Rabu, 12 November 2008

Pelajaran dari Bahtera Nuh


  • Berencanalah. Ketika Nuh membuat bahtera, cuaca sedang cerah.

  • Tetap semangat! Ketika kamu berusia 600 tahun dan Tuhan masih memintamu membuat sesuatu yang sangat besar.

  • Jangan dengarkan cemoohan, lakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan.

  • Bangunlah sesuatu di tanah yang lebih tinggi.

  • Untuk alasan keamanan, lakukan perjalanan berdua-dua.

  • Dua orang lebih baik daripada satu.

  • Cepat tidak selalu menghasilkan sesuatu yang lebih. Buktinya cheetah dan keong sama-sama ada di dalam kapal.

  • Kalau kamu tidak bisa melawan atau melarikan diri, melayanglah! (maksudnya berdoa)

  • Rawatlah hewan peliharaanmu seolah-olah hanya dialah hewan terakhir di muka bumi ini.

  • Jangan lupa kita semua ada di perahu yang sama.

  • Ketika suatu hal sudah menjadi lebih gawat, jangan hanya duduk dan merengek!

  • Berlindunglah di bawah buritan kalau sedang ada badai.

  • Selalu ingat kalau bahtera ini dibangun oleh seorang amatir dan Titanic dibangun oleh para professional.

  • Bila kamu harus memulai sesuatu, lakukan dengan seorang teman di sisimu.

  • Ingat! Seekor burung pelatuk di DALAM kapal lebih berbahaya daripada badai di luar. (Hati-hati dengan pengkhianat.)

  • Jangan remehkan sebuah perahu yang kelihatannya bobrok. Karena di balik awan gelap tersembunyi pelangi yang indah.

Selasa, 11 November 2008

Semangat!!!

Mulai jenuh dengan keseharian kamu? Mulai bosan dengan aktivitasmu? Coba deh beberapa tips di bawah ini:

Satu. Jenuh dalam rutinitas adalah wajar. Setiap hari selalu melakukan hal yang sama. Cobalah untuk menukar dan membuat jadwal aktivitas baru. Misalnya kalau di pagi hari kita sarapan dulu baru menggosok gigi, sekarang kita gosok gigi dulu baru sarapan (ini hanya contoh kecil).

Dua. Kalau pekerjaanmu menuntut waktu yang paten dan tidak bisa diubah-ubah/ditukar, cobalah untuk menikmati pekerjaan-pekerjaanmu. Tersenyumlah setiap kali mendapat tugas dari bos. Tenangkan dirimu dan jangan emosi apabila ditegur orang lain dan tersenyumlah sesegera setelah keluar dari kemarahan orang lain. Karena satu senyum bisa membuat pikiran kita lebih positif.

Tiga. Joke atau gurauan dipercaya bisa mencairkan suasana yang tegang. Lemparlah joke-joke kepada orang lain untuk memperingan keadaan dan usahakan sesuatu yang lucu (jayus juga tak mengapa). Dengan membuat orang lain tersenyum, kita sendiri juga pasti akan tersenyum. Hanya saja, lihatlah situasi dan kondisi orang yang diajak bercanda. Jangan sampai gurauan sederhana dijadikan alasan oleh orang lain untuk menjatuhkanmu (atau menamparmu).

Empat. Quick nap. Apa maksudnya quick nap itu? Lakukan cara ini. Pejamkan matamu perlahan. Mulai pikirkan kalau dirimu sedang berada di sebuah pantai yang berpasir putih dengan lautnya yang biru. Bayangkan dirimu sedang merentangkan tangan lebar-lebar dan mulailah menghirup udara pantai dan menikmati mataharinya. Lakukan dan nikmati ini semua selama 20 detik saja. Benar-benar dirasakan. Maka kamu akan lebih semangat lagi.

Lima. Jangan melamun! Melamun bikin tambah malas. Melamun tidak sama dengan quick nap karena melamun dapat memecah konsentrasi dan membuat rasa malas semakin bertambah.

Enam. Minum kopi asin atau pahit. Jangan minum minuman manis karena gula dapat menyebabkan ngantuk. Minumlah sesuatu yang pahit yang mampu merangsang konsentrasimu.

Tujuh. Cintai pekerjaanmu. Jangan bersungut-sungut. Jangan berbantah-bantahan. Karena itu semua bisa menyebabkan kinerjamu menurun dan dimarahi bos! Kalau sesuatu dikerjakan dengan bersungut-sungut pasti hasilnya juga akan jauh dari maksimal. So, cintailah pekerjaanmu dan nikmatilah setiap sensasi di balik kegiatan yang kamu jalani.

Delapan. Berdoa. Awalilah setiap pekerjaanmu dengan berdoa. Ucapkan syukur karena tidak setiap orang mendapat kesempatan untuk bekerja di posisimu sekarang berada. Ucapkan terima kasih karena ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang yang menganggur dan belum mendapatkan kesempatan. Mintalah kekuatan dariNya untuk setiap jengkal pekerjaanmu. Juga doakan orang lain (teman sekerja atau bos) karena merekalah "tuan"mu di muka bumi ini.

Minggu, 09 November 2008

Forgiveness

Berta, seorang gadis berusia empat belas tahun sedang menangis ketika mendatangi seorang sahabatnya. Ia menangis tersedu-sedu. Ditanyain apapun oleh sahabatnya, ia tetap tidak mau menjawab. Sudah dua hari Berta seperti itu dan sahabatnya dibuat kebingungan olehnya.

Akhirnya hari ketiga, Berta sudah tidak tahan lagi. Ia langsung menceritakan semuanya kepada sahabatnya. "Aku hamil."

Bagaikan tersambar geledek, sahabatnya langsung menanyakan siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Dan lagi-lagi Berta diam sambil menangis.

"Kamu harus memberitahu orang tuamu. Ayahmu atau ibumu. Mereka harus tau," ujar sahabatnya.

"Tidak. Aku tak bisa!!" Berta kemudian menangis lagi.

"Berta," ujar sahabatnya mulai tenang, "Kamu ini hamil. Dan tidak mungkin menyembunyikan kehamilanmu. Perutmu akan makin lama makin besar. Kamu harus memberitahu kedua orang tuamu."

"Tapi itu tidak mungkin!!" seru Berta, "Karena yang memperkosaku itu ayahku sendiri!!"

Tak lama kemudian, dengan bantuan sahabatnya, Berta akhirnya menceritakan kebenarannya pada ibunya. Bukannya menolong, ibu Berta malah marah dan menjadi setengah gila. Ia kemudian memaksa Berta menggugurkan kandungannya dan memasungnya dalam sebuah bekas kandang kuda. Di sana, ia hanya diberi makan dan minum secukupnya.

Selama empat belas tahun Berta menyimpan satu kepahitan dalam dirinya terhadap kedua orang tuanya. Ia terus berdoa, "Tuhan, kalau memang Engkau ada, tunjukkanlah diriMu padaku." Tak lama kemudian, ibunya meninggal dan ayahnya menderita stroke. Ia sendiri tidak gila tapi stress berat (sehingga mirip orang gila).

Tak lama kemudian, suatu malam, Yesus menampakkan diri kepada Berta. Berta menangis sejadi-jadinya dan hatinya menjadi sangat damai. Yesus tidak berkata apa-apa, hanya memeluknya.

Keesokan harinya, Berta berjalan ke rumah ayahnya. Ia kemudian menghampiri ayahnya yang sedang terbaring. Karena stroke, ayahnya tidak bisa berbicara, tetapi bisa mendengar. Dan Berta dengan lembut membisikkan di telinga ayahnya, "Selama empat belas tahun ini berlangsung dan Berta mengampuni papa. Semoga papa juga mengampuni Berta."

Ayahnya yang mendengar, tetapi tidak bisa berbicara menitikkan air mata. Dan keluarga itu dipulihkan dalam semalam. Seorang sahabat Berta yang mendengar kisah itu menuliskan sebuah lagu yang berjudul "Sentuh Hatiku".

Mendengar cerita ini, membuatku menangis. Seorang Berta yang dikhianati oleh ayahnya selama empat belas tahun saja bisa mengampuni. Masakan aku yang disakiti cuma sebentar langsung memendam dendam sebegitu lamanya? Mulailah dengan mencabut akar kepahitan dan mengampuni setiap orang yang sudah berbuat salah kepada kita. Bila tidak sanggup, minta kekuatan Tuhan untuk memampukan kita mengampuni.

Karena pengampunan itu adalah pelumas untuk mengurangi kerasnya gesekan-gesekan ketika kita hidup bersama dengan orang lain. Tuhan saja mengampuni kesalahan-kesalahan kita, masakan kita tidak mengampuni orang lain?

Jumat, 07 November 2008

Besok Saja Deh...

Alkisah, diadakanlah suatu konferensi besar-besaran antara Iblis dan para setannya. Tema konferensi itu adalah "Bagaimana menghancurkan Injil".

Dasar diskusi tersebut adalah Injil yang semakin meluas dan gerejaNya semakin banyak di bumi ini. Iblis stress dan pusing dan sedang memikirkan caranya bagaimana menghentikan penyebaran Injil ini.

Dengan sangat marah, Iblis membuka konferensi dengan membuka kesempatan lebar-lebar menerima masukan dari para setan-setannya tentang cara menghancurkan penyebaran Injil.

Lama tidak ada yang bersuara. Semua setan menunduk, takut kepada si Iblis.

Seorang setan memecah keheningan dan berkata, "Mari kita hancurkan Alkitab sehingga tidak ada lagi berita gembira."

"Tidakkah kamu lupa bahwa kita sudah mencobanya selama berabad-abad. Makin kita mencoba menghancurkannya, makin penting benda itu buat orang Kristen. Dan sekarang buku itu sudah jadi best seller," seru Iblis lantang.

Sepi menyongsong sambil menunggu usul berikutnya dari para setan. Semua setan berpikir keras.

"Mari kita hancurkan para pendoa supaya mereka tidak bisa lagi berdoa," usul seorang setan kemudian.

Iblis tanpa ragu menanggapi usul itu, "Bukankah kita sudah pernah mencobanya di Amerika dan hampir di seluruh belahan dunia? Kita mengintimidasi orang-orang dunia untuk melarang semua pendoa, tapi? Semua pendoa-pendoa itu berdoa sembunyi-sembunyi sehingga makin luas saja penyebaran Injil di seluruh dunia."

Suasana semakin mencekam. Semua setan takut terhadap murka Iblis itu. Mereka berpikir keras supaya dapat mendapatkan satu ide dan memadamkan murka pemimpin mereka.

"Mari kita hancurkan gereja-gerejaNya supaya pengiriman misionaris dan sebagainya bisa stop sampai di sini," usul seorang setan berikutnya.

"Bukankah kita juga sudah pernah mencobanya? Di China sendiri, banyak gereja dihancurkan pada jaman pemerintahan Mao! Lihat apa yang ada sekarang? Ribuan gereja bermunculan seperti virus dan pengikut Kristus semakin banyak! Dan kalian para setan-setan goblok tidak punya ide yang lebih baik?!?" ujar Iblis murka.

Diam lagi. Kali ini diamnya lebih lama dan sepertinya lama sekali.

Akhirnya seorang setan yang lebih kecil mengacungkan tangannya. Ia berkata, "Mari kita intimidasi para manusia. Kita takut-takuti mereka. Kita siksa mereka kalau mereka menyebarkan Injil dan kita beri mereka roh ketakutan."

Iblis berteriak, "Dasar goblok! Ketika seorang manusia mati sebagai martir, darahnya akan menjadi 'pupuk' bagi gereja-gereja dan semakin menyuburkan mereka. Bahkan sejak gereja pertama kali berdiri kita sudah mati-matian mengintimidasi mereka. Tapi toh kita tetap kalah. Makin banyak manusia yang berpaling ke gereja dan orang Kristen semakin banyak! Tidakkah dari sekian ribu setan ini tidak ada yang bisa memberi ide yang lebih baik?"

Tiba-tiba, seorang setan yang sangat pendek maju. "Yang mulia Iblis, saya punya strategi. Saya yakin strategi ini akan berhasil. Tapi kita harus konsisten. Mari kita bisikkan pada setiap orang-orang Kristen untuk rajin membaca Alkitab. Bahkan kita bisikkan pada mereka untuk supaya rajin berdoa. Dan kita minta mereka untuk mendirikan gereja sebanyak mungkin. Dan kita minta mereka menyebarkan Injil lebih lagi."

Kemudian sambungnya, "Kita bisikkan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan. Tapi jangan lupa, ingatkan para manusia akan satu hal ini: 'Tapi tidak hari ini. Hari ini kamu sudah melakukannya dengan baik. Kamu terlalu sibuk. Besok saja deh. Besok kamu punya lebih banyak waktu.'"

Setan kecil itu berdehem kemudian melanjutkan, "Dan esok harinya, kita bisikkan hal yang sama kepada mereka, 'Harus mempunyai komitmen kepada Kristus. Harus menyebarkan Injil. Harus menolong yang lemah, yang sakit dan yang berkekurangan. Tapi kamu tidak sempat hari ini. Hari ini kamu sudah terlalu capek. Besok deh, pasti.' Keesokan harinya kita bisikkan hal yang sama kepada mereka, dan kita ulangi dan ulangi terus. Jadi, tidak ada hari esok buat mereka."

Dan seluruh ruangan, seluruh neraka bertepuk tangan karena mereka sudah menemukan satu strategi yang jitu untuk menghadapi orang-orang Kristen.

(Hayo, siapa yang sudah termakan strategi Iblis? Jangan tunda sampai besok. Ambil tindakan itu, SEKARANG!!)

Kamis, 06 November 2008

Siapapun yang Memenangkan Pemilu


Dikutip dari GodBlessAmerica:

Top 10 Prediksi "Siapapun yang memenangkan Pemilu tahun ini":

1. Sebuah Alkitab tetap punya jawaban segala permasalahan.

2. Doa masih tetap manjur.

3. Roh Kudus akan tetap bekerja.

4. Allah masih menyukai puji-pujian orang benar.

5. Masih ada penginjilan tentang Yesus.

6. Tetap masih banyak puji-pujian untuk diriNya.

7. Berkat masih mengalir deras.

8. Semakin banyak ruangan untuk salibNya.

9. Yesus masih akan tetap menyelamatkan domba-domba yang tersesat.

10. Yesus masih tetap mencintaimu.

Jadi, kita tahu siapa presiden kita yang kekal dan abadi untuk selama-lamanya?

Rabu, 05 November 2008

Ketika Tuhan Berkata Tidak

Ketika aku memintaNya untuk mengambil kesombonganku,
Ia berkata "Tidak",
Ia katakan itu bukan untuk diambilNya, melainkan untuk aku menyerahkan padanya.

Ketika aku memintaNya untuk menutupi kekuranganku supaya utuh
Ia berkata "Tidak",
Ia katakan, yang harus utuh itu jiwamu.
Tubuhmu bersifat sementara saja.

Ketika aku memintaNya untuk memberikan kesabaran kepadaku,
Ia berkata "Tidak",
kesabaran bukan produk cuma-cuma.
Kesabaran tidak bisa diminta, hanya bisa diperjuangkan.

Ketika aku memintaNya memberiku kebahagiaan,
Ia berkata "Tidak,
"Aku hanya memberikan berkat.
"Kebahagiaan itu pilihan."

Ketika aku memintaNya menjauhkanku dari kesakitan,
Ia berkata, "Tidak."
Kesakitan yang mampu menjaga jarakku dari dunia
dan mendekatkan diriku padaNya.

Ketika aku minta kerohanianku bertumbuh,
Ia berkata, "Tidak."
Yang bisa menumbuhkannya adalah aku sendiri.
Ia bisa memupuknya saja.

Ketika aku bertanya apakah ia mencintaiku,
Ia berkata, "Ya."
Ia memberikan anakNya yang tunggal untukku.

Ketika aku berkata aku mau mencintai sesamaku,
Ia berkata, "Akhirnya kamu mengerti mauKu."

Selasa, 04 November 2008

Kalau Domba Dicukur ...

Gembala-gembala domba di peternakan punya satu kebiasaan unik untuk menggembalakan dan mengumpulkan domba-dombanya. Di bulan Februari ketika musim dingin masih terasa dan suhu masih di bawah lima derajat celcius, gembala-gembala tersebut mencukur habis semua bulu-bulu dombanya.

Suatu hari ketika saya melewati sebuah padang rumput peternakan domba yang luas, saya melihat sekawanan domba sedang merumput. Mereka "telanjang", tanpa bulu dan terlihat kedinginan kena angin musim dingin. Mereka bergerombol jadi satu, berdesak-desakan hanya untuk supaya merasa lebih hangat. Sesekali mereka mengembik kedinginan.

Penasaran, saya bertanya pada salah satu gembala yang ada di sana. Mengapa domba-domba ini dicukur pada musim dingin? Bukannya kasihan kalau mereka kedinginan?

"Oh itu supaya memudahkan kita para gembala. Di padang rumput seluas ini biasanya domba-domba ini akan pergi sesuka hati mereka dan merumput di mana saja. Pencar-pencar. Susah carinya! Kalau sudah dicukur begitu, mereka akan kedinginan dan cenderung bergerombol untuk menghangatkan diri. Mereka akan otomatis mendekatkan diri satu sama lain sehingga memudahkan kita menemukan mereka."

Sobat JINS, kadang-kadang Tuhan juga "mencukur habis bulu-bulu kita" supaya kita menderita kedinginan dan mendekatkan diri satu sama lain. Kita kedinginan sehingga kita mendekatkan diri dengan teman-teman kita. Kadang-kadang kalau kita masih "berbulu lebat" kita cenderung akan jalan sendiri-sendiri alias sombong. Dengan mendekatkan diri dengan teman-teman kita yang memiliki kerohanian yang lebih dewasa, akan lebih mudah bagi Tuhan Yesus untuk menggembalakan kita semua.

So, saat kamu kedinginan, carilah dahulu hadiratNya. Dekatkan dirimu padaNya dan mulailah mencari teman ngobrol yang sudah lama tidak kamu sapa. Tentu saja, seorang teman yang bisa membangunmu, bukan meruntuhkanmu. Tuhan memberkati.