Minggu, 08 Februari 2009

They Can Because They Think They Can

Sebenarnya apa sih faktor penghambat kesuksesan seseorang? Apakah keadaan lingkungan? Apakah musuh-musuh kita? Atau saingan-saingan kita? Apakah teman-teman kita?

Bukan. Faktor penghambat kesuksesan terbesar dari kita adalah diri kita sendiri. Semuanya ada di pikiran kita. Bukan orang lain, bukan pihak luar, melainkan diri kita sendiri.

Banyak di antara kita yang mengatakan seperti ini:
"Mana mungkin aku sukses, aku kan hanya tamat SMP." atau
"Mana bisa aku sukses, aku kan dari keluarga miskin." atau
"Karena fisik saya tidak sempurna, saya tak mungkin bisa."

Itulah pemikiran-pemikiran picik yang menghambat kesuksesan seseorang yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Tidak ada pihak lain yang mampu menjatuhkan mental kita sampai terpuruk selain diri kita sendiri. Ini adalah mitos-mitos yang salah!!

Tapi banyak juga orang yang terpengaruh oleh mitos itu. Betapa banyak orang di luar yang kerjaannya hanya itu-itu saja. Mereka berdiri di zona aman dan tidak mau beranjak ke level yang lebih tinggi. Mereka merasa tidak mampu. Mungkin karena latar belakang pendidikan dan lain sebagainya, mereka jadi minder. Kalau sudah begitu mereka selalu mengatai orang lain yang sukses, "Iya, mereka kan anaknya bos. So pasti donk mereka jadi bos juga." atau, "Orang tua mereka kan kaya. Makanya bisa bangun pabrik satu lagi." Ketahuilah sobat JINS, itu hanya ucapan karena orang itu iri!

Lihat keluar. Betapa banyak orang yang berasal dari keluarga miskin yang berjuang pantang menyerah hingga akhirnya mematahkan mitos-mitos di atas. Contohnya yang akhir-akhir ini paling dikenal yaitu Presiden Obama. Lihat juga Tony Christiansen (yang ngga tau cari di google ya). Meskipun ia kehilangan kedua kakinya, bisa menjadi pendaki gunung Kilimanjaro, menjadi atlit Taekwondo dan penyelamat pantai! Siapa yang bilang mitos-mitos itu tidak bisa dipatahkan?

Ucapan "Saya tak mungkin bisa karena saya tidak berpendidikan tinggi" adalah omong kosong. Sekarang lihat ke dalam diri Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri.
Apakah Anda mempunyai mimpi?
Apakah Anda mempunyai satu api yang luar biasa untuk mengejar mimpi-mimpi Anda?
Seberapa besar hasrat Anda dalam pencapaian mimpi Anda?
Apakah Anda sanggup menghadapi penghambat-penghambat dari luar?
Apakah Anda mampu menjalaninya?

Setelah menjawab kesemua pertanyaan itu, ucapkan dan katakan sekeras-kerasnya pada diri Anda sendiri (diucapkan, jangan di dalam hati) "Akan kutunjukkan pada dunia kalau aku juga BISA!". Pikirkan hal-hal yang positif. Pikirkan Anda BISA melakukannya. Orang-orang di atas bisa sukses karena mereka berpikir mereka BISA. Sekali Anda berpikir Anda takkan bisa melakukannya, Anda sudah kalah perang 70%.

Kamis, 05 Februari 2009

Live like There's No Tomorrow

Sobat JINS, mau berbagi rema lagi nih yang JINS dapatkan waktu praise sama baca firman Tuhan kemaren. Dan kali ini benar-benar so inspiring...

Lagu yang didengarkan adalah Chris Tomlin - Way I Was Made. Lagunya praise sih, tapi coba deh cari liriknya di mbah google. Sekedar share di sini, liriknya bagus banget.

I want to live like there's no tomorrow

I want to dance like no one's around

I want to sing like nobody's listening

Before I lay my body down

Kuingin hidup seperti tiada hari esok, menari seperti tidak ada yang melihat dan memuji sekeras-kerasnya seperti tidak ada yang mendengar. Artinya, kuingin memberikan yang terbaik, melakukan yang terbaik hari ini juga sebelum aku menutup mataku untuk tidur.

Manusia, tidak tahu kapan ia mati. Mungkin pagi ini kamu melihat seorang sahabatmu tertawa dengan bahagianya, dan sorenya ia sudah tidak ada. Tak ada yang tahu kapan manusia itu dipanggil oleh Tuhan!

Pesan dari lagu ini jelas: Hidupilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jangan menyesali kejadian kemarin dan jangan risaukan kejadian esok hari. Menarilah, bernyanyilah, hidupi harimu, nikmati dan berikan yang terbaik selama hari ini. Kita tidak tahu kapan kita mati. Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Hari ini dan saat ini adalah saatnya kita memberikan yang paling maksimal.

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk tidak kuatir dengan apa yang sudah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Karena Dia sendiri akan ada di sana untuk membantu kita. Kita hanya perlu untuk mengusahakan yang terbaik selama kita hidup. Kita hanya perlu untuk terus mengejar kerajaan Allah. (Baca Matius 6 : 25-33)

I want to give like I have plenty

I want to love like I'm not afraid

Berikan yang terbaik kepada orang lain. Beri selama kamu masih hidup (dan yang diberi masih hidup). Cintai orang lain, kasihi mereka. Jangan tunda-tunda lagi. Hari ini adalah waktunya!

Ingatlah quotation ini: "Ketika kita lahir, hanya kita yang menangis dan orang-orang di sekeliling kita tertawa bahagia. Hidupilah hidupmu sedemikian rupa sehingga ketika suatu hari kita meninggal, orang di sekeliling kita menangis dan kita menutup mata dengan tersenyum."

Kalau hari ini Anda masih malu-malu untuk hidup, menyesali kehidupan Anda sekarang, belum memberi, belum mencintai, dan yang paling parah, belum bertobat, segera lakukan. Jangan tunda hari esok! Hidupi hari ini seperti tiada hari esok.

Rabu, 04 Februari 2009

Give & Grow

Pernah makan "All you can eat"? "All you can eat" adalah sebuah konsep restoran yang sudah biasa, di mana kita harus membayar sejumlah uang tertentu untuk makan sepuasnya. Itu sudah biasa. Tapi apa jadinya sebuah restoran dengan konsep "All you can eat, pay as you wish"?

Sebuah restoran masakan Pakistan di Wina menggunakan konsep itu di mana kita bebas makan apapun yang kita mau dan membayar seikhlasnya! Wow!!! Apa jadinya restoran itu? Pasti rugi kan?

Ternyata apa yang terjadi tidak sejalan dengan prinsip ekonomi dan pemikiran orang-orang pada umumnya. Restoran itu masih tetap eksis setelah bertahun-tahun. Deewan Restaurant tetap beroperasi dan pelanggannya datang, makan, dan membayar seikhlasnya.

Berlokasi di Schottentor, resto ini pun menjadi favorit para mahasiswa yang berkuliah di daerah tersebut. Tentu saja, untuk ukuran mahasiswa yang tak mempunyai banyak bujet jajan diluar, resto ini memang menjadi pilihan utama. Tapi diluar mahasiswa, resto ini bahkan menjadi tempat kuliner favorit turis dan *backpacker* .

Didirikan oleh seorang lulusan filsafat, Natalie Deewan, konsep resto ini terinspirasi akan nilai nilai kedermawanan manusia baik dari sisi pemberi maupun penerima.

"Pada minggu-minggu awal kami tak yakin, tapi ternyata pelanggan makin antusias, dan membayar banyak", ujar Natalie.

Lalu berapakah 'fair fare' yang masuk akal jika makan di sini? Jika melihat menunya, memang Deewan tak terlalu banyak menyediakan macam-macam masakan. Di meja buffenya, hanya ada 2 pilihan makanan utama.

Pertama, kelompok makanan kari dari bahan ayam, kambing hingga lembu dan kedua, makanan vegetarian saja serupa kebab sandwich. Diluar buffet utama, disediakan makanan pencuci mulut bernama Halla, yaitu sejenis nasi manis yang diolah menggunakan susu dan minyak.

Selain itu, Deewan juga menyuguhkan nasi dan juga kentang. Sementara, untuk minum, Deewan telah mematok harga tersendiri.

"Saya membayar 5 Euro untuk ini semua", ujar Khan, salah satu pelanggan keturunan Pakistan yang telah beberapa kali datang di Deewan. Tak hanya warga keturunan Pakistan yang menjadi pelanggan di Deewan, tampak para bule dan orang Asia juga duduk ikut menikmati kuliner Pakistan. Bagaimana dengan rasa dan kualitas?

"Untuk konsep seperti ini (pay as you wish), rasa menjadi nomer dua, yang penting rasa lapar teratasi", kelakar Lena Weiss salah satu warga Austria yang datang ke Deewan jika tak memasak.

Pernahkan Deewan pernah mengalami krisis keuangan selama menjalankan usaha semacam ini?

"Belum, terus terang selama ini para pelanggan cukup tahu diri dengan banyaknya yang mereka makan," sindir salah satu staff Deewan yang tak mau disebut namanya.

Sobat JINS, pelajaran hari ini adalah Give and Grow. Siapa yang takkan menyangka kalau restoran ini masih bisa tetap eksis di tengah krisi global dan konsepnya yang "nyleneh". Semua orang, termasuk JINS sendiri, mungkin akan mengira restoran ini hanya akan merugi dan tutup tidak berapa lama lagi. Tapi toh tidak terbukti.

Sobat JINS, memberilah seolah kamu tidak akan kehabisan. Jangan pelit, jangan kikir. Dengan memberi sesuatu, kita mendapatkan manfaat 3 in 1 sekaligus! Kita akan mendapat pahala, kita membantu orang tersebut dan kita menaikkan hormon gembira dalam diri kita. Dengan memberi kita bertumbuh. Dengan memberi kita menjadi lebih bahagia. Dengan memberi Allah yang melihatnya di tempat tersembunyi akan membalaskan kepada kita. Dengan memberi, kita akan menjadi lebih kaya. Siapa yang masih pelit memberi, juga akan pelit diberkati.

Memberi bukan berbicara soal materi saja. Apabila kita mempunyai tenaga, beri tenaga kita. Apabila kita mempunyai waktu, sisihkan untuk orang-orang yang kita cintai. Apabila kita mempunyai keahlian, jangan pelit ilmu dan ajarkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dengan memberi, pertumbuhan diri kita menjadi dewasa akan dipercepat hingga tiga ribu persen! Mau mau mau?

Selasa, 03 Februari 2009

CHris Tomlin - Indescribeable

Sobat JINS, hari ini JINS mau share nih satu lagu yang memberkati sekali! Lagu ini meskipun udah terhitung jadul (tahun 2004) tapi dengan jelas menggambarkan kebesaran Allah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Judulnya Indescribeable. Yang nyanyi Chris Tomlin. Diambil dari album Arriving dan rilis tahun 2004. Enjoy this powerful song!!


Indescribeable - performed by Chris Tomlin

From the highest of height to the depths of the sea
Creation revealing Your majesty
From the colors of fall to the fragnance of spring
Every creation unique in the song that it sings
All exclaiming

Chorus:
Indescribeable, uncontainable
You place the stars in the sky and You know them by name
You are amazing God
All powerful, untameable
Awestruck we fall to our knees as we humbly proclaim
You are amazing God

Who has told every lightning bolt where it should go
or seen heavenly storehouses laden with snow
Who imagined the sun and gives source to its light
Yet conceals it to bring us the coolness of night

Back to chorus

Incomparable, unchangeable
You see the depths of my heart, and You love me the same
You are amazing God
You are amazing God

Bagi yang sedang belajar gitar, ini JINS ketemu video buat belajar lagu ini. Enjoy!


Senin, 02 Februari 2009

Tujuh Keajaiban Dunia

"Anak-anak, tujuh keajaiban dunia kan bentar lagi mau berubah. Sedang diadakan vote baru kan untuk seven wonders ini. Ada yang tau ngga, seven wonders yang lama?" tanya seorang ibu guru kepada murid-muridnya.

Dan semua murid-muridnya mencatat dengan rajin di atas secarik kertas. Setelah itu mereka mengumpulkan kertas jawaban itu dan mulai memeriksa satu per satu.

Beberapa saat kemudian, ibu guru itu berdiri.

"Anak-anak, rata-rata jawaban kalian tidak ada yang salah. Tujuh keajaiban yang lama adalah:

1. Piramid Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Terusan Panama
5. Empire State Building
6. Tembok Besar Cina
7. Basilika Santo Petrus

dan kesemuanya mendapat nilai 90."

Anak-anak heran. Koq cuma 90?!? Lalu yang nilai 100 siapa donk?

"Nilai 100 khusus ibu berikan pada Mona. Ia menuliskan tujuh keajaiban dunia yang dari dulu tidak pernah berubah sampai sekarang:

1. Penglihatan
2. Penciuman
3. Pendengaran
4. Perasa
5. Pengecap
6. Senyuman
7. Kasih

dan oleh karena itu ibu memberinya nilai 100."

Minggu, 01 Februari 2009

Rendah vs Kaya

Kegemaranku adalah fitness. Sejak dua tahun lalu aku selalu berambisi untuk memenangkan salah satu dari sekian banyak body contest atau model search yang diadakan. Banyak sudah usaha yang kulakukan. Mulai dari diet rendah kalori, latihan keras, suplemen yang super mahal, hingga berganti-ganti pelatih. Dan selama ini hasilnya nihil! Aku terlalu sibuk diet, berlatih, tidur hingga aku melupakan satu hal yang sangat penting.

Baru-baru ini aku berganti pelatih lagi. Biasanya pelatih yang lalu-lalu hanya mengajarkan latihan dan teori diet. Namun pelatihku kali ini beda. Ia seorang Kristen dan ia mengajarkan aku satu rahasia lagi untuk menjadi seorang juara.

Seperti pelajaran di taman kanak-kanak dulu, pelatihku itu mengatakan kepadaku kalau ada "4 sehat 5 sempurna" yang berpengaruh besar dalam jadi atau tidaknya sebuah bentuk tubuh yang ideal. 4 sehat itu adalah makanan, latihan, istirahat dan suplemen; sedangkan yang kelima dan yang terpenting untuk menjadi sempurna adalah ibadah.

Suatu malam, pelatihku memberiku satu perikop di Yakobus 1:9-11. Aku mulai membacanya. Mulanya aku tidak mengerti maksudnya apa miskin dan kaya itu. Aku bertanya pada pelatihku kemudian ia menjelaskan.

(Sobat JINS baca ayatnya dulu ya.. biar ngerti lanjutannya).


Di ayat itu tidak pernah tertulis kata "miskin". Di situ hanya ditulis "orang yang rendah". Jadi bukan miskin vs kaya, melainkan rendah vs kaya. Maksudnya orang kaya di situ bukan berarti orang yang kaya secara materi (punya rumah besar, mobil mewah). Atau kalau dalam konteks bodybuilding, kaya bukan berarti punya badan yang memang sudah kekar dan berotot dari awalnya.

Maksud orang kaya di sini adalah orang yang selalu mengandalkan kekuatan sendiri. Orang kaya cenderung merasa dirinya memiliki segala sesuatu, kuat dan semuanya bisa dikerjakan olehnya. Orang kaya di sini terlalu sok. Dan Allah sangat membenci orang kaya macam ini.
Sebaliknya, orang berkedudukan rendah menunjukkan ciri-ciri orang yang selalu berharap padaNya. Orang yang tidak bisa bekerja sendiri dan bukan dengan usahanya sendiri. Orang rendah ini cenderung menyerahkan semuanya pada Bapa, mengandalkan kekuatanNya. Orang inilah yang dikasihi oleh Bapa di Surga.

Di ayat 11 juga dikatakan, "Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap." Artinya semua usaha orang yang tidak mengandalkan Tuhan itu akan sia-sia! Pelatihku selalu menekankan kepadaku untuk memenangkan sebuah kontes harus mengandalkan "4 sehat 5 sempurna"-nya Tuhan. Jangan seperti orang kaya yang mengandalkan diri sendiri. Di sini berbicara bukan hanya konteks bodybuilding saja. Apapun yang menjadi impian dan cita-citamu, apakah itu bisnismu, rumah tanggamu, pendidikanmu, apabila tidak mengandalkan Tuhan akan seperti rumput di bawah terik matahari yang akan segera lenyap.

Kaya secara materi, tapi rendah di hadapan Tuhan; itulah kehendakku, Bapa.

Pokok Anggur yang Benar

Baca Yohanes 15 : 1-8
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (ayat 7)

Sobat JINS, apa tujuan kita hidup di dunia ini? Salah satunya adalah "be fruitful and multiplied" - berbuah dan berlipatganda. Maksudnya apa berbuah itu? Apakah yang dijadikan tolak ukur dasar perbuahan seseorang? Apakah jumlah jemaat dapat dijadikan sebagai tolak ukur berbuah atau tidaknya sebuah gereja? Sesungguhnya jumlah jemaat adalah takaran yang murahan untuk mengukur perbuahan.

Berbuah di sini berbicara tentang sesuatu yang baru, selalu diperbaharui dan selalu segar setiap harinya. Bukan, di sini bukan berbicara istri yang baru atau suami yang baru. Baru di sini adalah semangat baru, api baru, dan kekuatan baru setiap harinya. Kita diajarkan untuk tidak kuatir, tidak melihat kepada masalah kita. Ayat 8 mengatakan jika kita selalu berbuah (selalu baru), kita akan menjadi murid Kristus!

Lalu bagaiamana cara terus berbuah?

Sobat JINS, manusia bagaikan ranting anggur. Sebuah ranting bila tidak tumbuh di sebuah pohon tidak akan bisa berbuah. Dengan hanya bergantung pada Yesus sajalah kita akan bisa berbuah. Kita perlu memelihara firman Tuhan dalam diri kita. Membaca Alkitab bukan hanya sekedar membaca saja. Kita perlu mencari sesuatu yang "baru" setiap kita membaca Alkitab, mencari relevansinya dengan hidup kita, menyingkap janji-janji Tuhan dan (jangan lupa) meng-klaim janji Tuhan atas rema yang baru kita baca.

Ingat satu hal. Bapa tidak pernah mengatakan akan memberkati pikiran kita. Yang Ia berkati adalah firmanNya. Firman itu yang akan terus tumbuh dan tumbuh. Apabila kita menyimpan firman itu dalam diri kita, otomatis kita juga akan terus tumbuh. Namun apabila kita jauh dari firman itu, kita akan stagnan juga.

Sobat JINS, untuk bisa terus berbuah dan berlipatganda, kita perlu menjadi pokok anggur yang benar. Untuk menjadi pokok anggur yang benar, kita perlu tumbuh di sebuah pohon anggur yaitu Yesus. Menjadi pokok anggur adalah dengan kita membaca, menerima, mengklaim janji-janji Tuhan dalam hidup kita lewat firmanNya. Bapa hanya memberkati firmanNya. Apabila kita menempatkan firman itu dalam diri kita, kita akan bertumbuh dan apapun yang kita inginkan akan diberikan olehNya.

"Yesus pokok dan kita carangnya, tinggallah di dalamNya... pasti kau berbuah.."