Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2010

Perbedaan BOS dan PEMIMPIN


Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

Seorang BOS mengatakan "saya".
Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI!"
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI"

Kamis, 05 November 2009

Kisah Dewa Klasik - Sebuah Cerita Iman


sharing iman "Aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua...

Namanya keren, DEWA KLASIK ALEXANDER.
Tapi jujur nggak ada yang tahu siapa dia (termasuk saya) saat kami mengundangnya menyampaikan testimony di kebaktian Kamis malam.
Tubuhnya kurus, gaya seperti anak muda pada umumnya, sepintas memandang tidak terlalu istimewa. Tapi begitu kata demi kata mengalir keluar dari mulutnya, hampir semua yang hadir terbelalak.
Sedih, kagum, rasa tak percaya "masa sih...." silih berganti mengisi hati, ... perasaan ini seperti diobok-obok.

"NAMA SAYA DEWA KLASIK"

Masih sangat muda, 21 tahun, tepatnya pada 27 Maret yang lalu.

"Saya anak sulung dari 4 bersaudara, lahir di Malaysia dan masa kecil saya banyak dihabiskan di luar Indonesia. Latar belakang keluarga saya adalah dari keluarga yang berpengaruh dan sangat berkecukupan", demikian Dewa memulai kesaksiannya.

Selanjutnya apa yang Dewa tuturkan sungguh membuat banyak orang, mostly, pasti akan iri setengah mati. Kelimpahan keuangan dari orangtuanya sungguh membuat hidupnya bak tokoh kartun di televisi era 1980an.
Mungkin nggak banyak yang tahu tentang karakter komik dari Harvey Comics ini yang sungguh luar biasa kaya raya, dan ... masih seorang anak kecil !!!


Living a RICHIE RICH Dream Life !!!


Sepertinya begitulah gambaran kehidupan Dewa Klasik.
Punya uang saku yang berlimpah, liburan ke luar negeri bukan sesuatu yang istimewa baginya, no fake items, everything he had is branded...man.., dan bisa beli apa saja di usia yang masih sangat muda.

Waktu SMP di Jakarta International School, dia berkata "saya satu-satunya siswa yang bawa mobil Ferarri ke sekolah" (pas bagian ini, mulut-mulut yang mendengarkan pada mangap semua... "haaaaah ???")

Dan biasanya kan orang berkata ohhh.. Tuhan itu adil.
Ada orang yang kayaaa banget, tapi otaknya lemot, hehe... supaya diseimbangkan dengan orang yang miskin tapi otaknya pintar.
Jadi masing-masing orang akan punya kelebihan (kayaknya sih ini pikiran orang sirik yah...hehe).
Nah, Dewa ini udah punya uang banyak, otaknya juga pintar.
Di atas rata-rata. Jarang kan yang begini...
Selalu mengikuti program akselerasi di sekolah, sehingga di usia 15 tahun sudah menamatkan SMA dan bisa masuk Oxford.


Wait...wait...wait... Oxfordnya bukan yang di Bandung atau di Jakarta .. bukan.. bukan lembaga kursus bahasa Inggris loh...
Tapi bener-bener Oxford University yang tersohor itu...
Yaaa.... betul... yang di Inggris sono.
Hmmmh... pasti banyak yang berangan-angan "andainya aku seperti dia....kaya, pinter, terkenal...."

Tapi ternyata Dewa nggak betah belajar di Inggris, sehingga minta pulang ke Indonesia. Sebelum pulang, seperti biasa dia mampir ke sebuah toko buku yang besar di Inggris (hobby membacanya memang luar biasa !!!), tapi di situlah babak baru kehidupannya akan segera dimulai.

WHAT MAKES GOD SMILE?

Sepertinya nggak sengaja, ... tertarik dengan sebuah buku yang merupakan best seller dan terjual jutaan copies "THE PURPOSE DRIVEN LIFE" nya
Rick Warren, Dewa membaca judul-judul bab yang ada di buku itu.
Dan matanya berhenti pada judul chapter 9 : "What Makes God Smile?"
A big... big question mark memenuhi hati Dewa. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya bahwa Tuhan bisa tersenyum.

Pulang ke Indonesia, dia berusaha mencari jawaban dengan pergi ke gereja, membaca buku-buku kekristenan tapi masih belum bisa meyakinkannya. Sampai suatu ketika dalam pergumulan atas pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi batinnya, di dalam kamar Dewa berkata "Tuhan jika Engkau benar-benar nyata tunjukan diri-Mu..”

Saat itu tiba-tiba ada suara yang sangat lembut berkata “Son, it’s Me...”
yang membuat air matanya mengalir tak tertahankan. Ia melihat sebuah sinar yang sangat menyilaukan hingga membuat ia tertunduk dalam tangisannya. Tapi saat itu ia masih juga tidak percaya dan berpikir bahwa semua hanya halusinasi. Tapi suara lembut itu terus berulang “Son, it’s Me...” hingga ke-empat kalinya. Akhirnya Dewa menyerah dan percaya.

Sungguh perjumpaan yang sangat intim sekali.
Tuhan menyatakan kepada Dewa bahwa Ia adalah Bapa. Suatu sebutan yang nggak pernah dia kenal dan yang nggak pernah dia ketahui sebelumnya.
Hari itu Dewa mengambil keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Babak baru kehidupannya pun dimulai.

Menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat berarti menanggalkan kehidupan yang lama.
Singkat cerita Dewa terbuang dari keluarga, segala fasilitas hidup termasuk keuangan dihentikan. Kehidupan Richie Rich berhenti sudah.

Dewa mengalami aniaya secara fisik maupun verbal.
Sambil meneteskan air mata dia mengungkapkan bahwa yang paling memilukan hatinya adalah saat sang mama berkata, "... mama menyesal telah melahirkan kamu ke dunia ini..." .
Segala haknya sebagai anggota keluarga diputuskan dan ia diusir dari rumah.
Dewa berangkat ke Jakarta dengan hanya bermodalkan sebuah ponsel yang sempat ia sembunyikan.
Besar harapannya di Jakarta ia bisa mendapat bantuan dari teman-teman lamanya di sekolah dulu. Tapi ternyata keluarganya telah menghubungi semua teman-temannya di Jakarta supaya tidak memberikan pertolongan.
Tidak ada seorangpun yang bisa diandalkan.


TURN FROM SOMEBODY TO NOBODY

Setelah semua uang hasil penjualan ponsel habis, kehidupan yang dulu bak seorang pangeran berganti menjadi kehidupan yang terlunta-lunta.
Ia terpaksa tidur di jalanan, di emper-emper toko, beratapkan langit dan berselimutkan udara malam nan dingin.

Pada bagian ini, saya melihat air mata menetes di pipinya.
Dan bukan hanya Dewa, banyak yang menangis di ruangan itu (termasuk saya). Saya tahu nggak gampang buat melalui semuanya itu. Semakin tinggi posisi seseorang, bila jatuh, maka sakitnya juga lebih parah dirasakan.
Seorang Richie Rich kini berubah menjadi seorang anak jalanan, yang menyambung hidup dengan mencari sepeser demi sepeser uang layaknya anak jalanan.

Tapi kenapa Dewa bisa bertahan tinggal di jalanan?
Kenapa dia nggak kembali kepada kehidupan lamanya yang berkelimpahan?
Kasih yang luar biasa kepada Yesus memberinya kekuatan untuk tidak memandang kepada semua masa lalunya. Dia rela menukar segala haknya dalam kehidupan yang lama demi keselamatan dalam kasih Kristus.
(Yang membuat hati saya perih adalah, sungguh ironis, banyak orang yang sudah lebih dulu mengenal Kristus, rela menukar keselamatan yang dimilikinya demi harta kekayaan).


Suatu hari, ketika ia sedang berada di titik terendah dalam hidupnya, "apakah sia-sia meninggalkan kehidupannya yang dulu?", Dewa mulai
melihat tangan pembelaan Tuhan.
Titik terang mulai kelihatan. Tuhan mulai menyingkapkan rencanaNya dalam hidup Dewa melalui pertemuan dengan teman lama yang akhirnya memperkenalkan dia dengan seorang Hamba Tuhan bernama Pdt. Daniel Alexander. Beliau yang menampung Dewa dan mengangkatnya sebagai anak rohaninya.
Jadi sekarang ngerti yah kenapa namanya menjadi Dewa Klasik Alexander.

(Di Facebook Dewa menulis salah satu favorite quotation nya adalah:
"I lift my eyes up to the hills, where does my help come from?
My help comes from the Lord, the maker of Heaven and earth"
-King David-)


Dewa pun diberikan pelajaran Alkitab dan disekolahkan di Sekolah Misi di Surabaya. Di tempat inilah karakter rohaninya dibentuk dan dipersiapkan untuk panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Di penghujung masa perkuliahannya, karena sering ketularan penyakit dari teman-temannya, Dewa diminta untuk memeriksakan diri ke dokter.
Dan 3 hari sebelum dia diwisuda di Sekolah Misi tsb, Dewa mengalami kejutan yang luar biasa, karena divonis menderita HIV/AIDS.
Dulu di masa uang berlimpah, Dewa memang pernah terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan narkoba.
Ia menghubungi ke-empat temannya waktu dulu yang pernah berbagi jarum suntik, dan mereka semua pun terkena penyakit yang sama.
Apakah ia menjadi pahit hati dan mundur dari Tuhan?

Tidak. Penyakit yang dideritanya ini justru memberikan kerinduan di dalam hatinya untuk melayani orang-orang yang senasib dengannya. Banyak tempat dia kunjungi seperti Myanmar, India, sampai ke negara Afrika untuk menjadi motivator bagi penderita HIV/AIDS.

Ketika balik ke Jakarta kehidupan pun telah membaik. Memiliki saudara-saudara seiman yang mengasihinya, hidupnya mulai nyaman, tidak seperti dulu ketika baru pertama kali datang ke Jakarta setelah tidak diakui lagi oleh keluarganya.

Suatu saat ketika sedang melintas di daerah Roxy, Dewa melihat daerah-daerah yang kumuh, dan ia merasakan ada suatu panggilan dalam hatinya. Ia merasa harus melakukan sesuatu, harus keluar dari zona nyaman, dan memenuhi panggilan Tuhan yang sesungguhnya.

Dewa menukar kenyamanan hidup yang mulai dirasakannya demi menggenapi rencana Tuhan.

Ia meninggalkan tempat kostnya yang nyaman dan menukarnya dengan mengontrak di tempat yang kumuh di Roxy demi bisa melayani orang-orang yang terpinggirkan.

Orang yang nggak mengerti mungkin akan berkata "kamu gila..." kepada Dewa.
Tapi Dewa melakukannya dengan hati yang rela. Tempat tidur yang nyaman digantikan dengan tidur di atas lantai. Dan Dewa mulai bergerak melayani anak-anak miskin di bilangan itu.


SHARING HIS LIFE

Bersama beberapa teman-temannya dari Facebook, Dewa mendirikan HOME (House of Mercy), untuk melayani anak-anak tidak mampu di daerah Jakarta Barat.
Di daerah tempat kumuh inilah, tanpa ragu, saat ini Dewa tinggal untuk mengajar, memberikan berbagai bantuan untuk warga sekitar.

Teladan baik dia berikan, bukan hanya sesekali datang mengajar, bahkan ia rela tinggal di tempat yang kumuh itu.


Berbaur menjadi satu dengan orang-orang yang miskin. Bukankah hari-hari ini yang dibutuhkan dunia ini bukanlah sekedar teori?
Dan Dewa melakukannya dengan segenap hatinya. Nggak banyak orang yang seperti Dewa.

HE HAS A DREAM

Pernyataan Tuhan pada perjumpaan pertama "Son...it's Me.." benar-benar menginspirasi Dewa untuk menjadi 'bapa' bagi generasi muda yang membutuhkan.
Dewa Klasik ingin membagikan kasih Bapa yang telah ia terima kepada anak-anak terlantar yang kekurangan kasih sayang.
Dewa juga punya mimpi ingin membangun sebuah rumah susun untuk menampung orang-orang tidak mampu, pengidap HIV AIDS, kusta dan orang-orang yang terbuang.

Terbuang dari keluarga, tidak berdaya, lapar, miskin, dan terhina, tapi semuanya itu cara Tuhan untuk melatih Dewa berperang sebelum masuk ke dalam panggilan yang sesungguhnya.
Dewa adalah orang sangat mengerti akan arti terbuang, dan terpinggirkan. Dan dengan pengertian itu ia membagi kasih Yesus kepada orang-orang yang mengalaminya untuk bangkit dari keterpurukan.
Saat divonis HIV, dokter menyatakan bahwa hidup Dewa hanya tinggal beberapa bulan lagi. Menyadari itu Dewa benar-benar bekerja keras untuk Tuhan, memanfaatkan waktu yang tersisa.
Kini mungkin sudah hampir 5-6 tahun lamanya sejak dia divonis HIV , dan Dewa masih tetap tegak berdiri menyatakan kasih Tuhan kepada jiwa yang terhilang.


"I WORKED HARDER THAN ALL OF THEM..."

Ada satu ayat yang dia kutip malam itu yang sangat membuat hati saya terkesan.
"Tetapi karena kasih karunia Tuhan aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Tuhan yang menyertai aku.
(1 Korintus 15:10)


Saya benar-benar menyetujui bahwa Dewa benar-benar pekerja keras. Bahkan rela menyerahkan hak untuk hidup nyaman demi bekerja keras bagi jiwa yang terhilang. Dan yang lebih mengagumkan seperti Paulus ia berkata, bahwa semuanya itu karena kasih karunia Tuhan yang menyertainya.

Teman-teman, malam itu saya sangat diberkati.
Beberapa teman-teman saya juga tergugah hatinya ingin melayani Tuhan lebih lagi. Kehidupan Dewa Klasik benar-benar memberi dampak bagi kami.

Dan seperti Paulus, seperti Dewa, saya juga ingin berkata,
".......aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Tuhan yang menyertai aku."

Saya mau bekerja keras lebih lagi untuk Tuhan.
Semoga teman-teman juga diberkati.


All blessings,

Julita Manik

Selasa, 30 Juni 2009

Tahta Sang Putri

Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.

Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?

Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.

Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.

Bagaimana jalan keluarnya?

Konsultan angkat tangan.

Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.

Dibentangkannya persoalan secara gamblang.

Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing

memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.

Dialog pun dimulai.

Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.

"Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku, " kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.

Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.

"Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku, " katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. "Budget maksimum Rp1 juta," tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.

Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.

"Bagus, besok giliranmu," kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.

"Oke, besok giliranmu," kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.

"Lho, kok kosong?" tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.

Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.

"Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari," katanya kalem.

Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar.

Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri.

"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya."

Kamis, 25 Juni 2009

Emas atau Kuningan

Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka.. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, 'Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?'

Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.'

Lalu tanya prajurit itu lagi: 'Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?'

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis.'

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya,

'Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?'

Jawab orang kaya itu, 'Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. '

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, 'Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,'Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?'

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, 'Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? '

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: 'Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.'

'Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.' Tanya prajurit itu lagi.

'Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting.' Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, 'Mengapa bisa begitu?'

'Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.'

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, 'Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil.'

'Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?' Tanya prajurit lagi.

'Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI.

Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni.'

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,'Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu.
Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.'

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, 'Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. '

Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas
rakyatnya.

(Dikutip dari: 'When We Have to Choice' / Kumpulan Sharing & Cerpen)

Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:

BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN

(setengah hari untuk memilih)

MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN

(setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG
LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI.

Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. 'CINTA SELALU BERJUANG' Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.

Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH

(setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas.

Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya.
Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi??
Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.

Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...

Rabu, 22 April 2009

Don't Judge the Book by It's Cover

Link video:
http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY

Susan Boyle, seorang ibu berusia 47 tahun, sudah cukup tua untuk mengikuti ajang pencarian bakat semacam Britains Got Talent (sejenis Indonesian Idol, begitulah). Perawakannya kurang menarik, agak gemuk, rambutnya sudah putih dan ia juga tidak cantik. Tingkah lakunya juga slengekan. Di video tersebut terlihat penonton seolah mencibir, meremehkan, bahkan juri juga meremehkan. Singkatnya, ia sama sekali tidak diperhitungkan.

Ketika ia mengatakan ia ingin seperti Elaine Paige, penonton seolah mencemoohnya (lihat di video itu ekspresi orang-orang. Menarik sekali.) Susan mengatakan kalau ia tidak punya kesempatan dan kali ini adalah kesempatannya unjuk gigi.

Ketika ia menyanyikan lagu I Dreamed A Dream dari drama musikal Les Miserables (lihat di video), semua orang berdecak kagum (termasuk saya sendiri). Semua orang langsung memberikan standing applause (tepuk tangan dengan berdiri) yang merupakan penghargaan paling tinggi dalam dunia panggung. Termasuk dua orang jurinya memberikan standing applause!!!

Suaranya begitu jernih, begitu mengalir, begitu enak dan nyaman. Beberapa orang terharu. Soul-nya dapet banget! Benar-benar luar biasa!!

Dan waktu penjurian, tanpa diragukan lagi ia menerima pujian dari ketiga juri. Bahkan Simon yang biasa sinis pun melontarkan pujian kepadanya. Dan selama ini, ia adalah kejutan terbesar dari Britains Got Idol dan segera menjelma menjadi fenomena di Inggris Raya. Luar biasa!!

Mungkin kesan pertama dari seseorang akan dinilai dari penampilan. Tapi jangan pernah menilai seseorang secara keseluruhan dari apa yang kelihatan, melainkan dari dalamnya.

Minggu, 19 April 2009

Dewa Waktu

Saya pernah mendengar satu cerita yang cukup menarik. Suatu ketika di jaman Yunani kuno, ada seorang anak bertanya pada ayahnya.

"Ayah, seperti apa dewa waktu itu?" tanya sang anak.

Ayahnya menjawab dengan sabar, "Dewa Waktu adalah dewa yang paling cepat. Ia tidak memakai baju dan sangat licin. Susah sekali menangkap dewa itu, bahkan kelihatannya mustahil. Dia selalu berlari dan sangat cepat, lincah. Pokoknya, susah banget deh mau ditangkap."

"Lalu bagaimana cara menangkap dewa itu, yah?"

"Gampang-gampang susah nak. Untungnya, dewa itu tidak pernah melihat ke belakang. Meskipun ia cepat, ia tak pernah menoleh. Dan ia juga punya kunciran rambut yang panjang. Jadi kalau pas ia lewat, tangkap saja rambutnya, maka ia bisa kaupegang. Tapi ia tidak bisa kau tangkap juga karena ia cepat dan lincah."

Apa yang saya pelajari dari cerita di atas?

Yap, waktu memang seperti deskripsi mitos dewa waktu itu. Waktu itu cepat, waktu tidak peduli masa lalumu, waktu tidak bisa diulang, dan waktu tak bisa dimiliki. Kita tidak bisa mengendalikan waktu, hanya bisa memanfaatkannya.

Ada satu cerita lagi. Seorang paman jauhku (sudah tua), ia mudah sekali dekat dengan anak-anak. Ia dekat sekali dengan cucu-cucunya, dekat dengan anak-anak di kampung dan bahkan anak yang paling nakal sekalipun bisa dekat dengannya. Tapi herannya, ia tidak pernah dekat dengan anaknya sendiri. Anaknya sekarang seorang pengusaha di Amerika, tapi paman tua ini tidak pernah akrab dengan anaknya sendiri (padahal dengan anak-anak betah). Mengapa?

Suatu hari, seorang temannya bertanya padanya, "Mengapa kamu mudah dekat dengan anak-anak sedangkan dengan anakmu sendiri kamu tidak akrab?"

Paman tua itu berlinang air mata menjawab, "Dulu ketika muda dan anak-anak saya masih kecil, saya bekerja keras membanting tulang. Setiap hari kerjaaaaa melulu dengan harapan agar saya bisa mendapatkan suatu kekayaan dan kehidupan keluargaku akan lebih baik. Siang malam bekerja terus dan itulah mengapa saya menelantarkan anak-anakku.

"Kini saya sudah tua. Saya menyesal. Kekayaan ini sama sekali tidak ada artinya. Akibat dari itu, harga yang harus saya bayar adalah saya tidak dekat dengan anak-anakku. Mereka kekurangan kasih sayang seorang ayah. Jadi sekarang saya memutuskan untuk dekat dengan anak-anak dan menunjukkan kasih sayangku pada mereka."

Tapi... waktu tidak akan pernah bisa diulang kembali dan paman itu tidak akan bisa dekat lagi dengan anak kandungnya sendiri.

Saya sering kali menolak anak saya ketika ia minta digendong atau dicium. Seringkali dengan alasan sibuk saya menolak halus anak saya hingga suatu hari saya ditegur istri saya, "Pak, semuanya ada masanya loh pak."

"Semuanya ada masanya. Sekarang bapak masih bisa cium-cium dan meluk dia, nanti kalau sudah agak besaran, ada masanya dia sudah tidak mau dipeluk dan dicium-cium sama bapaknya lagi loh..."

Saya bagai tersadar dari mimpi dan memeluk anak saya. Betul kata istri saya, ada masanya. Sekarang ia masih bisa dipeluk. Nanti kalau sudah sekolah, sudah tidak mungkin anak saya minta dipeluk-peluk dan dicium. Malu, katanya. Dan mumpung sekarang masih ada waktu, saya mau puas-puasin.

Sobat JINS, semuanya ada waktunya. Anak-anak, kita sendiri, keluarga, Tuhan kita, gereja, sahabat-sahabat kita, pekerjaan kita, semuanya ada waktunya. Waktu tidak pernah menunggu. Apabila kita bersantai katakanlah sepuluh menit, waktu tidak akan berhenti menunggumu bersantai selama sepuluh menit. Ia akan terus berjalan.

Dan ketika kita tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, suatu hari ketika penyesalan itu tiba, semuanya sudah terlambat. Waktu yang sudah berlalu itu tidak akan bisa diulang kembali.

Lebih baik, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya mulai dari sekarang. Dewa waktu tidak bisa ditangkap. Tapi kita bisa mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dengan sebaik-baiknya sehingga tidak timbul penyesalan.

- disadur dari khotbah Pdt. Andi dari Bandung: GMS 19 April 2009-

Kamis, 16 April 2009

Kedua Belas Pengintai

Suatu ketika Musa pernah mengutus dua belas orang pengintai. Dua belas orang itu ditugaskan untuk melihat keadaan di tanah Kanaan seperti apa tanah itu. Hal itu karena Musa mau memimpin bangsa Israel untuk memasuki tanah itu. Maka sebelum masuk, mereka harus mengetahui keadaan di tanah itu. Itulah latar belakang mengapa Musa mengutus dua belas orang pengintai.

Kedua belas orang itu berangkat. Mereka kemudian menyelidiki dari ujung hingga ujung tanah Kanaan itu. Di sana, tanahnya begitu subur, dikatakan dalam Alkitab, berlimpah susu dan madu. Di sana juga banyak buah anggur yang rimbun, banyak hasil alam yang indah dan enak. Pokoknya, melimpah ruah deh sumber daya alamnya.

Masalahnya, di tanah Kanaan yang begitu berkelimpahan dihuni oleh orang-orang Enak yang seperti raksasa dan memiliki jumlah pasukan yang besar. Mereka juga bengis dan merupakan horor. Mereka tidak mudah dikalahkan.

Beberapa waktu kemudian, sepulang mereka dari pengintaian, kedua belas orang melaporkan apa yang mereka lihat di tanah Kanaan. Sepuluh orang melaporkan kalau tanah itu dihuni orang-orang bengis dan mustahil untuk menguasainya. Mereka bahkan lebay dengan mengatakan hal-hal yang hiperbola. Sialnya lagi, sepuluh orang itu mengatakan kepada seluruh umat Israel sehingga mental dan moral bangsa Israel semakin down.

Mereka mengatakan hal-hal yang hiperbola, yang pesimistis. Mereka membuat orang Israel menjadi lesu, takut dan tidak berani untuk maju, pesimis. Dan inilah biang kerok yang menyebabkan bangsa Israel bersungut-sungut di hadapan Allah. Allah murka sekali. Langsung saja kesepuluh pengintai yang omongannya tidak memberkati ini dibinasakan. Kesepuluh pengintai ini mati.

Sebaliknya, hanya dua orang saja, yakni Kaleb dan Yosua yang tetap hidup. Mengapa? Karena mereka melihat orang-orang Enak itu justru sasaran empuk untuk dihajar. Mereka melaporkan kondisi Kanaan yang baik, yang positif dan berkelimpahan. Mereka bahkan mencoba memberi semangat kepada bangsa Israel dengan mengatakan kalau orang Enak itu sasaran empuk. Mereka berdua percaya dengan penyertaan Tuhan dan janji Tuhan tidak ada yang mustahil. Dasar saja orang Israel yang kurang percaya sehingga bersungut-sungut.

Tapi mereka gagal karena sepuluh lawan dua.

Sobat JINS, apakah Anda salah satu dari sepuluh pengintai itu atau termasuk yang dua?
Apakah Anda melihat kesempatan dalam kesempitan atau melihat celah dalam kesempatan?
Apakah Anda berpikir positif atau negatif?
Apakah Anda mencoba memberikan pengaruh yang baik atau yang buruk kepada orang-orang di sekitar Anda?

Sobat JINS, apabila saat ini Anda termasuk yang sepuluh itu, berarti saat ini Anda sudah "mati". Bukan mati secara fisik tapi mati secara rohani. Semangat Anda tidak ada. Anda hanya akan berkutat di situ-situ saja. Tidak ada promosi, tidak ada peningkatan. Anda sudah stop di situ. Anda sudah "mati"! Ini gejala yang sangat membahayakan.

Sobat JINS, belajarlah dari Kaleb dan Yosua: melihat hal-hal yang positif, memberi dorongan semangat, bukan malah menjatuhkan mental. Seringkali suatu peluang seperti tanah Kanaan. Begitu berkelimpahan, begitu subur, tapi tetap ada resiko-resiko yang harus diambil. Tergantung kita saja yang berpikir positif dan terus maju atau mundur karena resiko-resikonya. Tentunya lakukan semua itu dengan hikmat dan bukan dengan bodoh menerjang maju.

God Bless You...

Selasa, 14 April 2009

Barracuda

Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menceritakan sebuah eksperimen yang dilakukan di Woods Hole Oceanographic Institute. Seekor ikan barracuda dimasukkan ke dalam sebuah akuarium berukuran sedang yang bagian tengahnya dipisahkan oleh sebuah kaca pembatas transparan. Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si barracuda. Ketika lapar, berkali-kali ikan barracuda mencoba untuk memangsa ikan kecil tersebut, namun usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi.

Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap tidak berhasil, si barracuda menyerah dengan menerima
kenyataan bahwa perburuan ikan kecil tersebut hanya mengakibatkan kesakitan pada hidung dan mulutnya. Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat, dan apa yang terjadi? Si barracuda tetap pada sisinya, tidak bergerak ke arah ikan kecil. Rasa lapar mulai terasa hebat. Akan tetapi si barracuda sepertinya tidak berusaha sekali pun untuk memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaanya tepat berada di depan hidungnya.

Pelajaran penting yang saya temukan dan dapat kita ambil dari kisah barracuda ini adalah bahwa masa lalu kita tidak sama dengan masa yang akan datang. Hellen Keller pernah berkata ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tapi kita seringkali mengamati pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat satu pintu lain yang terbuka.

Jangan putus asa, jangan pernah putus asa! Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Impian pasti bisa menjadi kenyataan, jika kita yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya. Hiduplah sesuai dengan imajinasi Anda, bukan kenangan akan masa lalu.

Kamis, 02 April 2009

Buzzards, Bats and Bumblebees

Seekor buzzard (sejenis elang), bila ditempatkan di sebuah kurungan seluas enam atau delapan kaki dengan tutup terbuka tidak akan bisa terbang keluar dari kurungan. Mengapa? Ini dikarenakan seekor buzzard harus mengambil ancang-ancang untuk berlari sejauh sepuluh sampai dua belas kaki sebelum benar-benar terbang. Oleh sebab itu, bila ia ditempatkan ke kurungan yang lebih kecil, ia tidak bisa terbang (dan terpenjara selamanya).

Seekor kelelawar yang lincah bahkan pada malam hari sekalipun bila ia ditempatkan di sebuah tanah yang datar di lapangan terbuka sekalipun, ia tidak akan bisa terbang. Kelelawar itu hanya akan berputar-putar kebingungan dan tidak bisa terbang. Barulah setelah ditempatkan di posisi yang agak tinggi baru ia bisa terbang.

Seekor tawon besar apabila dimasukkan ke dalam sebuah gelas transparan akan tetap di sana sampai ia mati (padahal ujung atas gelas tersebut terbuka). Tawon itu tidak akan mencari jalan keluar yang ada di atasnya. Ia selalu mencari bagian sisi gelas dan dasar gelas, di mana tidak ia akan temukan jalan keluar sampai ia mati di dalamnya.

Banyak di antara kita yang seperti buzzard, kelelawar dan tawon itu. Kita sibuk mencari-cari jalan keluar suatu permasalahan tanpa menyadari jalan keluar sebenarnya ada di atas kita.

Kamis, 19 Maret 2009

Pelajaran: Pertapa dan Penebang Kayu

Pada suatu hari, ada seorang pertapa yang ingin membuat sebuah rumah. Selama hdupnya, dia hidup di dalam sebuah gua yang kecil. Yang pertama dia lakukan adalah turun gunung untuk membeli alat pemotong kayu di took peralatan di kota terdekat.

“saya ingin pindah dari gua saya dan bermaksud membuat rumah sendiri dari batang kayu”, begitu kata pertapa ini dengan bangga kepada pelayan toko. Lalu dia melanjutkan penjelasannya, “ Saya perlu alat pemotong kayu yang paling baik, tidak masalah berapapun harganya.

Pelayan toko yang masih muda tersebut segera menuju gudang tempat penyimpanan alat-alat yang dijualnya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa sebuah alat pemotong kayu yang tampak bagus dan mengkilap. “Ini alat pemotong yang terbaik yang ada di pasaran.”, kata pelayan itu dengan mantap. “Dengan alat pemotong ini anda bisa menebang kayu bagai pisau memotong mentega. Saya jamin dengan alat pemotong kayu ini, pekerjaan memotong dan menebang kayu yang memakan waktu sebulan, bisa diselesaikan dalam waktu satu hari saja. Jika tidak terbukti, saya berani mengembalikan uang anda dari kantong pribadi saya.”

Karena si pertapa ini sangat tertarik dengan penjelasan pelayan toko tadi, maka dia membeli alat tersebut. Lalau ia kembali kegunung tempat dia bertapa.

Sebulan setelah itu, ketika si pelayan toko sedang sibuk membereskan barang dagangannya, ia mendengar suara teriak si pertapa., “Hei anak muda!!!! Saya datang untuk mengembalikan alat pemotong kayuini. Tolong kembalikan kembalikan uang saya seperti janji anda dulu.”

Si pelayan toko memndang wajah tua si pertapa itu. Ia tertegun melihat penampilan yang sudah tidak karuan. Si pertapa tampak seperti tidak tidur selama berminggu-minggu. Pada pakaiannya tampak bercak darah dan keringan. Kelihatannya isa telah bekerja setengah mati.

“A…a…a..apa yang terjadi dengan bapak??? WAjah anda begitu memprihatinkan!!” Tanya pelayan toko tergagap-gagap.

DEngan sisa-sisa kekuatan yang ada padanya, si pertapa tua mengangkat alat pemotong kayu ke meja penjualan. Sambil bersungut-sungut, ia berkata, “Alat pemotong kayu macam apa yang anda jual pada saya??? Katanya, alat pemotong kayu ini mampu menebang pohon dalam sehari saja. Saya sudah menggunakan alat pemotong ini selama 30 hari, tapi pekerjaan saya belum selesai juga. Seperti yang anda janjikan, tolong kembalikan uang saya.”

Si pelayan toko yang merasa keheranan lalu minta maaf dan berkata, “Tentu!!! Janji memang harus ditepati. Tetapi, tolong coba saya periksa dulu alat penebang kayu ini. Siapa tahuada yang tidak beres.”

Lalu si pelayan toko segera menarik tali yang ada pada alat penebang itu. Kontan saja alat itu berbunyi, “B-R-R-R-R-R-R-R-R-R!!!!”

Saking terkejutnya, si pertapa langsung terhempas ke belakang meja penjualan. Ia merasa seakan mendengar bunyi peluru yang ditembakkan dari alat pemotong itu. Lalu ia berteriak kepada pelayan toko, “BUNYI APAKAH ITU???”

Apa yang bisa kita pelajari dari cerita diatas???

“Seringkali kegagalan bukan disebabkan karena minimnya kemampuan atau usaha kita untuk mengerjakan sesuatu. Seringkali kegagalan disebabkan karena miskinnya pengetahuan yang kita miliki. Kita telah menjadi orang yang sangat tidak mau belajar sesuatu.”

Minggu, 15 Maret 2009

History Maker

Pernahkah terpikir di benak sobat JINS akan mengukir sejarah dan menjadi seorang history maker? Berikut adalah anak-anak muda luar biasa yang mengukir sejarah di bumi ini, menjadi kaya raya dan excellent dengan kreativitas dan inspirasinya.

Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.





Mark Zuckerberg, mahasiswa universitas Harvard yang menemukan Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace. Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru yang terus mendaftar setiap bulan!







Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.





Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo! Kedua orang ini sekarang mungkin lagi hangat-hangatnya dibicarakan orang-orang, setelah Microsoft meluncurkan tawaran senilai US$44.6 milyar untuk mengambil alih Yahoo!




Matt Mullenweg baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.




Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling luas di Internet.




Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.



Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi platform dunia






Siapa yang akan menyusul berikutnya? Menjadi seorang pencetak sejarah di dunia ini, excellent di bidangnya, diberkati luar biasa dan memberkati dengan kepenuhan? Tuhan rindu memakai setiap dari kita untuk seperti orang-orang di atas. Hanya, siapa yang siap untuk memenuhi panggilannya?

Minggu, 08 Februari 2009

Terserah

Suatu ketika saya dan dua orang teman saya sedang mengadakan perjalanan dari Surabaya ke Semarang dengan menggunakan mobil. Biasa, yang namanya cowok kalo lagi dalam perjalanan, selalu yang dipikirkan adalah makanan. Jalan tak berapa jauh keluar dari Surabaya, perut kami mulai keroncongan. Dan saya pun bertanya pada kedua kawanku, "Mau makan apa?" Kedua temanku menjawab, "Terserah."

Lalu saya pun mengusulkan untuk makan soto ayam di sebuah warung terdekat. Kami makan dengan lahap dan setelah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan kembali.
Belum sampai empat jam, perut kami sudah lapar lagi. Dan saya juga menanyakan kepada teman-temanku, "Mau makan apa?". Dan jawaban mereka, "Terserah".

Kami pun menepi di sebuah warung dan saya pun langsung memesankan tiga porsi soto ayam lagi. Kedua temanku melihatku dengan sedikit tercengang. "Kamu sangat suka soto rupanya," kata mereka dan mulai menikmati soto itu.

Malam harinya ketika perjalanan kami sudah masuk ke perbatasan Jawa Tengah, kami menghentikan mobil kami di sebuah restoran mini di dekat perbatasan. Kami duduk dan bersiap memesan. Dan sambil membolak-balik buku menu saya bertanya pada mereka lagi, "Mau makan apa?". Dan untuk ketiga kalinya mereka menjawab, "Terserah". Lalu saya pun memesankan tiga porsi soto ayam lagi. Langsung saja temanku nyeletuk, "Koq soto ayam terus sih?" Dan langsung saja kujawab, "Lah kan situ yang bilang terserah. Jadi terserah saya kan mau pesan apa?"

Sobat JINS, jangan membiasakan diri menggunakan kata terserah. Orang yang terbiasa menggunakan kata "terserah" mempunyai tiga kemungkinan ciri-ciri:

1. Orang itu tidak tegas. Orang yang tidak mempunyai ketegasan, tidak juga akan mempunyai kepastian. Apalagi seorang pemimpin, sangat diharamkan menggunakan kata ini.
2. Orang yang tidak bertanggung jawab atas hidupnya. Orang yang tidak tegas biasanya juga tidak mampu bertanggung jawab atas hidupnya. Hari ini mau makan apa, besok mau kerja apa, lusa mau jadi apa... Kalau semuanya dijawab dengan "terserah", wah... mau jadi apa orang ini?
3. Orang ini dikendalikan oleh orang lain. Orang yang selalu menggunakan kata ini akan bisa dikendalikan orang lain dengan mudah. Contohnya adalah kedua temanku yang makannya dikendalikan oleh saya. Orang ini tidak akan mempunyai satu tujuan hidup yang pasti. Ia juga tidak mau pusing memikirkannya sehingga suatu saat orang lainlah yang akan mengendalikannya.

Perhatikan hidupmu, punyai ketegasan, mantapkan hatimu, arahkan tujuanmu. Jangan gunakan kata terserah untuk seluruh kata-katamu. Terutama buat cowok. Dan buat cewek, kalo kamu punya cowok seperti itu (yang ketika lo tanya, "Mau makan di mana yang?" dan jawabannya adalah "terserah") tinggalkan saja cowok seperti itu.

Kamis, 05 Februari 2009

Live like There's No Tomorrow

Sobat JINS, mau berbagi rema lagi nih yang JINS dapatkan waktu praise sama baca firman Tuhan kemaren. Dan kali ini benar-benar so inspiring...

Lagu yang didengarkan adalah Chris Tomlin - Way I Was Made. Lagunya praise sih, tapi coba deh cari liriknya di mbah google. Sekedar share di sini, liriknya bagus banget.

I want to live like there's no tomorrow

I want to dance like no one's around

I want to sing like nobody's listening

Before I lay my body down

Kuingin hidup seperti tiada hari esok, menari seperti tidak ada yang melihat dan memuji sekeras-kerasnya seperti tidak ada yang mendengar. Artinya, kuingin memberikan yang terbaik, melakukan yang terbaik hari ini juga sebelum aku menutup mataku untuk tidur.

Manusia, tidak tahu kapan ia mati. Mungkin pagi ini kamu melihat seorang sahabatmu tertawa dengan bahagianya, dan sorenya ia sudah tidak ada. Tak ada yang tahu kapan manusia itu dipanggil oleh Tuhan!

Pesan dari lagu ini jelas: Hidupilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jangan menyesali kejadian kemarin dan jangan risaukan kejadian esok hari. Menarilah, bernyanyilah, hidupi harimu, nikmati dan berikan yang terbaik selama hari ini. Kita tidak tahu kapan kita mati. Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Hari ini dan saat ini adalah saatnya kita memberikan yang paling maksimal.

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk tidak kuatir dengan apa yang sudah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Karena Dia sendiri akan ada di sana untuk membantu kita. Kita hanya perlu untuk mengusahakan yang terbaik selama kita hidup. Kita hanya perlu untuk terus mengejar kerajaan Allah. (Baca Matius 6 : 25-33)

I want to give like I have plenty

I want to love like I'm not afraid

Berikan yang terbaik kepada orang lain. Beri selama kamu masih hidup (dan yang diberi masih hidup). Cintai orang lain, kasihi mereka. Jangan tunda-tunda lagi. Hari ini adalah waktunya!

Ingatlah quotation ini: "Ketika kita lahir, hanya kita yang menangis dan orang-orang di sekeliling kita tertawa bahagia. Hidupilah hidupmu sedemikian rupa sehingga ketika suatu hari kita meninggal, orang di sekeliling kita menangis dan kita menutup mata dengan tersenyum."

Kalau hari ini Anda masih malu-malu untuk hidup, menyesali kehidupan Anda sekarang, belum memberi, belum mencintai, dan yang paling parah, belum bertobat, segera lakukan. Jangan tunda hari esok! Hidupi hari ini seperti tiada hari esok.

Senin, 02 Februari 2009

Tujuh Keajaiban Dunia

"Anak-anak, tujuh keajaiban dunia kan bentar lagi mau berubah. Sedang diadakan vote baru kan untuk seven wonders ini. Ada yang tau ngga, seven wonders yang lama?" tanya seorang ibu guru kepada murid-muridnya.

Dan semua murid-muridnya mencatat dengan rajin di atas secarik kertas. Setelah itu mereka mengumpulkan kertas jawaban itu dan mulai memeriksa satu per satu.

Beberapa saat kemudian, ibu guru itu berdiri.

"Anak-anak, rata-rata jawaban kalian tidak ada yang salah. Tujuh keajaiban yang lama adalah:

1. Piramid Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Terusan Panama
5. Empire State Building
6. Tembok Besar Cina
7. Basilika Santo Petrus

dan kesemuanya mendapat nilai 90."

Anak-anak heran. Koq cuma 90?!? Lalu yang nilai 100 siapa donk?

"Nilai 100 khusus ibu berikan pada Mona. Ia menuliskan tujuh keajaiban dunia yang dari dulu tidak pernah berubah sampai sekarang:

1. Penglihatan
2. Penciuman
3. Pendengaran
4. Perasa
5. Pengecap
6. Senyuman
7. Kasih

dan oleh karena itu ibu memberinya nilai 100."

Senin, 22 Desember 2008

Kotak Korek Api

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korekapi. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,"Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotakkorek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung.

Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api.
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna,tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.
Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasidan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter ditelevisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta,tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia . Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, HelenKeller, Andre Wongso, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.


Sobat JINS, jangan pernah menanggapi kotak-kotak korek api ini. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Kembangkan kepercayaan dirimu dan biarkan kemampuan Anda melesat tinggi. Tunjukkan pada kotak-kotak korek api ini kalau Anda pun bisa dengan semangat dan perjuangan. Buat mereka malu dengan tindakan mereka di masa lalu.

Pecahkan kotak korek itu dan melompatlah 300 kali lipat dari mimpi Anda!! Semangat!!!

(disadur dari: Give Thanks)

Rabu, 17 Desember 2008

Kecil

Alkisah dahulu ada seorang tabib yang sangat terkenal. Ia bisa menyembuhkan penyakit apapun.


Suatu hari tabib itu diminta memeriksa kesehatan seorang bangsawan. Selesai memeriksa, tabib itu kemudian memberikan pendapatnya bahwa ada sebuah penyakit kulit yang diderita bangsawan itu.


"Tuan, ada penyakit kulit yang menyerang Tuan. Kalau tak segera diobati bisa semakin parah," kata tabib itu.


Bangsawan itu tersinggung dan menjawab, "Penyakit apa? Saya ini sehat dan normal 100%, kamu jangan mengada-ada ya." (Jaman dahulu penyakit kulit adalah sesuatu yang menjijikkan.)


Dua minggu kemudian, tabib itu diminta untuk memeriksa lagi. "Tuanku, sekarang penyakit ini sudah masuk ke otot dan daging tuan. Bisa berbahaya kalau tidak cepat-cepat diobati." Bangsawan itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil acuh tak acuh.


Dua minggu kemudian lagi, tabib itu datang dan memeriksa kesehatannya. "Tuanku, penyakit ini sudah menyebar ke perut dan usus tuan. Harus cepat diobati, kalau tidak bisa gawat." Bangsawan itu sekali lagi berkata dengan ketus, "Saya ini BAIK-BAIK saja. Normal!"


Dan terakhir dua minggu lagi, tabib itu datang. Kali ini setelah ia memeriksa, ia hanya diam dan menggelengkan kepalanya lalu pulang. Penasaran, bangsawan itu menyuruh ajudannya ke rumah tabib itu dan menanyakan kondisi tubuhnya.


"Katakan pada tuanku bangsawan. Enam minggu lalu ketika masih berupa penyakit kulit, masih bisa dengan mudah disembuhkan dengan koyo dan salep. Empat minggu lalu ketika di dalam daging masih bisa disembuhkan dengan akupuntur. Dan dua minggu lalu ketika sudah berada dalam perut dan usus masih bisa disembuhkan dengan minum ramuan dan supku.


"Sekarang penyakit itu sudah menyerang sum-sum tulang belakangnya. Mustahil untuk disembuhkan."


Moral cerita:
Ketika penyakit masih menunjukkan "gejala" atau masih ringan, sebaiknya dicegah dan disembuhkan. Karena kalau penyakit sudah memasuki tahap parah, maka sulit untuk disembuhkan.

Masalah seperti penyakit. Ketika masalah itu masih kecil, sebaiknya diselesaikan. Jangan menunda-nunda sampai ruwet baru dicari jalan keluarnya. Kalau sudah begitu, banyak pihak akan disakit nantinya.



Ketika saya membaca tulisan ini, saya teringat dengan beberapa masalah saya dan perselisihan dengan teman saya. Memang masalah dan perselisihan masih tahap "awal", tapi saya berpikir alangkah baiknya bila saya bisa cepat mencari jalan keluar dari masalah sebelum masalah itu semakin runyam. Pernah juga pengalaman saya dan teman saya membiarkan suatu permasalahan di antara kami berdua berlarut-larut. Hingga tiga bulan lewat hubungan kami serasa ada ganjalan tapi seolah tidak ada masalah. Ataukah masalah ini sudah terlalu lama sehingga kami sendiri pun kesulitan untuk menemukan akar masalah dan mengapa kami sampai berselisih. Itu karena ketika di awal perselisihan kami, kami tidak segera menyelesaikannya.


Lebih baik menyembuhkan penyakit di awal sakitnya daripada sudah parah dan sukar disembuhkan.

Selasa, 16 Desember 2008

14 Guidance of Human Life


Di Cina ada 14 kalimat/pepatah bijak untuk menggambarkan kehidupan manusia di bumi ini. Well, beberapa di antaranya gue banget. What about you?
disadur dari: aizhongwen

  1. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri.

  2. Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan.

  3. Kebodohan terutama manusia adalah menipu.

  4. Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati.

  5. Kesalahan terutama manusia adalah merusak diri sendiri.

  6. Sifat manusia yang paling terpuji adalah semangat untuk terus maju.

  7. Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka memberi.

  8. Hadiah terbesar dari manusia adalah pengampunan.

  9. Sifat yang paling dikasihani dari seorang manusia adalah rasa rendah diri.

  10. Harta manusia yang paling berharga adalah kesehatan.

  11. Dosa terbesar manusia adalah membohongi diri sendiri.

  12. Kekurangan terbesar manusia adalah bersungut-sungut dan selalu merasa kurang.

  13. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa putus asa.

Manusia tidak ada yang sempurna. Tetapi alangkah baiknya kita selalu menyempurnakan diri setiap harinya agar kita semakin serupa denganNya hari demi hari.

Tuhan memberkati!

Minggu, 14 Desember 2008

10 Reasons Why...

10 alasan mengapa aku telat masuk kerja hari ini:
1. Aku terlambat bangun karena kemarin bergadang menonton bola.
2. Aku sakit perut dan tidak bisa menemukan koran pagi.
3. Aku keasyikan membaca koran pagi.
4. Aku memang bangun pagi, lalu aku tertidur lagi. Eh... keterusan.
5. Macet.
6. Aku tidak mendapatkan angkot.
7. Sepeda motorku mogok lagi.
8. Hujan deras, bos!
9. Aku harus mengantarkan anak ke sekolah dulu.
10. Aku ada perlu, jadi aku harus mampir dulu sebelum ke kantor.

10 alasan mengapa aku tidak mencapai target bulan ini:
1. Target terlalu tinggi.
2. Susah mencari nasabah.
3. Cuaca buruk, sehingga tidak bisa bekerja.
4. Aku bekerja di bawah tekanan.
5. Banyak calon nasabah menolak.
6. Aku banyak urusan dan pekerjaan lain.
7. Atasanku suka menindasku.
8. Aku sedang malas sekarang.
9. Aku sibuk pelayanan.
10. Aku sudah punya pacar sekarang dan waktuku untuk dia.

10 alasan mengapa aku tak menyukai temanku yang satu itu:
1. Dia cerewet.
2. Dia orangnya suka menjelek-jelekkan orang lain.
3. Dia orangnya suka menumpang.
4. Dia tidak sehobi denganku.
5. Dia suka menindasku.
6. Dia pinjam uang padaku dan belum mengembalikan sepeser pun.

7. Dia suka menyindirku.
8. Dia tidak mendengarkan kata-kataku.
9. Dia selalu mengacuhkanku.
10. Dia menusukku dari belakang.

See? 30 alasan ini kuketik dengan begitu mudah tanpa perlu berpikir panjang. Begitu mudahnya untuk mencari-cari alasan. Begitu sepelenya untuk mencari kejelekan-kejelekan orang lain. Begitu mudah mengkritik sesuatu. Begitu gampangnya berpikiran NEGATIF terhadap seseorang.

Coba sekarang sobat JINS pikirkan:
10 alasan mengapa datang di kantor lebih awal;
10 alasan mengapa Anda dipromosikan;
10 alasan mengapa Anda mau mengampuni teman kita yang satu itu.

Bandingkan waktu Anda memikirkan jawaban-jawaban itu. Di sela-sela Anda pasti membuka satu "celah" kecil yang memberikan komentar negatif terhadap diri Anda atau teman Anda atau atasan Anda.

Memang sulit untuk berpikir POSITIF. Berpikir positif adalah kebiasaan, bukan karena orang itu mempunyai sesuatu yang positif untuk dipuji. Jadi, daripada kita berpikir yang macam-macam yang membuka celah bagi Iblis untuk menanamkan keminderan, kebencian dan kejengkelan.

Sekarang,
10 alasan mengapa aku masuk kerja lebih awal hari ini:
1. Aku cinta pekerjaanku.
2. Aku bangun lebih pagi hari ini.
3. Urusanku lebih cepat selesai hari ini.
4. Aku fokus ke bidangku saat ini.
5. Semangatku sedang terbakar.
6. Aku berpikir seperti seorang manager. Dan seorang manager harus memberikan contoh yang baik.
7. Perusahaanku membutuhkanku.
8. Karyawan lain membutuhkanku.
9. Sistem relasi perusahaan membutuhkanku.
10. Aku ingin memberi lebih lagi untuk perusahaanku.

10 alasan aku suka temanku yang satu itu:
1. Dia perhatian.
2. Dia rajin dan ulet.
3. Dia pintar bermain musik.
4. Dia pintar melawak.
5. Dia sabar.
6. Dia selalu membelikanku makan siang ketika dompetku ketinggalan.
7. Wajahnya seperti Spongebob.
8. Dia yang mengajariku cinta Tuhan.
9. Dia suka membantuku.
10. Dia cantik/ganteng.

Jadi, mulai hari ini terapkan pikiran POSITIF akan setiap hal yang Anda lihat dan temui hari ini. Berhentilah mencari-cari alasan dan mencari-cari kesalahan orang lain.