Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2009

Mengapa Beruang Tumbuh Besar?


Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dgn sabar ditepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan.

Sejak pagi ia berdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air.
Namun,tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-2 mencoba, akhirnya..hup .. ia dpt menangkap seekor ikan kecil.
Ikan yang tertangkap menjerit-2ketakutan, si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."
"Mengapa ?: tanya beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-2 gigimu," rintih sang ikan.
" Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.
"Begini saja,tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu." kata ikan.
"Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang "Mengapa," ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap. "Ops !" teriak sang ikan.
Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap :"Ohhhh... andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu ..!!!?.
Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita.

Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;....
Disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; ....
Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; ....
Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita....

Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita Baca Artikel Lainnya :
Anda Spesial !
Biarkan Tuhan Menilaimu
Pelayan yang baik hati
menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi kesempatan yang besar.

Kamis, 23 Juli 2009

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.

Pygmaliondikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
* Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…….. ….how nice!!!!

Rabu, 07 Januari 2009

Winnie The Pooh

Semua pasti kenal yang namanya Winnie the Pooh. Yup, beruang kuning imut penyuka madu ini sudah terkenal di seluruh penjuru dunia. Bahkan adekku yang cewek pun fans paling fanatik dengan beruang ini. Tapi tahukah Anda kalau pencipta karakter Pooh ini terinspirasi dari sesuatu yang benar-benar sederhana?

Suatu hari Alan Alexander Milne bersama anaknya Christopher Rubin Milne berjalan-jalan ke kebun binatang London. Di sana mereka melihat seekor beruang yang diberi nama Winnipeg. Tuan dari Winnipeg adalah seorang letnan jendral dari Kanada. Diberinya nama Winnipeg karena kota kediaman jendral tersebut ada di Winnipeg, Manitoba. Saat perang dunia pertama jendral tersebut menyumbangkan Winnipeg ke kebun binatang London. Semua orang menyukai Winnipeg karena ia lincah dan cekatan.

Termasuk Christopher, ia sangat menyukai Winnipeg dan menamai boneka beruangnya "Winnie". Nama "Pooh" didapat dari inspirasi ketika mereka sedang berjalan-jalan melihat angsa di hari libur. Karakter Winnie the Pooh sendiri diciptakan pertama kali saat A.A. Milne berada di rumahnya di Ashdown Forest, Sussex Timur, Inggris.

Bab pertama Winnie the Pooh dirilis tahun 1925 dikemas dalam cerita Natal London's Evening News. Setahun kemudian, Winnie the Pooh dirilis dalam buku oleh penerbit Methuen & Co. Ltd. Kemudian di tahun 1928, "The House at Pooh Corner" disusul beberapa puisi tentang Winnie dalam buku cerita anak-anak. Semua itu terdapat ilustrasi yang digambar oleh E. H. Stephard.

Tahun 1930 lisensi Winnie the Pooh dipegang oleh Stephen Slesinger. Kemudian Pooh bukan hanya dikemas dalam buku cerita saja. Ada permainan, boneka dan puzzle. Dan tahun 1933 untuk pertama kalinya Pooh dan teman-temannya tampil berwarna. Selama 20 tahun lisensi Pooh dipegang Slesinger sebelum akhirnya dijual ke Disney oleh sang istri sesudah Slesinger meninggal. Mulai dari situlah Pooh berkembang menjadi kartun, buku cerita dan sebagainya.

Kesederhanaan.
Sesuatu yang besar itu tidak selalu berawal dari sesuatu yang spektakuler. Terkadang Tuhan memberi kita sesuatu yang sangat-sangat sederhana sebagai permulaan dari sebuah janjiNya yang sangat-sangat besar.

Lihat saja karakter Pooh. Diciptakan lewat sesuatu yang sederhana - boneka beruang anaknya. Inspirasi yang sangat sederhana. Tapi lihatlah lewat sesuatu yang sederhana itu bisa menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Seperti ketika Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. 5 roti dan 2 ikan!!! Bisa dibuat untuk makan malam 5000 orang! Bayangkan! Dari sesuatu yang kelihatan sederhana menjadi sesuatu yang besar.

Cara Tuhan kebanyakan adalah cara yang sederhana. Tuhan jarang menggunakan cara-cara yang spektakuler untuk menunjukkan kuasaNya. Bagi orang yang skeptis yang mengatakan, "Itu hanya kebetulan," biarlah mereka berkata seperti itu. Tapi tujuan dari Yesus mempertahankan kesederhanaan dalam memberi jawaban hidup adalah supaya tidak mengubah karakter kita. Setiap manusia unik, dan Tuhan tidak mau karakter kita diubah sehingga mirip orang lain.

Bila hari ini Anda sedang punya masalah dan Anda menanyakan jawaban kepada Tuhan, pesan saya: mulailah belajar peka dengan sekeliling Anda. Siapa tahu Tuhan memberikan jawabanmu dengan sangat sederhana yang bahkan tidak kau sadari.

Tuhan memberkati.

Selasa, 02 Desember 2008

Burung Hantu dan Elang

Udah lama ga nulis dongeng... Hari ini nulis ahh....
Suatu hari, karena suatu hal, seekor elang berhutang budi pada seekor induk burung hantu. Untuk membalas budinya, burung elang tersebut akan menjanjikan satu hal kepada si burung hantu.

"Apa yang kamu minta, burung hantu?" tanya elang.

"Satu hal kecil saja. Jangan makan anak-anakku lagi," jawab induk burung hantu itu.

"Oh itu bukan masalah. Bagaimana aku bisa mengenali kalau itu anakmu?" tanya burung elang.

"Gampang. Anak-anakku adalah burung paling imut di dunia. Mereka paling lucu dan berbulu. Dan mereka sangattttt... imut," jawan burung hantu.

"OK," jawab burung elang dan mereka berpisah.

Suatu malam ketika si elang terbang dalam perjalanan pulang, ia merasa lapar. Kemudian ia melihat ke bawah ke dahan sebatang pohon yang tidak terlalu tinggi. Di sana ia melihat beberapa ekor anak burung (tanpa pengawasan induknya) sedang tidur. Karena lapar yang tidak tertahankan akhirnya ia turun.

Pikirnya dalam hati, "Burung hantu memintaku jangan makan anaknya. Mudah-mudahan ini bukan sarangnya."

Ia mengamat-amati anak-anak burung yang sedang tidur itu. Kemudian pikirnya lagi, "Jelek, tidak imut, tidak lucu, matanya besar-besar dan agak botak. Pasti deh ini bukan anaknya burung hantu." Dan tanpa pikir panjang lagi ia langsung memakan anak-anak burung itu. Setelah kenyang, ia kemudian terbang pulang.

Tak lama kemudian induk burung hantu pulang dengan membawa sejumlah makanan untuk anak-anaknya. Tapi alangkah terkejutnya kalau semua anak-anaknya sudah hilang. Yang tinggal hanya bulu-bulu dan bekas darah.

Sobat JINS, setiap orang tua pasti menganggap anaknya paling lucu, paling imut dan paling hebat sedunia. Tapi kadang-kadang kita tidak perlu mengatakannya kepada orang lain. Terkadang terlalu memuji anak sendiri juga tidak baik bagi anak kita, bahkan bisa mencelakakan anak itu sendiri. Mungkin bagi mereka yang belum punya anak, ada baiknya kita juga jangan terlalu memuji anak rohani atau sahabat-sahabat kita. Pujian baik untuk dilakukan, tapi apabila terlalu sering dilakukan akan kelihatan murahan dan bisa-bisa mencelakakan orang tersebut.

So, hati-hati dalam melontarkan satu pujian.

Jumat, 17 Oktober 2008

Gagak Congkak

Ah.. sudah lama ngga posting cerita ringan. Hehehe...

Kali ini JINS mau posting dongeng ringan yang bisa jadi inspirasi buat hidup sobat JINS sekalian.

Ceritanya tentang gagak congkak.

Check this out.

Suatu hari sekawanan burung angsa terbang di atas sebuah pantai di mana ada seekor gagak berdiri dengan congkaknya. Gagak itu memandangi mereka dengan pandangan merendahkan.

Kemudian katanya kepada kawanan angsa itu, "Benar-benar tidak punya gaya. Lihat cara kalian terbang! Kalian tidak bisa menukik, bersalto di udara ataupun melayang. Kalian hanya mengepakkan sayap kalian saja untuk terbang."

Kawanan angsa itu hanya diam.

"Begini saja. Kita adakan sebuah pertandingan. Akan kutunjukkan siapa yang terbang paling jago," tantang gagak itu.

Dari perwakilan angsa dipilihlah seekor angsa yang gagah dan tegap. Kemudian, gagak itu terbang dan memamerkan semua kemampuannya. Ia menukik, bersalto di udara, melayang dengan indah dan semua trik-triknya dilakukannya dengan sangat indah. Ia mengakhirinya dengan sebuah lesatan indah dan mendarat dengan penuh kemenangan.

Sekarang giliran angsa itu. Angsa itu kemudian mengepakkan sayapnya, perlahan kemudian terbang ke arah lautan bebas. Gagak itu kemudian terbang menyusulnya, sambil terus memberikan kritik dan komentar mengenai betapa tidak bergayanya angsa itu terbang. Terus dan terus semakin jauh mereka terbang ke laut hingga akhirnya daratan tidak kelihatan lagi. Yang ada hanya lautan bebas sejauh mata memandang. Komentar dan kritik dari gagak semakin jarang terdengar (dan suaranya makin lama makin kecil) hingga akhirnya tidak terdengar komentar gagak itu lagi. Ia mulai capek dan ingin istirahat. Ia kemudian mencoba hinggap di atas air. Tapi sulit sekali karena ada ombak dan angin yang kencang.

Angsa itu terbang pura-pura tak memperdulikan masalah gagak itu, "Koq terus menyentuh air? Apa itu juga salah satu dari atraksi hebatmu?"

"Bukan," seru gagak itu, kini ia panik sekali, "Saya punya masalah dengan air. Kalau kamu tidak menolongku, aku bisa mati!"

Dan angsa yang kasihan itu menggendong gagak itu kembali ke daratan.

Moral cerita: Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja, jangan jadikan kelebihan kita sebagai alasan untuk merendahkan orang lain. Tuhan menciptakan setiap manusia unik, tidak ada yang sama. Ada yang berbakat di seni, ada yang di bidang olahraga, ada yang di bidang sastra. Jangan remehkan orang lain. Sebaliknya asahlah talenta dan kelebihan yang sudah diberikan oleh Tuhan kita secara maksimal.

Jumat, 22 Agustus 2008

Dongeng: Kucing & Harimau

Waktu kecil ada satu dongeng dari China yang sangat menarik perhatianku. Ceritanya tentang mengapa kucing dan harimau bermusuhan sampai hari ini meskipun mereka berasal dari rumpun yang sama. Ceritanya sebagai berikut:

Alkisah, dulu kucing dan harimau bersahabat baik. Ke mana-mana selalu pergi bersama dan selalu berburu bersama. Waktu itu, kucing masih belum bisa berburu. Sehingga setiap kali makan harimau selalu membagi buruannya kepada kucing. Apabila bertemu dengan musuh, yang bisa dilakukan kucing hanya memanjat pohon dan setelah harimau mengusir musuh tersebut baru si kucing turun.

Bosan dengan keadaan seperti ini, suatu hari kucing berkata pada harimau, "Mau, tolong donk ajari aku berburu dan menangkap mangsa. Aku benci banget sama tikus. Tapi tikus terlalu licin untuk kutangkap. Kamu kan tahu sendiri kalau aku tak bisa berburu..."

Harimau berpikir sebentar lalu menjawab, "Baik. Sebagai gantinya kamu harus mengajari aku memanjat pohon ya. Kamu kan tahu aku tak bisa naek pohon..."

"Sepakat!" jawab kucing.

Akhirnya si harimau mengajari kucing untuk berburu. Mulai dari jurus menerkam, jurus mencabik-cabik hingga jurus cakar kucing yang tersohor itu ^^. Setelah latihan beberapa bulan akhirnya si kucing bisa berburu sendiri.

Tiba waktunya sekarang kucing untuk mengajari harimau memanjat pohon. Tiba-tiba si kucing berpikir dalam hatinya, "Wah, kalau nanti aku mengajari si harimau naek pohon, bisa-bisa aku dikalahkan sama dia nanti. Dia udah besar, gagah, pinter berburu... Kalau nanti aku ngajari dia bisa-bisa pamorku jatuh ini..."

Akhirnya si kucing memutuskan untuk menolak permintaan harimau. Mulanya ia ingin berbicara baik-baik dengan harimau, tapi si harimau (tentu saja) marah...

"Kucing pengkhianat! Kamu sudah kuajari seni berburu sekarang kamu mau mangkir???" bentak harimau. Ia langsung mengejar kucing tersebut.

Kucing lari terbirit-birit dan langsung naik ke pohon yang sangat tinggi. Harimau yang tidak bisa naik pohon terpaksa hanya bisa mengaum dan membentak dari bawah. Itulah mengapa hingga saat ini ketika kucing buang kotoran selalu menggali lubang terlebih dulu, lalu menimbun kotorannya dengan tanah atau pasir. Itu karena si kucing takut harimau mencium jejaknya dan memburunya.

Blogger terkasih, apakah saat ini Anda menjadi kucing itu? Anda terlalu takut untuk mengajari orang lain, teman atau bawahan Anda karena Anda takut suatu hari teman atau bawahan Anda akan melampaui Anda.

Apakah Anda takut kalau suatu hari bawahan Anda akan merebut posisi Anda setelah merasa mampu?

Suatu hari datang seorang teman kepadaku memintaku untuk mengajarinya program latihan fitness untuk pembentukan tubuh. Teman saya itu memiliki postur tubuh yang bagus (sedangkan saya hanya bermodalkan pengetahuan yang sedikit di atas daripada dia). Apakah saya takut kalau suatu hari teman saya akan melampaui aku?

Perasaan intimidasi iblis itu pasti ada. Jujur, saya sempat terintimidasi. Tetapi suatu hari ada suara Tuhan yang mengatakan kepadaku untuk jangan takut. Berikan apa yang ada padaku yang terbaik kepada temanku itu. Kalau ia bisa menjadi lebih baik, maka saya juga bisa lebih baik. Dan buktinya, sekarang teman saya memang memiliki postur tubuh lebih baik daripada saya. Dan apakah saya kecewa? Tidak! Saya justru senang karena pada akhirnya saya bisa berguna dalam suatu hal dan menjadi berkat untuk seseorang.

Blogger terkasih, jangan pernah takut untuk membagi ilmu kepada orang lain. Jangan pernah takut untuk memberi yang terbaik kepada orang lain. Tuhan telah memberikan kepada kita anugerah-anugerah yang merupakan kelebihan kita. Toh kita juga tidak akan kehilangan apa-apa kalau kita mengajari mereka. Pengetahuan bukan barang fana, yang bisa habis kalau dibagi-bagikan. Sebaliknya pengetahuan kita akan terus bertambah apabila kita mengajari orang lain. Tuhan memberkati!!