalau saya tidak suka dengan kehidupanku yang sekarang, maka saya harus menciptakan kehidupan di mana saya bisa bahagia tinggal di dalamnya." Daripada menyalahkan orang lain, cobalah bertanya pada diri Anda sendiri, salah Anda di mana, pilihan Anda apa, apa yang bisa membahagiakan Anda. Mengeluh adalah jalan buntu. Putar balik, pikirkan solusi dan ambil tindakan.

2. Bekerja sama.
Dalam bekerja Anda mempunyai visi, misi dan tujuan. Bicarakan tentang itu semua, bukan tentang 'keadilan'. 'Keadilan' itu subjektif. Coba pandang segi 'keadilan' dari kacamata orang lain. Jangan lupa kalau orang lain yang bekerja bersama-sama dengan Anda juga mempunyai visi, misi dan tujuan.
Daripada memandang sesuatu dengan
win-lose solution, sebaiknya kita mencari win-win solution. Bantu orang lain untuk mencapai apa yang mereka inginkan juga. Maka mereka dan dunia akan menyukaimu.

3. Berpikir dengan otak, bukan dengan perasaan.
Banyak orang yang sukses memikirkan rencana dengan otaknya. Merencanakan dan menyusun strategi dengan otak, bukan perasaan. Contoh kalau bos Anda marah-marah, bukan berarti bos sedang marah kepada Anda. Bisa saja banyak faktor yang membuat ia jadi 'mendidih'.
Perasaan negatif bisa mengarahkan Anda pada suatu kesimpulan yang salah dan ketakutan yang tidak semestinya. Perasaan dan pandangan negatif dapat menghambat jalan kita, sebaliknya perasaan positif bisa membuat jalan kita menjadi lebih mulus dan dekat pada kesuksesan.
Contohnya bila melihat bos marah-marah, orang yang berpikiran positif akan langsung bertanya, "Ada apa bos? Ada yang salah? Apa yang bisa kubantu untuk menyelesaikannya?", sebaliknya orang yang berpikiran negatif akan merasa dirinya telah berbuat sesuatu yang salah.

4. Hitung berkat, bukan kemalanganmu.
Orang sukses selalu melihat dan merebut setiap kesempatan yang ada di dekat mereka. Penggerutu dan pengeluh adalah orang 'buta' yang tidak bisa melihat kesempatan di dekat mereka. Mereka tidak pernah keluar dari masa kanak-kanak mereka. Mereka masih saja memiliki konsep anak-anak tentang 'keadilan': Ketika mereka masih kecil, ibu memotong dua bagian roti sama besar untuk dibagikan pada mereka dan saudaranya. Itu keadilan bagi mereka!
Dan seperti anak-anak, mereka mengharapkan bos mereka membagi gaji sama rata! Mereka tidak peduli tentang 'kemampuan' dan 'prestasi' yang beragam.
Jadi mulai sekarang, mulailah menghitung berkat Anda. Anda akan melihat kalau dunia lebih indah dan rumput di halamanmu lebih hijau.

5. Memberi dan bukan menerima.
Orang yang masih kanak-kanak akan hanya menunggu dunia mengabulkan semua keinginan mereka, dan bila tidak, mereka hanya akan menangis, frustasi dan menyesali. Sebaliknya seseorang yang sudah tumbuh dewasa akan menyadari kalau tidak semua rencananya akan berjalan mulus. Mereka berusaha menghindari resiko, tetapi bila tidak mungkin dihindari, mereka akan melaluinya dan tumbuh semakin dewasa lagi.

Sebagai epilog, ini ada beberapa Pesan Dalai Lama (Tenzin Gyatso)

Ketika kamu kalah, petik pelajaran darinya.
Jangan biarkan sedikit gesekan menghancurkan persahabatanmu.
Nilailah kesuksesanmu dari apa yang kamu korbankan untuk mendapatkannya.
Ketika kamu sadar kamu salah, langsung perbaiki.
Mendapatkan cinta yang besar dan penghargaan yang mewah berarti siap menghadapi konsekuensi yang besar pula.
Ingat kalau tidak mendapatkan apa yang kita inginkan terkadang merupakan keberuntungan tersendiri.
Ikuti "3R": Respect self, respect others, responsibility for all your actions.
Hiduplah dengan baik dan berharga. Suatu hari ketika kamu tua, dan ketika kamu melihat ke belakang, kamu akan bisa tersenyum dan puas akan kehidupanmu.

Tuhan memberkati.

Minggu, 01 Maret 2009

Life is Unfair (1)

Hidup itu tidak adil! Dan sangat tidak adil kalau hidup itu tidak adil! (Edward Abbey 1927 - 1989)

Ya, ada banyak ketidakadilan dalam hidup. Orang yang tak bersalah dimasukkan ke penjara. Teroris menyusun rencana untuk membunuh warga tak berdosa. Racun pada makanan tidak terlihat mata. Medali Olimpiade dan penghargaan Oscar diberikan atas dasar politik dan bukan prestasi. Ada banyak ketidakadilan dan bagi kita, manusia, memberantas sebuah ketidakadilan adalah sebuah hal yang sangat mulia. Kita harus membuat dunia lebih baik.

Ketidakadilan di atas sering juga terjadi pada diri kita sendiri. Dalam kasus pribadi kita, akan selalu ada banyak alasan untuk itu. Kita sering mengeluh pada diri kita, "Dunia ini tidak adil!" dan disertai dengan banyak alasan-alasan yang menjurus ke arah pribadi kita sendiri. Itu karena tiga per empat dari apa yang kita lihat ada di belakang mata kita, di otak kita. Daripada kita menikmati dunia ini, kita lebih suka MEMBAYANGKAN dunia ideal yang akan kita tinggali.

Sebagai contoh, bos James mempromosikan seseorang yang lain di departemennya untuk ke level lebih tinggi. Mengapa bosnya tidak mempromosikan James daripada yang lainnya? "Dunia ini sungguh tidak adil!", kata James.

Keluhan James seolah-olah menunjukkan kalau ia ingin menegakkan keadilan. Tetapi bagaimana seseorang yang mengejar penghargaan yang bukan untuknya atau ketenaran yang bukan untuknya disebut suatu keadilan?

Samuel Butler (1835-1902) menjabarkan bagaimana James dan orang lain yang mirip James menginterpretasikan suatu keadilan.
"Keadilan adalah pribadi yang mengijinkan aku untuk melakukan sesuatu. Ketidakadilan memaksaku melakukan sebaliknya. Sebagian besar keluhan, jeritan dan seruan 'dunia ini tidak adil' adalah gambaran kalau sistem di dunia ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang diimajinasikannya. Mereka belum tumbuh dewasa cara berpikirnya. Pemikiran mereka tentang ketidakadilan adalah irasional dan berdasar pada pemikiran dan permintaan kanak-kanak mereka. Mereka ingin kembali seperti masa kanak-kanak dulu. Kemudian mereka menangis dan merengek agar setiap kebutuhan mereka dipenuhi.

Jika kamu saat ini sedang meneriakkan ketidakadilan yang sama dan berlaku yang sama, sudah saatnya kita mengubah persepsi dan cara pandang kita. Mengapa? Karena cara pandang yang demikian sangat tidak efektif. Cara pandang ini akan menghancurkanmu dari dalam. Mengeluhkan apa yang tidak kita dapat justru mencegah kita mendapatkan hal tersebut. Kedua, karena cara pandang seperti ini akan merusak hubungan kita dengan orang lain. Kita akan selalu berpikiran orang lain bertindak adil terhadap kita. Kita akan menjadi skeptis dan hubungan kita akan memburuk dan bahkan lebih jauh lagi dari kesuksesan itu.

Jadi, bagaimana agar kita bisa melepaskan diri dari belenggu pesmistis, frustasi dan iri? Bagaimana aku melarikan dari dari jalan buntu ini? Simak di postingan besok ya...

Kamis, 05 Februari 2009

Live like There's No Tomorrow

Sobat JINS, mau berbagi rema lagi nih yang JINS dapatkan waktu praise sama baca firman Tuhan kemaren. Dan kali ini benar-benar so inspiring...

Lagu yang didengarkan adalah Chris Tomlin - Way I Was Made. Lagunya praise sih, tapi coba deh cari liriknya di mbah google. Sekedar share di sini, liriknya bagus banget.

I want to live like there's no tomorrow

I want to dance like no one's around

I want to sing like nobody's listening

Before I lay my body down

Kuingin hidup seperti tiada hari esok, menari seperti tidak ada yang melihat dan memuji sekeras-kerasnya seperti tidak ada yang mendengar. Artinya, kuingin memberikan yang terbaik, melakukan yang terbaik hari ini juga sebelum aku menutup mataku untuk tidur.

Manusia, tidak tahu kapan ia mati. Mungkin pagi ini kamu melihat seorang sahabatmu tertawa dengan bahagianya, dan sorenya ia sudah tidak ada. Tak ada yang tahu kapan manusia itu dipanggil oleh Tuhan!

Pesan dari lagu ini jelas: Hidupilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jangan menyesali kejadian kemarin dan jangan risaukan kejadian esok hari. Menarilah, bernyanyilah, hidupi harimu, nikmati dan berikan yang terbaik selama hari ini. Kita tidak tahu kapan kita mati. Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Hari ini dan saat ini adalah saatnya kita memberikan yang paling maksimal.

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk tidak kuatir dengan apa yang sudah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Karena Dia sendiri akan ada di sana untuk membantu kita. Kita hanya perlu untuk mengusahakan yang terbaik selama kita hidup. Kita hanya perlu untuk terus mengejar kerajaan Allah. (Baca Matius 6 : 25-33)

I want to give like I have plenty

I want to love like I'm not afraid

Berikan yang terbaik kepada orang lain. Beri selama kamu masih hidup (dan yang diberi masih hidup). Cintai orang lain, kasihi mereka. Jangan tunda-tunda lagi. Hari ini adalah waktunya!

Ingatlah quotation ini: "Ketika kita lahir, hanya kita yang menangis dan orang-orang di sekeliling kita tertawa bahagia. Hidupilah hidupmu sedemikian rupa sehingga ketika suatu hari kita meninggal, orang di sekeliling kita menangis dan kita menutup mata dengan tersenyum."

Kalau hari ini Anda masih malu-malu untuk hidup, menyesali kehidupan Anda sekarang, belum memberi, belum mencintai, dan yang paling parah, belum bertobat, segera lakukan. Jangan tunda hari esok! Hidupi hari ini seperti tiada hari esok.

Senin, 26 Januari 2009

Tentang Kerbau

Xin nian dao, xin nian hao!

Gong Xi Fa Cai buat semua sobat JINS!!! (Ga nolak angpo kalo mau kirim hehe...)

Konon katanya orang Cina tahun ini adalah tahun kerbau. Kalau tahun tikus kemarin banyak yang bilang akan gesit seperti tikus (asal jangan seperti bangkai-bangkai tikus di pinggir jalan yang kurang gesit). Lalu apa yang bisa kita pelajari di tahun kerbau ini? Apa saja harapan-harapan di tahun kerbau ini?

Kerbau adalah seekor binatang yang orang Cina percaya sebagai binatang pekerja keras. Siang malam membajak sawah tak pernah lelah. Sifatnya slow but steady (itu kalau sapi). Kalau kerbau bersemangat dan berapi-api. Orang Cina mempunyai banyak sekali ungkapan yang menggunakan kata "niu" (sapi/kerbau, red). Dan juga banyak di antaranya bisa kita pelajari dari seekor niu.

Kerbau pekerja keras.
Kerbau selalu bekerja siang dan malam membantu petani membajak sawah. Ia hanya melenguh dan makan seadanya. Tapi semangatnya untuk bekerja luar biasa. Kadang-kadang aku berpikir melangkahkan kaki di atas sawah itu berat sekali, lebih berat daripada di atas aspal. Tapi seekor kerbau melangkahkan berapa ribu langkah di atas tanah becek itu dalam sehari?

Tenaga kerbau luar biasa.
Kerbau itu kuat loh. Lihat saja siluman kerbau di film Sun Go Kongb (Kera Sakti, red). Di tahun kerbau ini punya kekuatan dan energi seperti kerbau. Jaga stamina, jangan gampang sakit, supaya mempunya tenaga untuk bekerja.

Semangat kerbau mantap bener!
Ga percaya? Coba kamu pakai baju dengan jubah selembar kain merah yang melambai di belakangmu kemudian kamu lari-lari di depan seekor kerbau (baca: banteng) Spanyol. Pasti deh kerbau itu bakal dengan semangat mengejar kamu dan kamu juga bakal semangat ngacirrrrr...... Kalau di Spanyol, matador memancing kemarahan kerbau dengan kain merah hanya untuk dan funshow saja, tapi kita lihat semangat kerbau (banteng) itu. Tidak akan pernah menyerah menyeruduk kain itu.

Kerbau itu kokoh.
Seekor kerbau sedang berdiri tegap sambil mengunyah rumput dengan santai. Kemudian datang seorang sobat JINS dan mendorongnya agar ia berpindah tempat. Sobat JINS itu mendorongnya dengan sekuat tenaga tetapi kerbau itu masih belum bergerak satu senti pun dari tempatnya. Malah ia memandangi orang itu sambil mengunyah rumputnya. Beberapa usaha kemudian dan sobat muda itu pun akhirnya menyerah. Kerbau itu tidak goyah sedikitpun.

So, sobat JINS. Milikilah jiwa keuletan untuk bekerja keras seperti kerbau; semangat yang tak pernah surut, bahkan kita harus membuat orang lain lebih bersemangat; tenaga yang terus terjaga (jaga kesehatan); dan kepercayaan diri, kemantapan hati seperti kerbau yang tidak mudah digoncangkan iblis.

Tapi ingat, ada beberapa hal yang patut kita waspadai di tahun kerbau ini.

Kerbau itu malas?
Kalau kerbau udah duduk dan mengunyah rumput, susah banget untuk diajak bekerja lagi (Hayo... siapa yang kalau pagi hari susah dibangunin?) Kerbau mudah terlena oleh keadaan dan cenderung "jatuh" dalam hal kenyamanan.

Kulit kerbau itu tebal.
Bagi orang Cina, idiom "berkulit tebal" itu artinya bandel, keras kepala dan keras hati. Kadang-kadang kalau hanya dipukul tidak terasa sakitnya (harus dikitik-kitik). Jangan jadi keras kepala dan menutup telinga kita pada suara Tuhan. Ingat, suara Tuhan juga bisa dari teman-teman kita loh!

Kerbau, apalagi banteng, pemarah!
Orang yang suka marah tidak jelas arah tujuannya tidak baik. Seperti banteng Spanyol, dipancing dikit aja udah marah. Wah, kalau sudah begitu hanya bisa ditertawakan orang lain. Milikilah hati yang tidak mudah marah. Di tahun ini, jangan cepat marah-marah ya....

Itulah beberapa hal yang patut kita pelajari dan kita waspadai di tahun kerbau ini. Mumpung 2009 baru berlalu satu bulan, masih ada banyak kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Karena manusia bisa belajar dari apapun, termasuk seekor kerbau.

Selasa, 20 Januari 2009

Tentang Uang

Apa kata-kata orang tentang uang?

"Uang memang tak bisa membeli kebahagiaan, paling tidak uang bisa mengontrak kebahagiaan." - Unknown

"Satu-satunya kebebasan yang diberikan uang adalah kebebasan tidak kuatir akan uang." - Johny Carson

"Sangat sulit menentukan siapa yang membawa kebahagiaan. Kemiskinan dan kekayaan dua-duanya gagal." - Kin Hubbard

"Siapapun yang mengatakan uang tak bisa membeli kebahagiaan tidak tahu ke mana ia harus shopping." - Bo Derek

"Bila kamu ingin tahu seberapa besar nilai uang bagi seseorang, coba saja pinjam darinya." - Benjamin Franklin

"Salah satu kemewahan dalam uangmu adalah kemampuan untuk menghindari saran-saran dari orang lain." - Sir Arthur Helps

"Aku tidak begitu suka uang. Tapi tanpanya aku jadi panik." Joe E. Lewis

"Uang tidak bisa membeli teman, tapi bisa meningkatkan kualitas musuhmu." Spike Milligan

"Uang memang bukan segalanya. Tapi uang bisa merekatkan dirimu dengan anakmu." J. Paul Getty

"Uang seperti seks. Kalau kamu tidak mendapatkannya, kamu tidak akan memikirkan yang lain-lain selain daripadanya. Tapi begitu kamu mendapatkannya, kamu akan memikirkan yang lainnya." - James Baldwin

"Adalah penting bagiku untuk menganggap uang tak penting bagiku." - Les Brown

Dan kata Akitab tentang uang:

Lukas 16:13
"Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Janganlah jadi hamba uang. Jadilah seseorang yang selalu merasa berkecukupan. Kekayaan seseorang bukan diukur dari apa yang ia miliki, melainkan dari apa yang tidak ia punyai. Orang yang selalu berkecukupan akan merasa cukup. Sedangkan orang yang selalu ingin lebih dan lebih lagi (tidak pernah merasa cukup) akan menjadi hamba Mamon dan sudah pasti Tuhan tidak akan berkenan padanya.

Selalu merasa berkecukupan. Jangan terus mengeluh karena kurang kaya atau masih miskin. Katakan pada diri Anda, "Aku cukup dan aku kaya..."

Rabu, 14 Januari 2009

Kehidupan

1. Kamu tidak bisa memaksa orang lain mencintaimu. Kamu hanya bisa menjadi seseorang yang pantas dicintai. Selanjutnya terserah orang itu.

2. Kadang-kadang tidak peduli seberapa peduli kita pada orang itu, orang itu tidak akan balas peduli padamu.


3. Butuh tahunan untuk membangun sebuah kepercayaan sedangkan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.

4. Bukan "jumlah" yang menunjukkan seberapa kaya dirimu, melainkan berapa banyak yang "berarti" buatmu.

5. Kamu bisa mempelajari sesuatu ketika melepaskan daya tarik kamu selama lima belas menit.

6. Bukan apa yang terjadi pada seseorang itu yang penting, melainkan bagaimana seseorang itu melakukannya.

7. Bisa dengan instan melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan kepahitan seumur hidupmu.

8. Selalu katakan "Aku mengasihimu" sepanjang waktu kepada orang yang kamu kasihi. Bisa jadi itu terakhir kalinya kamu melihat orang itu.

9. Kendalikan tingkah lakumu atau dia yang akan mengendalikanmu.


10. Panas dan hangat di awal hubungan, akan semakin memudar dan memudar apabila tidak dijaga.

11. Pengampunan butuh latihan praktek.

12. Uang adalah alat pembayaran, bukan sesuatu untuk dipertahankan.

13. Marah adalah hak setiap orang, tapi jangan jadikan alasan untuk menyakiti orang lain.

14. Persahabatan sejati akan terus tumbuh, tidak peduli seberapa jauh jaraknya.

15. Kedewasaan berbicara tentang pengalaman yang kamu alami, apa saja yang kamu pelajari darinya dan mengerti sela-sela dari masalahmu itu.

16. Jangan pernah berkata pada mimpi seorang anak kecil adalah mustahil. Akan sengat memalukan apabila mereka mempercayaimu.

17. Tidak peduli seberapa sempurnanya sahabatmu, dia juga bisa menyakitimu secara tidak sengaja. Hanya saja, kamu harus siap untuk mengampuninya.

18. Tidak cukup kita dimaafkan orang lain.

19. Ampuni dirimu sekali-sekali.

20. Tidak peduli seberapa hancur hatimu, bumi toh akan tetap berputar seperti biasa.

21. Dua orang yang bertengkar bukan berarti mereka tidak mengasihi satu sama lain. Dua orang yang tidak bertengkar bukan berarti mereka mengasihi satu sama lain.

22. Kadang-kadang kamu harus memikirkan alasan seseorang melakukannya daripada tindakannya itu sendiri.

23. Carilah rahasia yang Ilahi. Itu akan dapat mengubah hidupmu total.

24. Secakap-cakapnya kamu melindungi anakmu, mereka ada kalanya sakit juga, atau kamu juga akan sakit juga selama proses.

25. Ada banyak cara untuk mencintai seseorang. Jangan terpaku pada satu cara saja.

26. Hidupmu bisa saja berubah bahkan oleh orang yang tidak kamu kenal sekalipun.

27. Kalau kamu merasa tidak ada lagi yang bisa kamu berikan, berikan perhatian dan kehangatanmu pada orang yang membutuhkan.

28. Menulis (terutama nge-blog) dan mengobrol sama-sama dapat mengurangi beban masalahmu.

29. Penghargaan yang tergantung di dinding tidak akan membuatmu lebih "manusiawi".

30. Orang yang paling kamu sayangi di dunia ini juga yang akan lebih dulu diambil darimu.

Minggu, 11 Januari 2009

Harvest Time

Yohanes 5:35b "Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai."

Tuaian ada banyak tetapi pekerja-pekerjanya sedikit.

Sobat JINS, sekarang ini adalah akhir jaman. Semakin dekat kehidupan kita kepada kedatangan Kristus kedua kalinya. Yesus datang tanpa sepengetahuan kamu dan aku. Dan Ia akan datang untuk mengadili orang yang benar dan tidak benar.

Sudahkah Anda yakin kalau Anda akan diselamatkan? Sudahkah Anda yakin Anda memilih seorang Juruselamat yang tepat yaitu Yesus? Kalau sudah, sudahkah Anda yakin kalau keluarga dan teman-teman Anda akan diselamatkan juga?

Tahun 2009 adalah tahun penuaian. Di sini ibarat petani menuai padi-padi yang sudah masak, kita sebagai orang Kristen yang sudah kenal Juruselamat harus "menuai" jiwa-jiwa di luar sana yang belum kenal Yesus. Kita adalah petani itu. Dan orang di luar gereja yang belum mengenal Kristus adalah tuaian kita. Selamatkanlah orang-orang yang kita cintai sebelum musim gugur itu datang. Supaya ketika kedatangan Kristus yang kedua kalinya, semua orang yang kita kasihi juga turut diselamatkan.

Bagi kita yang sudah mulai kendur dalam memberitakan berita keselamatan, mulai tahun ini minta Tuhan memperbaharui api kita sekali lagi. Minta Ia memberikan kita hati yang taat dan api yang besar untuk memberitakan Injil kepada siapa saja. Mulai ajak teman/saudara kita ke gereja, mulai berikan cinta kasih kita kepada mereka. Beri mereka keselematan yang dari Tuhan. Berkati mereka.

Tahun 2009 tahun penginjilan. Kita tidak akan tahu kapan Yesus datang. Yang kita tahu ketika Yesus datang semua orang yang kita kenal sudah diselamatkan.

(Untuk yang berdomisili di Surabaya, JINS mengajak sobat sekalian yang belum berjemaat tetap di sebuah gereja untuk ikut beribadah di gereja kami di Gereja Mawar Sharon - Jalan Cempaka 18i Surabaya. Bagi yang rindu untuk digembalakan lebih lagi di dalam Tuhan dalam sebuah gereja yang profetik dan apostolik, bisa menghubungi jesusinspires@gmail.com. GBU)

Kamis, 20 November 2008

Parasut

Charles Plumb, seorang lulusan dari US Naval Academy, menjadi pilot ketika perang Vietnam. Setelah tujuh puluh lima pertempuran, pesawatnya tertembak jatuh. Plumb sendiri melompat dari pesawat dengan sebuah parasut. Ia kemudian mendarat di wilayah musuh, ditangkap dan dipenjara selama enam tahun sebelum kemudian meloloskan diri. Sekarang ia mengajar di salah satu perguruan tinggi dan membagi pengalamannya.

Suatu hari ketika Plumb dan istrinya sedang makan di restoran, ia dikejutkan oleh tepukan di bahunya. "Plumb? Anda Plumb kan? Penerbang jet Kitty Hawk yang di Vietnam itu kan? Bukannya pesawatmu ditembak jatuh?" seorang pria tua berseru kaget. "Bagaimana Anda tahu?" tanya Plumb. "Aku orang yang menyiapkan dan membungkus parasutmu."

Plumb terkejut. "Kurasa parasutnya bekerja," jawab Plumb, "Kalau parasutnya rusak atau sobek mungkin aku tak akan di sini hari ini."

Malam harinya Plumb tidak bisa tidur. Ia terus menerus memikirkan tentang orang tua itu. Secara samar ia mulai menggambarkan, seorang pemuda dengan seragam tentara, topi putih dan celana panjang cut brai. Ia kemudian membayangkan setiap harinya mungkin saja ia sering berpapasan dengannya tetapi hampir tidak pernah menyapanya, memberinya salam. Itu karena orang itu hanyalah seorang "pembantu" dan Plumb sendiri adalah penerbang pesawat tempur.

Plumb kemudian membayangkan kalau pemuda itu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memeriksa satu per satu parasut itu kalau-kalau ada yang berlubang, dengan hati-hati melipatnya agar tidak sobek, dan benda-benda di tangannya adalah suatu benda yang sangat berarti di saat-saat yang tidak terduga. Para penerbang itu tidak tahu kapan mereka membutuhkannya.

Dan satu pertanyaan sederhana ditujukan oleh Plumb kepada mahasiswa-mahasiswanya, "Siapa yang melipat parasutmu?"

Sobat JINS, Plumb juga mengatakan, parasut yang dipersiapkannya ketika terjun bukan hanya parasut fisik. Dia juga harus menyiapkan parasut-parasut lainnya seperti parasut mental, parasut emosional, dan parasut rohaninya. Supaya ketika ia mendarat di wilayah musuh, ia sudah siap dengan segala konsekuensinya. Pertanyaannya, siapakah yang melipat parasut-parasut itu untuk kita?

Lihatlah sekelilingmu. Akan ada banyak orang (bisa itu teman, saudara, keluarga, orang asing) yang melipatkan parasut-parasut itu bagimu. Kenali mereka dan hargai mereka. Usahakan dirimu menjadi seorang pelipat parasut bagi orang lain. So, siapakah yang melipat parasutmu hari ini?

Senin, 18 Agustus 2008

Small Action Can Change Somebody's World (1)

Maybe you are only someone in this world, but for someone, maybe you are his/her world.

Aku bernama Jake. Perawakanku kurus dan tidak menarik. Sejak kecil aku selalu menjadi bulan-bulanan kejahilan teman-temanku di sekolah. Setiap jam istirahat aku selalu diganggu. Untuk pelajaran sekolah pun aku tidak begitu mampu. Kebiasaan seperti ini sudah kualami sejak duduk di bangku SD sampai SMA. Seolah-olah teman-temanku hanya menganggapku objek keisengan mereka.

Masuk universitas, aku diterima di salah satu universitas nasional. Di sana, aku termasuk golongan minoritas. Maklum, itu adalah universitas untuk mayoritas golongan kulit hitam. Tak banyak teman juga. Hanya sekedar mengobrol dan berbicara kalau ada perlu.

Aku kesepian sekali... Sangat kesepian. Seolah tidak ada seseorang yang memperhatikanku.

Suatu hari ketika dalam perjalanan pulang dari kampus (biasanya aku naik kereta bawah tanah), aku duduk di sebelah seorang pemuda yang seusiaku. Kami mengobrol lama, dan saling berkenalan satu sama lain. Namanya Rommy. Mulanya kami hanya mengobrol tentang cuaca dan masalah sosial. Ternyata orangnya asyik juga diajak mengobrol.

Hari demi hari berikutnya setiap aku pulang kuliah selalu bertemu dengannya di gerbong kereta. Lama kelamaan kami pun berteman baik. Kami mulai saling menceritakan pengalaman hidup kami satu sama lain. Kami mulai berbagi cerita-cerita yang membangun. Kami mulai bersahabat.

Rommy adalah seorang pemuda yang luar biasa bagiku. Di usianya yang semuda ini ia sudah menjabat sebagai seorang manajer di sebuah perusahaan kecil. Pemasukan minimalnya lima kali lipat dibandingkan dengan uang sakuku per bulannya. Wow...

Kami mulai bersahabat. Ke mana-mana selalu bersama-sama. Di hari ulang tahunnya, kuberi ia kejutan kecil dengan mengumpulkan teman-temannya. Di hari ulang tahunku, ia membuat sebuah pesta
surprise yang luar biasa. Semenjak aku bertemu dengan Romy, aku merasa duniaku kembali hidup lagi. Akhirnya aku memiliki seseorang yang memperhatikanku dan memperdulikanku. Akhirnya aku mempunyai seorang sahabat!

Suatu hari aku kemping di luar kota bersama Romy. Kami menyetir mobil dan tiba di bumi perkemahan pukul tiga pagi. Capek di perjalanan. Tanpa pikir panjang kami mendirikan kemah dan langsung berbaring untuk tidur. Cuaca pagi di pegunungan dingin sekali. Tanpa pikir panjang, dengan tubuh lelah dan capek, saya langsung memejamkan mata.

Saat saya baru saja mau terbang ke alam mimpi, tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang menyelimuti tubuh saya dengan selimut. Setahuku, selimut yang dibawa hanya ada satu. Dan sekarang Rommy memberikannya kepadaku. Aku membuka mataku sedikit, mengintip. Rommy tidur hanya mengenakan jaket dan celana panjang!! Padahal cuaca di luar sana sangat dingin!!

Malam hari itu, aku menangis terharu dalam hati. Selama usia hidupku aku belum pernah mengenal seseorang yang seperti Rommy. Inilah pertama kalinya dalam hidupku aku mengenal seseorang yang begitu memperhatikanku.. Inilah pertama kalinya aku merasakan kasih sayang seorang kakak. Dan inilah pertama kalinya aku menyadari adanya seorang sahabat sejati dalam hidupku.

Dan karena tindakannya yang sederhana itu, malam hari itu berkomitmen, aku akan memberikan semuanya yang terbaik, bahkan aku rela berkorban nyawa untuk Rommy, seorang sahabat yang sangat mengasihi aku dan seseorang yang benar-benar menganggapku teman.

(bersambung)

Blogger yang terkasih, sebuah tindakan kecilmu akan bisa mengubahkan dunia seseorang. Sebuah tindakan kecil dari Rommy yang hanya memberikan selimutnya kepada Jake membuat Jake merasa dirinya berharga dan mempunyai seorang sahabat dalam hidupnya. Padahal Jake sebelumnya adalah seorang pemuda dengan rasa percaya diri rendah dan hampir-hampir tidak punya teman. Dengan sebuah tindakan kecil dari Rommy, Jake merasa bergairah kembali.

Blogger terkasih, tindakan kecil Anda apakah yang bisa mengubahkan dunia seseorang? Apakah Anda sudah memberikan tindakan kecil yang positif terhadap seseorang hari ini? Menyalakan komputer untuk teman seruangan Anda yang sedang hamil bisa menjadi sebuah tindakan kecil. Mengambilkan sapu tangan yang terjatuh untuk seorang teman juga bisa.

Jadi, keluar sekarang dan mulai memberikan tindakan kecil positif untuk sesama Anda. Karena Anda juga bisa mengubahkan dunia seseorang.

Rabu, 13 Agustus 2008

Membersihkan Rumah


Minggu lalu aku membuang KEKUATIRAN
Sudah usang
Dan menghalangiku menjadi diri sendiri
Dan membuatku tak berbuat sesuai jalan Tuhan Aku membuang KEPUTUS ASAAN;
Mereka hanya menyesakkanku saja.
Memberikan tempat untuk PERTUMBUHAN,
Menyingkirkan mimpi usang dan keraguan
Aku membuang buku tentang MASA LALU
(pun tidak sempat membacanya)
Menggantinya dengan CITA-CITA BARU,
Mulai membacanya hari ini.
Aku menyingkirkan kebencian dan kenangan buruk,
(ingat bagaimana aku begitu apik menyimpannya?)
Aku juga memilih FILOSOFI BARU,
yang lama sudah aku buang.
Membeli beberapa buku baru juga.
Judulnya AKU MAMPU, AKU MAU dan AKU HARUS
Membuang AKU MUNGKIN, AKU PIKIR dan AKU INGIN.
Wow, debunya banyak.
Aku juga mendatangi KAWAN LAMA,
Sudah lama tidak menjumpainya
Aku rasa namanya TUHAN
Ya, aku sungguh menyukai gayaNya
Dia menolongku dalam pembersihan ini
Dan menambahkan beberapa benda
Seperti DOA, HARAPAN dan IMAN
Ya, kuletakkan mereka semua di rak.
Aku mengambil benda special ini
Dan meletakkannya di depan pintu
AKU MENEMUKANNYA - namanya KEDAMAIAN
Tidak ada yang dapat membuatku kecewa lagi.
Ya, rumahku sudah terlihat nyaman.
Terlihat indah sekelilingnya.
Sudah tidak ada lagi tempat
Untuk KEKUATIRAN dan MASALAH
Sangatlah baik membersihkan rumah
Membuang barang-barang usang dari rak
Sekarang semuanya bersinar cemerlang
Mungkin kamu harus MENCOBANYA SENDIRI
DIBERKATILAH DAN JADILAH BERKAT UNTUK ORANG LAIN!!!

Minggu, 03 Agustus 2008

Live Life Well

Motto ini kudapatkan saat aku membuka sebuah website tentang kesehatan. Di dalam website itu diajarkan bermacam-macam pengetahuan bagaimana ketika seseorang masih hidup di dunia ini sebisa mungkin menjaga kesehatan, menjaga apa yang kita makan dan minum, umur panjang dengan olahraga dan mengendalikan tingkat stress tubuh kita. Live life well supaya live life long. Umur kita makin panjang.

Dengan mengutip motto yang sama, persepsi saya tentang motto ini sedikit berbeda. Setiap orang pasti ingin punya umur panjang dan sehat. Tak ada orang donk yang pengen cepet mati. Setiap orang pasti ingin live life long. Tapi apakah setiap orang sudah live life well?

Aku pernah bertemu dengan seseorang yang hampir meninggal. Ia menangis histeris, menjerit-jerit dan tidak bisa menerima kenyataan kalau sebentar lagi ia akan meninggal. Ia menangis, berteriak histeris sambil terus berkata, "Aku tidak mau mati! Tidak mau!!" Ia menghadapi kematian dengan tidak ada ketenangan dan kedamaian.

Mengapa? Apakah orang tersebut takut akan kematian? Lalu, apa sebenarnya yang ia takutkan ketika menghadapi kematian itu sendiri? Perjalanan ke surga atau neraka? Bisa jadi! Orang tersebut mungkin belum bertobat sehingga tidak mengenal Juruselamat kita, Yesus.

Bagi sobat J-ins, apakah Anda takut kematian?

Bagi saya, jujur (bukan jujur kacang ijo kalee), aku tidak takut sama yang namanya kematian. Karena aku yakin, aku sudah diselamatkan oleh darah Yesus. Yang aku takutkan hanya satu hal, aku belum memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan sesamaku selama aku hidup. Itu saja.

Pernahkah sobat J-ins berpikir, selama Anda hidup di bumi ini (sekian puluh tahun), hal yang terbaik apa saja yang pernah Anda berikan kepada Tuhan dan sesama kita? Berapa kebaikan yang Anda berikan? Berapa kekecewaan yang Anda tabur ke teman-teman dan saudara Anda? Kontribusi apa yang sudah Anda sumbangkan?

Dan bila andaikata esok hari Tuhan berkehendak lain, setelah Anda meninggal nanti, akankah orang-orang akan menangisi kepergian Anda dan merasa kehilangan? Atau sebaliknya mereka merasa biasa-biasa saja?

Oleh sebab itu, mulai sekarang saya memegang motto "Live Life Well" sebagai motto hidup saya; menghidupi hidup singkat di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya untuk perkembangan jasmani saya (makanan sehat, olahraga dsb), tetapi juga kontribusiku untuk sesamaku. Saya akan memberikan yang terbaik, hanya yang terbaik, kepada keluarga dan teman-teman saya. Saya akan memberikan yang spesial kepada Tuhan. Saya akan habis-habisan dan all out selama saya masih bisa. Supaya ketika suatu hari saya menghadapi kematian saya, hati saya tidak ada penyesalan sama sekali.

Hiduplah untuk orang lain. Jangan sibuk dengan mengejar harta duniawi dan semua hal duniawi lainnya. Semua itu sia-sia. Karena toh ketika kita dibangkitkan, kita tidak akan membawa semua itu. Hiduplah dengan memberikan yang terbaik kepada Tuhan, kepada sesama kita. Jangan kecewakan mereka. Beri dan terus memberi. Berikan yang terbaik, jangan tanggung-tanggung.

Ketika kita lahir di dunia, hanya kita yang menangis dan semua orang di sekeliling kita tertawa bahagia.
Berbuatlah kebaikan kepada orang lain selama hidupmu, sehingga ketika kamu meninggalkan dunia ini , orang-orang menangis dan kamu tertawa bahagia di Surga.

Kamis, 31 Juli 2008

Kelinci & Kura-kura

Waktu kecil ada sebuah dongeng anak-anak yang sangat aku suka. Ceritanya tentang seekor kelinci dan seekor kura-kura lomba lari. Mulanya si kelinci sombong dan optimis dia bakal menang. Tapi karena kelinci itu terlalu meremehkan lawan, akhirnya kura-kura tersebut yang menang.

Setelah dewasa, sekarang barulah aku sadar betapa bagusnya dongeng tersebut. Tak jarang dongeng tersebut seringkali menjadi "dongeng" dunia nyata kita sendiri. Kita bisa saja menjadi kelinci atau menjadi kura-kura tersebut. Sekarang, mari kita petik satu per satu pesan moral dari dongeng "Kelinci & Kura-kura" ini.

Dari sudut pandang kelinci:
1. Kelinci punya sifat suka merendahkan orang lain.
Dia merendahkan kura-kura. Dia menganggap kura-kura tidak mampu melampauinya. Dia meremehkan kura-kura! Mungkin juga dia merendahkan kura-kura karena beban rumah yang dia bawa dan juga melata.
2. Kelinci sebenarnya kurang pede.
Buktinya, dia hanya mau menantang kura-kura yang lebih lambat darinya. Kalau memang si kelinci punya pede selangit, kenapa tidak mencoba menantang tikus atau hewan lain yang larinya lebih cepat?
3. Kelinci malas.
Dia tidur di tengah-tengah perlombaan. Perlombaan itu berlangsung siang hari. Udah gitu tidurnya lama lagi! (Hayoo... siapa yang suka mengantuk di jam-jam kerja?)
4. Kelinci sombong.
Tentunya suatu perlombaan tidak akan disebut perlombaan kalau tidak ada penontonnya. Dan so pasti perlombaan ini juga pasti juga ada penontonnya. Bisa jadi si kelinci sudah menyebarkan "undangan" ke seantero hutan yang seolah mendeklarasikan dirinya bakal jadi pemenang. Mungkin juga kelinci ketika menyebar undangan tersebut sudah menggembar-gemborkan kemenangannya. Atau mungkin juga kelinci yang mempopulerkan istilah, "Kamu itu lambat kayak kura-kura aja!"

Nah sekarang mari kita lihat sudut pandang dari kura-kura:
1. Diam dan tabah.
Tahukah Anda betapa sakitnya hati kura-kura ketika mendapat cemoohan dan julukan "paling lelet" sehutan dari kelinci? Apakah kura-kura membalas makian kelinci? Tidak! Ia hanya diam dan tabah menghadapi. Tapi dalam hatinya, ia bertekad mem'balas dendam' pada kelinci dengan menunjukkan kemenangannya.
2. Pasrah kepada Tuhan.
Sebenarnya kura-kura bisa saja menolak tawaran kelinci. Sebenarnya kura-kura udah mau bilang "Tidak" pada kelinci. Tapi malam hari ketika kura-kura berdoa dan membaca firman, ia diberikan ayat Roma 12 : 12. Itulah yang menjadi kekuatannya hingga ia menjadi seorang pemenang. Ia hanya pasrah kepada Tuhan.
3. Taat
Menurutku, kura-kura itu sebenarnya bukan telaten dalam berjalan hingga ke garis finish (perjalanan ke pohon di atas bukit itu jauh loh pak). Jalanan menanjak, banyak kerikil-kerikil. Terus si kura-kura jalannya kayak gitu lagi: bawa rumah segitu gedenya, jalannya melata. Bisa dibayangkan rasa sakit badannya ketika jalan sambil mengenai kerikil-kerikil di tanah. Beban di punggungnya segitu beratnya. Bisa saja kura-kura berhenti di tengah jalan dan menyerah.
Tapi apakah kura-kura menyerah? Tidak! Dia jalan terus meskipun banyak kerikil dan beban berat di punggungnya. Badannya sakit pokoknya jalan teroosss... Dia hanya taat kepada Tuhan yang memberikan janji kemenangan untuknya.
4. Tuli
Telinga kura-kura tidak begitu besar. Dan lagi ia cuek. Jadi kura-kura sebenarnya agak tuli. Coba bayangkan seandainya kura-kura mendengarkan cemoohan dan teriakan "Buuuuu..." dari penonton. Mungkin mentalnya bisa down dan ia berhenti.
5. Semangat
Kura-kura itu biasanya berusia ratusan tahun. Kalau di manusia, wuih, umur segitu sudah jadi kakek/nenek. Tapi kura-kura punya semangat seperti anak autis hiperaktif (sedikit berlebihan). Semangat! Tidak peduli usia Anda berapa yang penting : Semangat!!!
6. Rendah hati
Setelah kura-kura menang, apakah ia balik mencemooh kelinci? Menurutku sih tidak. Soalnya waktu kura-kura diwawancarai sama MCnya lomba itu, ia hanya menjawab, "Semua karena Tuhan."

So, dalam perlombaan di dunia nyata ini (Roma 12:1-3), kita lebih cenderung menjadi kelinci, atau menjadi kura-kura?

Rabu, 30 Juli 2008

Takut?

Bagaimana rasanya "takut"? Setiap orang pasti punya paling tidak satu hal yang paling ditakutinya di dunia ini. Ada yang takut ketinggian, ada yang takut serangga, ada yang takut mati. Ketakutan dalam diri seseorang adalah lumrah. Setiap orang pasti pernah merasa takut.

Saya mempunyai seorang teman, seseorang yang selalu terlihat ceria, aktif dan cerewet. Sebut saja namanya Jamie. Orangnya asyik dan selalu ceria. Kadang-kadang saja ia agak muram. Mungkin ada masalah atau apa. Tetapi secara
overall, dia seorang teman yang sangat disukai dan termasuk tipe supel.

Suatu malam saya berkesempatan berbincang-bincang dengannya. Orangnya sangat bersemangat dan hampir 75% dari perbincangan kami selalu didominasi oleh dia. Satu-satunya hal yang tidak kusukai darinya adalah ia kebanyakan menceritakan dirinya.

Malam itu saya penasaran dengan topik ini: "takut". Iseng-iseng saya bertanya padanya, apa yang paling dia takutkan di dunia ini.

Jawaban Jamie sungguh mengejutkan. Hanya satu kata saja, "Kesepian".

Kesepian? Kenapa Jamie, seorang yang supel, ramah dan banyak teman malah takut akan suatu hal yang tidak mungkin terjadi pada dirinya: Kesepian?

Berbeda dengan Rahardjo, teman saya yang lain. Saat saya menanyakan apakah ia takut "kesepian", ia menjawab dengan sangat bagus, "Di saat saya sendiri ketika tidak ada siapapun yang peduli padaku, ada Yesus."

Betul! Yesus adalah sahabat sejati! Ia akan terus dan terus menjagamu dan memperdulikanmu. Kalau kita sudah bertobat dan kenal Yesus, maka tak ada alasan lagi untuk takut terhadap apapun, apalagi takut sama "Kesepian".

Jadi, apa ketakutan Anda sekarang?