Senin, 29 Desember 2008

Tiga Ekor Harimau

Suatu hari ada seorang perdana menteri kerajaan memberi tahu kaisarnya, "Yang mulia, ada laporan dari seseorang katanya ada seekor harimau di jalan. Apakah baginda mempercayainya?" Kaisar itu menjawab, "Tidak. Aku tak percaya. Mana mungkin ada harimau lepas di jalan.

Beberapa menit kemudian perdana menteri itu masuk lagi dan memberitahukan kalau sudah ada dua orang yang melaporkan ada harimau di jalanan. "Apakah baginda mempercayainya?" tanya perdana menteri itu lagi. Kali ini kaisar itu tampak ragu-ragu.

Beberapa menit kemudian perdana menteri itu masuk lagi dan memberitahukan, "Yang mulia, sudah ada tiga orang yang melaporkan ada harimau di jalanan. Apakah baginda masih meragukannya?" Akhirnya kaisar itu menjawab, "Ya, aku percaya."

Kemudian perdana menteri itu berkata, "Maafkan saya, bagina, tapi harimau itu sama sekali tidak ada. Hanya karena ada tiga orang yang mengatakan hal itu baginda jadi percaya. Baginda harus berhati-hati terhadap rumor-rumor yang beredar."

Sekedar berbagi saja, minggu-minggu ini saya bermasalah dengan yang namanya "lidah". Baik lidah saya sendiri maupun lidah orang lain.

Lidah mampu menyebarkan berita baik, menyampaikan penghiburan dan memberitakan Injil. Lidah juga bisa menyebarkan gosip, memfitnah orang dan mengejek orang. Dengan kata lain, bila lidahmu baik, engkau akan disukai orang lain. Bila lidahmu kurang baik, akan mencoreng namamu sendiri atau bahkan merugikan orang lain.

Yang terjadi padaku minggu-minggu ini, seorang sahabat yang kupercayakan sebuah rahasia malah berbalik menggunakan rahasiaku itu sebagai "senjata" untuk menjatuhkan citraku. Wow... luar biasa kuasa dari sebuah lidah. Sebuah lidah bisa menyebarkan rumor hingga ribuan kilometer. Seperti quotation seorang temanku yang sangat kusuka, "Panjang Surabaya-Jakarta bisa diukur. Tapi panjang omongan ga bisa diukur."

Di Yakobus 3 : 3-10 mengatakan bahwa lidah ibarat binatang liar yang sangat sulit untuk dijinakkan. Kecil namum mematikan. Bisa dibuat untuk hal baik, bisa untuk hal kurang terpuji.

Memfitnah, mengejek, mengolok-olok, gosip, mengadu domba, itu semua perkara besar yang bisa dilakukan sebuah lidah yang kecil. Sebaliknya memuji Tuhan, menyebarkan Injil, memuji orang lain, makan, merasakan rasa adalah yang sebaiknya kita lakukan untuk menjinakkan lidah kita dan menjadi berkat untuk orang lain.

So, sobat JINS, hati-hatilah terhadap lidahmu.

Kamis, 25 Desember 2008

Tepuk Tangan Dengki

Aku marah!

Aku benci!

Aku sakit!!!

Mengapa dunia ini seolah tidak adil padaku? Mengapa dunia ini tidak pernah adil? Mengapa Tuhan tidak memperlakukan kita sama? Mengapa!?

Mengapa di setiap hal aku selalu yang jadi nomor terakhir? Mengapa di setiap kompetisi yang kuikuti selalu aku yang kalah? Dan sakitnya lagi, mengapa yang selalu juara adalah sahabat terbaikku sendiri?

Aku pulang dengan langkah gontai. Aku marah! Aku dendam! Setiap kali pikiranku menerawang wajah sahabatku, kuanggap seperti monster yang menjijikkan! Seorang monster yang telah merebut sesuatu yang berharga dariku. Mataku kabur, becek oleh air mata. Aku mau menangis tapi aku malu karena aku lelaki. Aku marah! Aku marahhhh!!!!

Rasa terluka itu masih membekas dalam. Aku iri. Mengapa setiap perlombaan selalu dia? Mengapa tak pernah memberikan kesempatan kepadaku? Dalam pikiranku terbayang percakapan-percakapan imajinatif yang kulakukan dengan sahabatku itu. Ribuan kata-kata telah kusiapkan kalau ia hendak menghiburku, ribuan kata-kata yang memenangkanku.

Betul juga. Mengapa tak terpikir olehku?

Aku bisa menang darinya. Aku bisa mencaci makinya, membongkar setiap kelemahan dan celah yang ia tunjukkan waktu lomba tadi. Aku bisa mengkritiknya habis-habisan. Aku bisa mengungkapkan sederetan kesalahan yang pernah ia lakukan. Aku bisa menang lewat kata-kata!

"Lalu, apa gunanya?" tanya seseorang tiba-tiba.

Aku tidak akan mengikuti lomba lagi. Setiap tepuk tangan kemenangan yang ia peroleh merupakan tepukan dengki dariku. Aku tidak menghargainya. Aku kesal karena ternyata aku tak bisa lebih baik darinya. Pada kenyataannya aku hanyalah seorang....


pecundang.


PS: Sebuah coret-coret sederhana. Karena aku prihatin dengan banyaknya anak-anak, teman-teman, dan semua orang yang selalu merasa dirinya kecil, tidak bisa diandalkan, tidak berharga, selalu kalah dan tersisih. Karena di luar sana, ada seseorang yang akan berusaha keras menjadi teman mereka.

Tradisi Natal

Banyak kebiasaan Natal berdasarkan pada kelahiran Kristus. Misalkan saja tradisi memberi kado didasarkan pada orang-orang Majus yang memberikan kado kepada Yesus ketika Ia lahir. "Christmast carol" atau nyanyian natal menggambarkan kelahiran Yesus, kandang domba, orang-orang Majus dan binatang di sekeliling Yesus.

Tapi beberapa tradisi merayakan natal sama sekali tidak berhubungan dengan kelahiran Kristus itu sendiri. Banyak yang sudah mengalami perkembangan jaman.

200 tahun setelah kematian Yesus, orang-orang Kristen belum tahu cara merayakan kelahiranNya (atau bahkan tidak dirayakan). Tidak ada yang tahu tanggal kelahiranNya secara pasti. 25 Desember dipilih karena diyakini tanggal itu akan mengalihkan orang-orang dari perayaan/liburan lain.

Saturnalia, adalah salah satu hari Raya di Roma yang dirayakan bulan Desember. Hari raya itu mereka makan-makan dan berpesta. Di Eropa utara, ada satu hari raya yang disebut Yule. Di hari raya itu mereka membuat api unggun dan menari mengelilinginya. Hari raya Yule adalah perayaan akan berakhirnya musim dingin.

Seiring waktu, natal "menggusur" perayaan-perayaan ini. Tapi tradisi-tradisi ini tidak dihilangkan, melainkan dilebur. Saat ini di beberapa daerah di Eropa masih mengadopsi tradisi natal membuat api unggun, makan-makan dan berpesta. Kata Yule masih dipakai untuk menggambarkan tradisi natal sekarang.

Seiring waktu, beberapa tradisi baru ditambahkan. Salah satunya pohon natal. Jaman dahulu di Jerman, ketika mereka berpindah ke suatu daerah yang baru mereka membawa pohon sebagai bagian dari tradisi mereka.

Dan yang lainnya adalah kisah Santo Nicholas. Ada seorang yang bernama Nicholas yang tinggal di daerah Turki. Tidak banyak yang tahu soal dia. Konon katanya ia suka membantu anak-anak yang kelaparan dan tidak punya rumah. Bertahun-tahun kemudian, Nicholas meninggal dan diangkat menjadi seorang santo: Santo pelindung anak-anak.

Dan masih banyak tradisi-tradisi natal yang sudah berkembang seiring dengan berkembangnya jaman. Dan hari ini masih dalam suasana Natal, JINS mengucapkan Selamat Hari Natal! Semoga semangat Natal kita tidak akan padam dan bukan di bulan Desember saja. Melainkan setiap hari kita berapi-api untukNya dan mennebar kasih di manapun kita ditempatkan.

Merry Christmas!!!!!

Selasa, 23 Desember 2008

Selamat Hari Natal



Mengucapkan Selamat Hari Natal dalam berbagai bahasa:



Afrikaner [Afrikaans]
"Geseënde Kersfees"

Albanian
"Urime Krishtlindjet"

Amharic
"Enkwan laberhana ledat abaqqawot" OR "Melkam amat ba`al yehunellachihu"

Arabic
"Milad Majid" OR "Milad Saeed"

Argentine
"Feliz Navidad"

Armenian
"Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand"

Bohemian
"Vesele Vanoce"

Brazilian Portuguese
"Feliz Natal"

Briton
"Nedeleg laouen na bloavezh mat"

Bulgarian
"Tchestita Koleda" OR "Tchestito Rojdestvo Hristovo"

Cambodian
"Soursdey Noel"

Chinese [Mandarin]
"Sheng Dankuai Le"

Chinese [Cantonese]
"Sing Daan Faai Lok"

Cornish
"Nadelik Lowen"

Croatian
"Sretan Bozic"

Czech
"Velike Vanoce"

Danish
"Glædelig Jul"

Dutch
"Vrolijk Kerstfeest"

English [American]
"Merry Christmas"

English [Australian]
"'Ave a bonza Chrissy, Mate"

English [UK]
"Happy Christmas"

Esperanto
"Gojan Kristnaskon"

Estonian
"Roomsaid Joulu Puhi"

Farsi
"Christmas-e-shoma mobarak bashad"

Faroese
"Gleðilig Jól"

Filipino
"Maligayang Pasko"

Finnish
"Hauskaa Joulua"

French
"Joyeux Noël"

Frisian
"Noflike Krystdagen en in protte Lok en Seine yn it Nije Jier"

Gaelic
"Nollaig Shona Dhuit"

German
"Froehliche Weihnachten"

Greek
"Kala Christouyenna"

Hawaiian
"Mele Kalikimaka"

Hebrew
"Mo'adim Lesimkha. Chena tova"

Hindi
"Shub Badadin"

Hungarian
"Boldog Karácsonyt"

Icelandic
"Gledileg Jol"

India
"Tamil Nadu - Christmas Vaazthukkal "

Indonesian
"Selamat Hari Natal"

Iraqi
"Idah Saidan Wa Sanah Jadidah"

Irish
"Nollaig Shona Duit"

Italian
"Buon Natale"

Japanese
"Meri Kurisumasu"

Klingon
"QISmaS Quch Daghajjaj"

Korean
"Sung Tan Jul Chuk Ha"

Latvian
"Prieci'gus Ziemsve'tkus un Laimi'gu Jauno Gadu"

Lithuanian
"Linksmu Kaledu"

Malay
"Selamat Hari Natal dan Tahun Baru"

Maltese
"Il-Milied it-tajjeb"

Maori
"Meri Kirihimete"

Navajo
"Ya'at'eeh Keshmish"

New Guinea Pidgin
"Meri Christmas"

New Zealand
"Happy Christmas"

Norwegian
"Gledelig Jul"

Pennsylvania German
"En frehlicher Grischtdaag"

Peru
"Felices Fiestas" OR "Feliz Navidad"

Polish
"Wesolych Swiat Bozego Narodzenia"

Portuguese
"Feliz Natal"

Punjabi
"Hacahi Ke Eide"

Rumanian
"Sarbatori Fericite"

Russian
"S Rozhdestvom Kristovym"

Serbian
"Hristos se rodi"

Slovakian
"Sretan Bozic" OR "Vesele vianoce"

Samoan
"Manuea le Karisimasi"

Scots Gaelic
"Nollaig chridheil huibh"

Slovak
"Vesele Vianoce. A stastlivy Novy Rok"

Slovene
"Srecen Bozic"

Spanish
"Feliz Navidad"

Swahili
"Heri ya Krismasi"

Swedish
"God Jul"

Tagalog [Philippines]
"Maligayang Pasko"

Tahitian
"Ia ora'na no te noere"

Telugu
"Santhasa Krismas"

Thai
"Suksan Christmas"

Turkish
"Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun"

Ukrainian
"Z Rizdvom Krystovym" OR "Veselogo Rizdva""

Urdu [Pakistan]
"Shadae Christmas"

Uzbek
"Yangi Yiligiz Mubarak Bolsun"

Vietnamese
"Chuc Mung Giang Sinh"

Welsh
"Nadolig Llawen"






MERRY CHRISTMAS!!!

Senin, 22 Desember 2008

Kotak Korek Api

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korekapi. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,"Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotakkorek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung.

Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api.
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna,tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.
Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasidan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter ditelevisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta,tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia . Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, HelenKeller, Andre Wongso, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.


Sobat JINS, jangan pernah menanggapi kotak-kotak korek api ini. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Kembangkan kepercayaan dirimu dan biarkan kemampuan Anda melesat tinggi. Tunjukkan pada kotak-kotak korek api ini kalau Anda pun bisa dengan semangat dan perjuangan. Buat mereka malu dengan tindakan mereka di masa lalu.

Pecahkan kotak korek itu dan melompatlah 300 kali lipat dari mimpi Anda!! Semangat!!!

(disadur dari: Give Thanks)

Ibu

Ketika kita dilahirkan ke dunia, Ibu menangis kesakitan.
Meskipun sakit, ia tetap menahan dan memaksakan diri.


Ketika kita masih bayi, Ibu menggendong kita sepanjang hari.
Kita masih belum bisa apa-apa.
Ia yang menggantikan popok kita, memberi kita minum susu, dan merawat kita.


Ketika kita masih kanak-kanak dan sakit, Ibu yang menunggui kita seharian di samping tempat kita tidur.
Sesekali ia memegangi dahi kita untuk memastikan panas kita sudah turun.


Ketika hari pertama kita ke sekolah, Ibu mengantarkan kita.
Kita takut dengan lingkungan baru, teman baru, kelas baru. Tapi ibu selalu ada di luar dan tersenyum kepada kita.


Ketika kita berbuat salah, ia yang menegur kita dengan kasih.
Dalam hatinya ia tidak ingin melakukannya, tapi ia ingin agar hidup kita menjadi rusak.


Dan setiap bulan Ibu menabung untuk bekal masa depan kita.


Ketika kita mengetahui kita telah dewasa untuk pertama kali, kita menanyakan hal itu kepada Ibu.


Di kencan pertama kita, Ibu memandang kita lewat jendela sambil tersenyum dan berpikir, "Anakku sudah dewasa."


Ketika kita sudah bekerja, Ibu yang menghangatkan makanan dan menunggui kita sampai pulang larut karena lembur.


Ketika kita menikah, Ibu menangis terharu dan berharap yang terbaik untukmu.


Dan...


Setiap malam Ibu berdoa untukmu.


Keluaran 20:12
"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. "


Selamat hari Ibu.

Minggu, 21 Desember 2008

Lift

Orang kreatif pasti tidak akan kelaparan, ya kan? Apakah kita sudah kreatif? Yak, topik hari ini adalah tentang "kreatifitas".

Apakah kreatif itu?
Menurut kamus wiki, kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru. Kreatif adalah melakukan sesuatu yang dipandang "tidak biasa" untuk mencapai sebuah tujuan yang merupakan peningkatan atau pembaharuan terhadap suatu solusi.

Kreatif: siapa dia?
Siapa yang mempunyai kreatifitas? Menurut sebuah penelitian, anak-anak taman kanak-kanak mempunyai 90-95% kreatifitas. Sedangkan seiring dengan bertambahnya usia, rata-rata orang dewasa hanya memiliki 5-15% kreatifitas dalam pemikirannya. Wah mengapa ini bisa terjadi? Karena manusia punya kecenderungan untuk bermain di zona aman.
Suatu kreatifitas adalah proses "melencengkan" cara yang sudah baku untuk menemukan sesuatu yang baru. Manusia cenderung terbiasa dengan apa yang dilakukannya dan sangat membenci perubahan. Maka dari itu orang dewasa sulit untuk mengembangkan kreatifitas.

Bagaimana menjadi kreatif?
Ada banyak cara untuk menjadi seseorang yang kreatif. Kita bisa meniru dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Kita bisa benar-benar menciptakan sesuatu yang berbeda. Cobalah untuk menyikapi suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Pikirkan kebalikan dari solusi yang sudah baku. Pikirkan jalan yang lain.
Banyak melihat dan mendengar juga merupakan suatu cara. Siapa yang pernah membaca huruf "qwertyuiop"? Yup, itu adalah huruf dari deretan ketiga di keyboard Anda. Namun berapa dari Anda yang menyadarinya? Banyak-banyaklah melihat, mendengar dan mempelajari.

Beberapa waktu lalu saat produk lift pertama diluncurkan, banyak orang yang mengeluh kepada perusahaan lift. Mereka mengeluhkan takut dan terlalu lama waktu yang dibutuhkan sebuah lift untuk naik/turun dari satu lantai ke lantai lainnya. Seolah-olah "waktu"-lah yang menjadi masalah bagi sebuah lift. Sehingga perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan performa untuk menaikkan kinerja derek dan katrol agar lebih cepat.

Tapi ada sebuah perusahaan yang memikirkan satu cara yang "melenceng". Menurut mereka, "waktu" bukan masalah utama. Masalah utama ada pada penumpangnya itu sendiri. Mereka menarik sebuah kesimpulan kalau para penumpang takut sehingga waktu naik terasa lama. Dengan sedikit kreatifitas, akhirnya dibuatlah sebuah lift dengan dinding yang dipasangi cermin.

Para penumpang yang menaiki lift tersebut akhirnya tidak mengeluh lagi. Dengan sebuah cermin, mereka sibuk sendiri. Ada yang membenarkan make-up, rambut dan melihat dirinya apakah sudah rapi atau belum. Manusia cenderung suka memandangi dirinya sendiri di cermin. Akhirnya, lift dengan kecepatan dan performa yang sama dengan lift lama tapi dengan cermin di dalamnya laris manis dan menjadi lift seperti sekarang ini.

See? Kreatifitas adalah memandang sesuatu dari sisi yang lain. Bukan dengan peraturan baku yang berlaku. Orang kreatif tidak akan kelaparan. Jadi, mulai sekarang kembangkan kreatifitas Anda dan jadilah seorang yang "berbeda" di lingkungan Anda. Tuhan memberkati.