Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

Tidak Ingat Lagi Tuh...


Pada suatu hari seorang suster dari biara di Milan tergopoh-gopoh mendatangi uskup dan menceritakan bahwa 2 hari sebelumnya Yesus menampakkan diri di hadapannya.Uskup itu tampak tekejut sebentar lalu bertanya kepada suster itu,

"Apakah saat itu kamu berbicara kepada Yesus?"

"Ya. . Bapak Uskup ,"Jawab Suster.

"Apakah hanya sekali itu?"Lanjut Uskup

"Sebetulnya,Yesus berjanji mau menampakkan diri Lagi,"Jawab Suster dengan penuh semangat.

"Oh ya. . ?"Kata Uskup.Uskup merenung sebentar,sambil tersenyum ia berkata kepada suster itu.

"Gini aja. . ,Jika kamu bertemu Yesus lagi,Tolong ajukan pertanyaan begini. . .mana yang lebih besar dosa dari uskup sebelum ia menjadi seorang uskup ?"Uskup mengetahui bahwa hanya Tuhan dan Bapak pengakuannyalah yang tahu dosanya yang terbesar.

Kira-kira tiga minggu kemudian ,suster tersebut datang lagi menemui uskup.

Uskup menerima dia di ruang kerjanya dan dengan bersemangat bertanya,"apakah kamu mendapatkan penampakan lagi suster?"

"Ya . . ,bapak uskup" Jawab Suster.

"apakah kamu bertanya kepada Yesus seperti yang saya pesankan?",tentang dosa-dosa saya?"Lanjut uskup.

"Ya saya menanyakan hal itu!"

"Lalu apa jawab Yesus?" Kejar uskup penasaran.

Sambil tersenyum suster itu melanjutkan,

"Tuhan Yesus mengatakan,Dosa. .. .?Aku tidak ingat lagi tuh !".



Saudara .....,Kita semua mengetahui Bahwa Tuhan itu Maha Pengampun kan ?
Bertobatlah . .

Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 23 Desember 2009

Boneka Untuk Adikku


Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju" "Natal benar2 semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.

Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki2 berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?' Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian Perempuan itu meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.

Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya' Aku menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih 'Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana.' Mata anak laki2 itu begitu sedih ketika mengatakan ini 'Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.' Jantungku seakan terhenti.

Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket.' Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.' Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.

Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau2 uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku cukup.' Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: 'Terima Kasih Tuhan karena memberiku cukup uang' Kemudian ia memandangku dan menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku. Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.' 'Kau tahu, mamaku suka mawar putih'

Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari
kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?

2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang2 untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2 itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.

Senin, 21 Desember 2009

Natal Adalah Damai


Natal Adalah Damai..
Berdamailah dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain. "Artinya, sebelum seseorang berdamai dengan orang lain, terlebih dahulu orang itu harus bisa berdamai dengan dirinya sendiri.''
apabila semua orang di muka bumi ini mampu berdamai dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain, maka dunia ini akan damai dan semua umat akan hidup tenteram menikmati kasih karunia Allah, Damai sejahtera itu datang dari dalam hati dan dianugerahkan oleh Yesus Kristus karena Dialah yang datang untuk membawa damai.

Ada tiga hal yang memang sulit dilakukan manusia:
(1) membalas kejahatan dengan kebaikan;
(2) menolong orang-orang yang terlantar, tersisihkan dan terbuang; dan
(3) memahami kesalahan orang lain dan mengakui kesalahan diri sendiri. Akan tetapi, jika kita mengakui bahwa diri kita adalah pengikut Kristus, maka kita harus meneladani perkataan dan perbuatan Yesus. Yesus telah melakukan ketiga hal yang sulit dilakukan manusia, yaitu dengan menyembuhkan orang sakit, mengampuni orang yang berdosa dan mengorbankan Dirinya demi menyelamatkan kita semua.

Damai yang kita dambakan tidak terwujud begitu saja, melainkan harus diupayakan secara terus menerus dan dengan usaha keras, baik sendiri maupun bersama. Itulah sebabnya Yesus memuji mereka yang membawa damai, yang memperjuangkan keadilan dan membangun hidup sebagai saudara. Mereka itu sangat dikasihi Allah, sehingga disebut anak-anak Allah. ``Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah'' (Mat 5:9).

Perayaan Natal saya mengajak kita untuk memberikan kesaksian akan Yesus sang Raja Damai, terutama dengan menghayati dan melaksanakan perintah-Nya untuk membawa damai di mana ada perselisihan, pertengkaran, perkelahian, peperangan; bertindak benar dan adil untuk menegakkan keadilan dan memupuk sikap saling percaya, saling membantu untuk meningkatkan kwalitas hidup bersama.
Semoga melalui perayaan Natal, Yesus lahir di hati kita dan hati kita dipenuhi dengan damai, cinta dan kebahagiaan..

YESUS Datang Membawa TERANG dan DAMAI Bagi Kita… Untuk… Menjadikan Kita Sebagai Pembawa TERANG dan DAMAI Bagi Sesama....Mari kita Mempersiapkan Hati & Pikiran Untuk Sambut Hari Kelahiran Yesus Kristus Dengan Sukacita & Ucapan Syukur.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2009..semoga kehidupan kita dan keluarga selalu dipenuhi dengan cinta dan damai.

JESUS LOVE U ALL
andry mbura @ facebook

Jumat, 11 Desember 2009

White Christmas


I’m dreaming of a white Christmas
With every Christmas card I write
May your days be merry and bright
And may all your Christmas as be white

SEPENGGAL nada manis dari lagu White Christmas karya Irving Berlin yang dirilis tahun 1942 itu mengalun lembut memenuhi lobi salah satu hotel di Semarang, pekan lalu. Dekorasi serba putih sampai Senin (20/12) lalu masih menghiasi hotel di kawasan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, itu, menghantar damai dan kehangatan Natal bagi setiap tamu hotel yang datang. Lagu kondang itu dikarang oleh Irving Berlin.

Siapa Irving Berlin? Ia adalah sosok yang lahir dan berasal dari imigran Yahudi Rusia pada tahun 1888 dan memiliki kenangan yang getir di hari Natal. Pada usia lima tahun, Irving bersama anggota keluarganya berimigrasi ke Amerika Serikat. Karier Irving dalam dunia musik dimulai dengan menjadi penulis lagu di New York’s Tin Pan Alley.

Kisah penulisan lagu White Christmas sendiri dilakukan Irving ketika ia bekerja di Hollywood. I’m dreaming of a white Christmas, just like the ones I used to know adalah bait pertama dari lagu White Christmas, yang ditulis Irving.

Alasannya menulis syair bait pertama lagu itu sangat sederhana. Ia terinspirasi kenangan Natal pada masa kecilnya. Kala itu, Irving merayakan Natal bersama tetangganya, keluarga O’Hara. Ia terkesima melihat pohon natal keluarga itu yang menjulang tinggi mengelilingi dirinya. Itulah memori terindah yang tak terlupakan.

Di balik kepopuleran White Christmas, tak banyak orang yang memahami tragedi kehidupan Irving. Istri pertama Irving meninggal karena penyakit tipus. Perkawinan keduanya dengan Ellen Mackay disorot oleh pers New York. Putra pertama Irving-Ellen, Irving Jr, tepat di hari Natal meninggal akibat sindrom kematian balita mendadak.

Setiap tahun Irving dan Ellen diam-diam pergi ke kuburan Irving Jr untuk meletakkan seikat bunga di pusaranya sebagai kenangan tanda cinta mereka kepadanya di hari Natal.

I’m dreaming of a white Christmas
Just like the ones I used to know
Where the tree tops glisten
And children listen, to hear sleigh bells in the snow.